
Saira mengerjapkan matanya karena kilauan cahaya dari sela sela tirai.
"Akh..." Saira berteriak melihat ada seorang laki laki di sampingnya dan lebih mengejutkannya lagi dia tidak menggunakan sehelai benangpun.
"Ada apa sih yang teriak segala" Juan terbangun mendengar suara teriakan Saira.
"Oh iya aku lupa aku kan sudah menikah dengan kak Juan dan semalam aku..." Saira langsung menutup matanya malu.
"Kenapa sayangku, cintaku" Juan ikut duduk dan merangkul Saira.
"Ah tidak hanya kaget saja" ujar Saira. "Nanti juga terbiasa sayang setiap pagi kamu akan melihat aku ada di sampingmu" ucap Juan sembari tangannya memeluk Saira dari belakang dan mengec*p pundak Saira.
"Yang aku belum mandi masih bau dan lengket" ucap Saira. "Tidak apa apa biar sekalian mandi kita" ujar Juan yang terus mengec*p tekuk Saira dan Saira mendorong Juan. " Kak, aku masih sakit ini aku" Saira melirik bagian bawahnya.
Juan paham semalam Juan sudah menunaikan kewajiabannya sebagai suami.
Saira langsung teringat apa yang terjadi semalam.
Semua pakaian yang dikenakan mereka berdua sudah terlepas semua entah di lempar kemana saja.
" Yang boleh.." Juan bertanya terlebih dahulu, dan dijawab anggukan oleh Saira.
Juan tidak berlama lama langsung melakukan penyatuan.
" Juan mencoba supaya tidak membuat tegang Saira. Saira hanya tersenyum malu.
Melihat Saira mengangguk malu Juan melanjutkan kembali, Saira yang tadinya merasakan sakit sekarang malah menikmati.
"Argh...Saira" teriakan panjang mengakhiri pergulatan malam, membuat Juan tumbang disebelah Saira.
Mereka akhirnya mandi dan benar benar mandi tanpa melakukan hal yang lain karena Juan kasihan melihat Saira yang terlihat sakit di bagian intinya. Saira di gendong ala bridal style ke kamar mandi.
"Sayang mau makan ke bawah atau di kamar" tanya Juan.
"Hmm..kita ke bawah saja kak" jawab Saira yang takut jika berlama lama di dalam kamar bersama kak Juan.
__ADS_1
"Baiklah, kamu siap siap saja, kakak akan turun ke mobil dulu bawa tas kamu yang tertinggal di mobil" ujar Juan yang sudah rapi terlebih dahulu karena Saira masih menggunakan kimono nya sembari tiduran di kasur karena Saira masih kelelahan dan juga tidak ada pakaian yang sesuai untuk dipakai.
" Maaf ya sayang, buat kamu kelelahan seperti ini" Juan merasa bersalah.
"Salah siapa aku seperti ini" Saira menyebik . "Iya kakak minta maaf nanti akan pelan pelan tapi tidak janji ya" Juan tertawa sambil menjauh pergi"
"Ish, kakak" Saira berteriak kesal tapi yang diteriaki sudah menghilang dibalik pintu.
Saira tertidur kembali sambil menunggu Juan mengambil tasnya di mobil sehingga pintu masuk pun tidak terdengar.
" Yang, bangun dulu kamu ganti baju dulu sana nanti kamu masuk angin dari semalam menggunakan kimono saja" ujar
Juan yang mengeluarkan isi tas Saira.
"Iya kak" Saira langsung berganti bajunya dan turun ke bawah untuk makan.
"Yang pelan pelan makannya" sela Juan yang melihat Saira makannya lahap. " Aku lapar dari semalam, kakak membuat aku capek dan lapar" gerutu Saira.
'Iya iya maafkan kakak sayang" Juan membelai wajah Saira.
"Hah..Saira membulatkan mata lebar lebar.
Saira berpikir kira kira apa saja ya supaya tidak dikamar berdua.
"Oh iya kak, sekarang masih pagi aku ingin berenang ya"? pinta Saira. " Ya silakan saja kalau kamu tidak malu.." Juan tersenyum menyeringai. "Maksudnya" tanya Saira bingung.
" Kamu memangnya tidak mengecek saat di kamar mandi, betapa indahnya hasil karya kakak" Juan berbisik di dekat telinga Saira.
Saira langsung menaikan kerah bajunya karena sadar begitu banyak tanda yang di berikan Juan semalam.
" Hish..memalukan" Saira menunduk malu.
Sudah kamu di kamar saja istirahat yang, kecuali kamu mau berenang memakai pakaian tertutup semua kakak tidak melarang" Juan menawarkan.
" Tidak jadi kak, aku akan di kamar saja lagian aku ingin tidur lagi" ujar Saira.
__ADS_1
" Baiklah, kakak tidak akan menganggu mu kita istirahat saja. Nanti sore kita jalan jalan dekat sini ada mall.
" Benar kak" Saira senang. " Iya, maka dari itu kita sekarang istirahat saja" ujar Juan.
Saira dan Juan kembali ke kamar dan mereka melanjutkan istirahat mereka karena baik Juan maupun Saira merasakan lelah atas pergulatan semalam.
Sore harinya sesuai janji Juan, Saira diajak Juan pergi ke mall yang dekat dengan hotelnya, mereka berbelanja makanan ringan untuk di hotel.
"Yang, kamu pilih saja apa yang kamu mau untuk dikamar kakak akan ke toko itu sebentar" Juan berpisah dengan Saira karena ada sesuatu yang harus di beli untuk perlengkapan kantor.
Setelah selesai belanja makanan dan minuman untuk di kamar hotel Saira melihat ada toko pakaian d**am wanita. Saira memasuki toko tersebut dan memilih milih.
" Aku akan kasih kejutan juga untuk kak Juan untuk nanti malam" pikir Saira ingin menyenangkan suaminya.
Saira selesai memilih barang yang diinginkan dan keluar toko untuk mencari Juan, ketika hendak mencari Juan Saira melihat laki laki yang dikenalinya sedang berbicara dengan seorang wanita dan wanita itu sudah tidak asing lagi bagi Saira.
" Saira memperhatikan dari kaca luar toko tersebut Juan tampak akrab sekali dengan wanita tersebut bahkan sudah tidak secanggung jika ada dirinya.
Saira langsung memasukan barang yang dia beli tadi ke dalam tasnya dan menyimpannya.
"Sepertinya aku tidak akan memberikan kejutan malam ini pada kak Juan" Saira dalam hati setelah melihat kejadian tadi. Saira kembali ke toko semula saat dia berpisah dengan Juan.
"Yang sudah belanjanya" tanya Juan yang terlihat biasa saja. "Sudah, ayo kak kita langsung kembali lagi ke hotel aku lelah ingin istirahat" jawab Saira yang sudah tidak bersemangat lagi untuk jalan jalan.
" Kenapa yang, padahal tadi kamu senang sekali waktu kakak ajak kamu jalan jalan" tanya Juan. " Tadi belum capek kak sekarang setelah berkeliling ternyata capek juga" Saira beralasan.
" Ya, baiklah" Juan menuruti keinginan Saira dan kembali ke hotel dengan sikap Saira yang sedikit berubah. Juan masih berpikiran Saira lelah setelah berbelanja saja.
Sepanjang perjalan menuju hotel Saira terus memperhatikan Juan dia seolah tidak bertemu siapa siapa.
"Apa dia akan jujur padaku kalau kak Juan tadi bertemu dengan Helena mantan kekasihnya, tapi apa pikirnya tidak penting untuk memberitahuku" ucap Saira dalam hati.
"Ada apa yang, kok melihat kakak seperti itu terus dari tadi. Ada yang salah, atau ada yang kurang belanjanya?" tanya Juan.
"Tidak kak, aku hanya ingin memandang suamiku saja" ujar Saira dengan senyum terpaksanya.
__ADS_1