
Di rumah sakit Juan melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan membawa surat rujukan ke dokter yang di tuju.
Saira menjalani serangkaian terapi yang di lakukan di bagian fisiotrapi. Pada tahap awal belum terlihat perubahan yang signifikan pada kaki Saira tetapi setelah beberapa kali menjalani terapi dengan latihan mengerakan bagian bagian kaki untuk menstimulus kepekaan kaki Saira di rumah sakit.
"Bagaimana bu Saira?" dokter sambil mengerakan kaki Saira perlahan lahan. "Alhamdulillah dok, sekarang kaki saya sudah mulai merespon" jawab Saira. "Alhamdulillah, dengan rutin melakukan terapi ini smoga ada perubahan yang lebih baik lagi ya bu dan juga lupa ibu juga di rumah harus rajin mengerakan sedikit sedikit kaki ibu mulai dari pergelangan smpe persendian contohnya yang sudah kita lakukan tadi.
"Baik dok" ucap Saira. Juan dan Saira menuju bagian kasir dan pengambilan obat.
"Kak, terima kasih ya. kakak sudah repot repot izin terus setiap aku kontrol ke rumah sakit" ujar Saira. "Tidak apa apa yang, kakak akan lakukan apa yang kakak bisa asal kamu cepat sembuh" ujar Juan.
Setelah mengantarkan Saira pulang Juan yang sudah ada janji dengan papahnya pergi ke kantor papahnya untuk menemuinya.
"Bagaimana pah, apa ada perkembangan informasi yang di dapat?" tanya Juan papahnya tiba tiba menghubunginya untuk bertemu.
"Coba kamu lihat ini, kamu jangan kaget kak" papah memberikan bukti bukti yang di dapatinya dari orang kepercayaannya.
Juan sebenarnya sudah mempunyai firasat tapi dia masih tidak percaya. Karena dia sudah melihat bukti yang diberikan oleh papahnya tidak diragukan lagi keakuratannya.
"Terserah kakak sekarang mau bagaimana? papah sudah membantumu mengumpulkan bukti bukti ini tinggal kamu serahkan ke polisi dan orang tersebut akan segera ditangkap" jelas papah.
"Juan" panggil papah yang melihat Juan masih diam tidak percaya. "Ah iya pah" sahut Juan dari pikirannya. "Aku pikir hanya satu orang saja ternyata dia melibatkan yang lain juga" ujar Juan geram.
"Biar aku yang urus selebihnya pah. Terima kasih atas bantuan papah" ucap Juan. "Aku pergi dulu pah. Assalamualaikum" ucap Juan meninggalkan ruangan papahnya.
"Walaiakumsalam. Anak itu masih saja seperti dulu kalau sudah terpenuhi langsung pergi" papah bermonolog.
__ADS_1
Juan sampai kantor langsung menghampiri meja kerja Gwen. "Gwen, kamu keruangan ku sekarang!" seru Juan lalu pergi meninggalkan Gwen yang dengan tanda tanya. "Baik pak" sahut Gwen yang tidak tahu kenapa dirinya tiba tiba dipanggil Juan keruangannya.
Tok tok
"Masuk" seru Juan. "Permisi pak Juan, ada yang bisa saya bantu" Gwen bersikap formal melihat situasinya Juan sedang serius.
"Bisa kamu jelaskan ini apa?" Juan melempar map yang berisi photo photo dia dengan Helena di kafe.
"I..ini hanya pertemuan biasa Juan aku kan dengan Helena teman sekolah, begitu juga denganmu Juan" jawab Gwen terbata bata.
"Kalau ini apa?" Juan mengeluarkan bukti CCTV dari ponselnya yang dikirim dari papahnya berbentuk file percakapan dirinya dengan Helena.
"Itu tidak benar Juan, aku dipaksa oleh Helena. Aku sudah menolaknya tapi dia mengancamku" Gwen berusaha membela diri.
"Kemasi barang barang mu sekarang juga! aku akan melaporkan ke direktur atas tindakanmu ini! perintah Juan.
Juan tidak mengubrisnya dan pergi ke ruangan direktur saat itu juga.
Sesampainya di ruang direktur Juan memisahkan buktinya tidak semua bukti di berikan kepada direktur. Juan hanya memberikan yang bisa perusahaan memecatnya saja secara tidak hormat tidak ke jalur hukum karena alasan kemanusiaan.
"Juan kembali lagi ke ruangannya dan melihat Gwen di panggil oleh kepala bagian dan HRD untuk mempertanggung jawabkan. Dan hari itu juga Gwen dikeluarkan oleh perusahaan dengan tidak hormat tanpa pesangon sepersen pun.
Juan binggung bila berhadapan dengan Gwen dia bisa tegas tapi jika berhadapan dengan Helena dia takut tidak bisa tegas, tapi dia ingat kembali perbuatannya yang hampir saja menghilangkan nyawa istrinya.
Gwen terus menghubungi Helena tapi tidak kunjung di angkat saja. Hingga akhirnya Gwen langsung mendatangi ke apartemennya.
__ADS_1
Ting tong
Gwen memencet bel berulang kali dan membuat Helena terganggu dan akhirnya membukakan pintu. Tanpa di suruh masuk Gwen masuk dengan sendirinya dan membanting tasnya ke sofa.
"Ada apa ini Gwen, datang datang langsung main masuk saja" seru Helena. "Hei, Helena gara gara kamu hidupku jadi berantakan. Seandainya kamu tidak melibatkan aku dengan perbuatanmu aku tidak begini jadinya" kesal Gwen.
"Gwen ada apa sebenarnya, kenapa kamu jadi marah marah?" tanya Helena binggung. "Helena Juan sudah tahu kamu yang menyebabkan Saira kecelekaan dan dia tahu kalau aku membantumu dan akhirnya aku di pecat karena kamu!" kesal Gwen.
"Gwen, apa maksudmu Juan tahu tentang perbuatan kita?" Helena panik. "Bukan perbuatan kita tapi perbuatanmu Helena" bentak Gwen. "Tapi kamu juga ikut membantuku Gwen" Helena tidak mau di salahkan sendiri.
"Kamu harus tanggung jawab Helena, dan sebentar lagi giliranmu akan habis oleh Juan" ujar Gwen yang tidak ingin hanya dia yang sengsara.
Helena mulai tegang dia harus berpikir bagaimana caranya menghindar dari Juan. "Jangan sampai aku bertemu dengan Juan" gumam Helena.
Gwen lelah karena seharian dia pusing memikirkan akan nasibnya kedepan. Bagaimana dia akan membiayai hidupnya jika tidak bekerja. Dan tak lama Gwen tertidur di sofa.
Helena melihat Gwen tertidur tiba tiba mempunyai rencana. Helena langsung mengemasi barang barangnya ke koper pelan agar tak terdengar oleh Gwen. Helena sudah mengepak semuanya dan pergi keluar dengan diam diam.
Tanpa di ketahui Gwen, Helena pergi meninggalkannya. Kemudian suara bel berbunyi. Gwen yang tertidur bangun dan memanggil manggil Helena. "Helena, ada tamu" seru Gwen. "Helena bukakan pintunya" tapi tidak jawaban dari Helena. Gwen memeriksa ke kamar tapi tidak ada kemudian melihat ke ruangan lainnya juga tidak ada.
"Helena kamu dimana?" seru Gwen dan Gwen menghubungi Helena tetapi no nya sudah tidak aktif. Karena suara bel terus menerus berbunyi akhirnya Gwen membukakan pintu.
"Gwen!" seru Juan kaget. "Juan" sahut Gwen. "Mana Helana?" tanya Juan yang sama sama kaget Gwen ada di apartemen Helena yang membuat kecurigaannya semakin kuat.
"Em..Helena aku tidak tahu Juan. Tadi aku datang ada tapi saat aku tertidur tiba tiba Helena tidak ada" jawab Gwen takut. "Jangan bohong kamu Gwen kamu jangan coba coba sekongkol lagi untuk menyembunyikannya" ancam Juan.
__ADS_1
"Aku benar benar tidak tahu Juan" Gwen binggung dengan keberadaan Helena entah di mana. Juan mengeledah apartemen Helena dan melihat lemarinya kosong.
"S**h!" kesal Juan.