Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 86


__ADS_3

"Apa maksud kak Juan?" Saira bingung degan pertanyaan Juan yang tiba tiba. "Apa kamu masih menganggap ku suamimu hah? apa selama ini aku kurang sabar terhadap mu yang selalu mengacuhkan ku. Kamu sudah melewati batas menjadi istri! " marah Juan.


Saira sudah berkaca kaca. Entah apa yang harus dia jawab.


"Maafkan aku..aku memang istri yang tidak sempurna, istri yang belum bisa menjadi apa yang kakak mau. Untuk mengambil hati suaminya walau setengahnya pun sepertinya tidak" lirih Saira. "Coba beritahu aku bagaimana menjadi istri yang baik menurut kakak? Apa yang harus di rumah menjaga anak dan menunggu suami pulang, istri yang penurut tidak boleh mengeluh/ cemburu, atau harus cantik seperti wanita masa lalunya agar dia bisa mencintainya seutuhnya? coba kak jelaskan padaku aku harus yang seperti apa?" Saira sudah tidak mampu membendung rasa sakit yang dia tahan. Buliran air mata jatuh melewati pipinya.


Juan terdiam merenungi apa yang Saira ungkapkan. Tapi Juan bersikeras bahwa dia tidak melakukan apa apa.


"Kamu seharusnya dengarkan dulu penjelasan ku Saira jangan mengambil asumsi sendiri.


Kakak hanya membantunya saja tidak ada maksud yang lain Ra. Asal kamu tahu Helena itu walau punya orang tua tapi dia tidak dianggap dan dipedulikan apalagi suaminya yang tidak mau bertanggung jawab. Apa kamu jika sebagai temannya tidak kasian?" jelas Juan. "Kakak bisa kasian pada orang lain tapi apa kakak tidak memikirkan perasaanku? Dia itu wanita dan pernah ada hubungannya dengan kakak sebelumnya. Apa yang ada dipikiran orang lain terutama aku sebagai istri melihat itu semua" Saira menangis segukan. "Tapi itu semua tidak seperti apa yang kamu pikirkan Ra" bela Juan tidak mau di salahkan.


"Cukup kak, cukup dua kali aku melihat apa yang kakak lakukan, itu sudah cukup membuat aku yakin kalau kakak sampai sekarang masih menginginkannya" Siara menekankan.


"Itu tidak benar Ra, semuanya sudah selesai hanya meninggalkan sebuah cerita masa lalu saja" ujar Juan. "Sekarang sudah ada kamu yang mengisi hari hari kakak apalagi kehadiran Keanu. Kakak sayang sama kalian" Juan meyakinkan


" Iya cerita masa lalu yang belum berakhir!Sekarang aku tanya kakak sayang sama aku" tanya Saira. "Pastilah sayang Ra"jawab Juan. "Tapi apakah kakak selama ini sudah mencintaiku" tanya Saira.


"Apa perlu kakak harus menjawabnya? Cukup dengan perbuatan dan perhatian kakak saja itu sudah menjadi bukti bahwa kakak menyayangimu tulus. Apa selama ini kakak kurang menyayangi mu" ujar Juan.


"Aku lelah kak, Kakak menggantungkan perasaan ku selama ini. Apalagi melihat sikap kakak seperti ini membuatku semakin yakin bahwa kakak belum mencintaiku seutuhnya dan masih dalam bayang bayang masa lalu kakak" keluh Saira meninggalkan Juan yang masih merenungi di sofa sendiri.


Tidak ingin terdengar oleh Keanu Saira masuk ke kamar mandi menangis meluapkan perasaannya.


Mereka tidur terpisah Saira dengan Keanu di kamar utama sementara Juan di kamar tamu untuk menjernihkan pikirannya dari kekalutan permasalahannya.


Saira semalaman tidak bisa tidur karena terus menangis.


Hingga keesokan harinya.

__ADS_1


Saira masih menyiapkan keperluan kerja Juan dan sarapannya dengan tanpa saling bicara. Juan masih berpikir mungkin malam ini akan membahasnya kembali dengan Saira karena pagi ini Juan ada meeting di kantor yang mengharuskan datang pagi.


"Kakak pergi kerja, Assalamualaikum" ucap Juan pergi. "Waalaikumsalam" sahut Saira walau tidak terdengar oleh Juan karena menjawabnya setelah Juan pergi.


Di kantor Juan merasa tidak tenang karena perdebatan semalam dengan Saira. Juan ingin cepat cepat pulang menemui Saira dan menyelesaikannya. Tapi pekerjaannya tidak bisa ditinggalkan.


Hingga sore tiba waktu pulang kerja. Saat Juan masuk ke apartemennya Tidak terdengar suara dari dalam.


"Assalamualaikum" ucap Juan tapi tidak ada yang menjawab. Juan masuk ke dalam kamar tapi tidak ada kemudian Juan mencari ke seluruh ruangan tetap tidak saja menemukan Saira dan Keanu.


Juan mencoba hubungi ponsel Saira tapi tidak tersambung. "Saira ada apa ini, kenapa kami pergi tidak bilang. Kemana kamu sayang?" Juan bermonolog sendiri.


Juan menghubungi ibu siapa tahu Saira pulang ke ibu.


Juan : "Assalamualaikum ibu"


Juan : "Ibu bagaimana kabarnya?"


Ibu : "Alhamdulillah sehat, nak Juan sendiri bagaimana kabarnya?"


Juan :Alhamdulillah baik bu"


Ibu : Saira dan Keanu bagaimana kabarnya sekarang?"


(Ternyata Saira tidak ada di rumah ibu)


Juan : "Oh baik bu, mereka baik baik saja"


Ibu : "Sudah lama Saira tidak menghubungi ibu, ibu jadi kangen Keanu. Keanu nya mana nak Juan?"

__ADS_1


Juan : "Oh anu bu, Saira sedang menyusui Keanu mau tidur sepertinya, mau saya panggilkan"


Ibu : "Oh tidak usah nak Juan jangan di ganggu, salam saja untuk Saira dan Keanu"


Juan : "Baik bu nanti saya sampaikan"


Juan semakin bingung kemana Saira pergi.


Juan mengambil kunci mobil dan pergi. Di mobil Juan tak tahu arah kemana dia harus mencari Saira, nomor ponsel temannya pun dia tidak punya.


"Damn!" kesal Juan memukul setir mobil. Hingga dia putus asa berbelok ke rumah orang tuanya.


Di teras terlihat papah sedang duduk sambil merokok.


"Assalamualaikum" ucap Juan menyalami papah. "Untuk apa kamu ke sini?" papah langsung menegurnya. "Kok papah bertanya seperti itu" tanya Juan heran. "Tidak usah kamu mencarinya biarkan dia tenang di sini daripada hidup dengan orang yang tidak jelas pendiriannya!" jelas papah menatap tajam Juan.


Juan baru tersadar ternyata Saira ada di rumah orang tuanya. Senyum Juan terbit tapi seketika hilang saat hendak masuk ke dalam di cegah oleh papah.


"Jangan ganggu menantu dan cucuku!" jelas papah. "Kenapa aku tidak boleh menemui istri dan anak ku, apa hak papah melarang ku?" ujar Juan.


"Jangan harap kamu datang kesini menemui istri dan anakmu sebelum kamu instrospeksi kesalahanmu" cegah papah.


Papah masuk lalu mengunci pintu.


Juan memilih pulang daripada harus berdebat dengan papahnya, karena papah jika sudah marah tidak bisa diganggu gugat. Tapi Juan merasa lega karena istrinya berada di rumah orang tuanya.


"Pah, mamah tadi seperti mendengar suara Juan" tanya mamah. "Salah dengar mungkin mamah. Tidak ada Juan di sini" bohong papah meninggalkan mamah ke kamar.


"Tadi jelas sekali suara Juan tapi kemana anak itu?" gumam mamah. Papah menyempatkan melihat ke kamar Juan yang sekarang di tempat Saira dan Keanu. "Keanu belum tidur Ra" tanya papah berdiri di depan pintu kamar. "Belum, masih ingin main dulu sepertinya pah" jawab Saira. Papah mendekati Keanu "Sini kakek temani Keanu bermain" papah mengelus kepala Keanu seakan sedang berbicara. "Yang pinter ya Keanu, jadilah laki laki yang kuat agar bisa menjaga mommy kamu. Jangan pernah menyakiti hati wanita!" ujar papah. Saira memperhatikan papah mertuanya seakan papah mertuanya memberikan semangat untuk ku yang sedang rapuh.

__ADS_1


__ADS_2