Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 47


__ADS_3

Di kantor Juan disibukan dengan pekerjaan yang menumpuk dan deadline. Selain itu Juan dihadapkan dengan persaingan kerja dengan sesama pekerja yang menjadikan dia harus bekerja keras mendapatkan penilaian kerja yang bagus dengan tidak menjatuhkan yang lainnya.


Beban pikiran Juan sebenarnya sekarang bukan hanya tentang pekerjaan ataupun Saira, ada hal yang mengganjal Juan menjadi bercabang pikiran yang akhir akhir ini menguras tenaga, pikiran dan waktu Juan.


Juan sadar sekarang jarang memperhatikan Saira, karena melihat Saira tidak mengeluh dan baik baik saja Juan yakin Saira mengerti akan pekerjaan Juan.


Gwen pun merasakan di kantor Juan sekarang sangat fokus pada pekerjaannya dan Gwen menjadi sasaran ketegasan Juan bila pekerjaannya tidak rapi dan benar Juan tidak serta merta memandang lagi Gwen temannya di tempat kerja Gwen adalah rekan kerjanya.


Hari ini pekerjaan Juan sedang tidak begitu sibuk, kemudian Juan menghubungi Saira.


Juan : "Assalamualaikum sayang"


Saira : "Waalaikumsalam, kak"


Juan : "Sayang hari ini kamu pulang jam berapa?"


Saira : "Seperti biasa jam 5 kak"


Juan : "Kakak hari ini pulang on time, nanti kakak jemput ya pulang kerja!"


Saira : "Baik kak"


Juan : Ya sudah sampai nanti sayang. Assalamualaikum"


Saira : "Waalaikumsalam"


Saira girang dan tersenyum sendirian karena hal hal seperti ini yang dirindukan Saira beberapa hari ini. Tapi karena kesibukan Juan menyebabkan jarang melewati waktu bersama yang intens.


"Ra, kamu kenapa dari tadi senyum senyum sendiri" tanya Sely aneh.


"Ah, tidak mbak Sely, lagi seneng saja" sahut Saira yang melanjutkan kembali pekerjaan tanpa menghiraukan lagi Sely. "Aneh" imbuh Sely geleng geleng kepala.

__ADS_1


Sorenya ketika pulang kerja Juan sudah menunggu Saira di parkiran kantor Saira. Saira yang tidak sabar langsung mendatangi mobil Juan.


"Yang sudah selesai" tanya Juan. "Sudah kak, ayo pulang" ajak Saira. "Ada yang mau dikunjungi atau dibeli dulu sebelum kita pulang" tanya Juan.


"Em..kak aku ingin ke tempat makanan yang menjual sop iga" dengan manja Saira meminta. "Tumben kamu ingin sop iga biasanya kamu makan yang simple aja seperti nasi goreng, ayam bakar" ujar Juan.


"Lagi pengen saja" sahut Saira. "Ok, kita cari yang dekat sini saja ya" ucap Juan yang di balas anggukan Saira.


Mereka tiba di tempat makan yang menyediakan sop iga sapi, Saira memesan satu porsi untuknya karena Juan memilih menu yang lain. "Yakin yang kamu akan habis makan satu porsi sop nya. "Iya, aku lapar sekali kak, dari siang aku ingin sop ini" ungkap Saira.


"Aneh, kaya yang ngindam saja kamu" ujar Juan.


Deg


Saira terdiam medengar ucapan Juan. Karena Saira begitu menginginkan hamil tapi tuhan belum memberi kesempatan.


Setelah selesai makan mereka langsung pulang di jalan Saira sudah tidak bisa menahan kantuknya, Saira tertidur di samping kursi pengemudi.


"Yang, sudah sampai ayo bangun" Juan membangunkan Saira dengan menepuk nepuk pelan pundak Saira. " Sudah sampai ya kak, maaf aku ketiduran" ujar Saira terbangun dari tidurnya.


"Ayo turun, atau mau kakak gendong" goda Juan. "Ih, apa sih kak kaya di novel novel saja" Saira malu malu dan keluar dari mobil.


Sesampainya di apartemen Saira menyimpan tas kerja dan ke kamar mandi untuk membersihkan badan karena lengket. Sedangkan Juan masih bermalas malasan duduk di ruang tengah.


"Yang jangan capek capek biarkan saja nanti besok ada yang datang membersihkan apartemen" ujar Juan yang khawatir Saira sakit terlalu capek.


"Besok kamu jadi ke rumah ibu" tanya Juan. "Jadi kak" sahut Saira. "Ya sudah besok kakak antar kamu ke ibu" ujar Juan. "Kak sana mandi tidak lengket apa seharian kerja pakai pakaian itu" Saira menyuruh Juan untuk mandi.


"Iya iya, kakak mandi. Kalau kakak mandi memang kamu mau apa" tanya Juan menyeringai. "Ya tidak mau apa apa, memangnya mau apa sih" Saira mulai malu dan mendorong Juan agar menjauh karena Juan terus mendekati Saira.


" Baiklah kakak mandi tapi tunggu nanti malam" Juan pergi sembari mengedipkan mata. " Apa sih tidak jelas sekali" Saira pura pura binggung tapi tersenyum malu.

__ADS_1


Malamnya Juan menagih Saira meminta jatahnya yang sudah lama karena kesibukan mereka.


Awalnya Saira malu malu tapi karena rayuan dan godaan Juan akhirnya Saira mengikuti keinginan Juan. Mereka melakukan penyatuan layak nya suami istri yang sedang kasmaran dengan mengebu ngebu, diakhiri dengan tumbang nya Juan di samping Saira.


Mereka sama sama tertidur melewati malam yang panjang karena telah menyalurkan hasratnya masing masing.


Paginya saat Saira membuka matanya ada tangan yang melingkar di dadanya begitu erat. Saira tersenyum dan memandang suaminya dengan memberanikan diri memegang lembut wajahnya.


"Apakah ada cinta yang tulus dihatimu untuk aku, adakah cinta dihati mu walau sedikit untuk ku. Aku tahu aku bukan yang pertama bagimu tapi aku ingin yang terakhir untukmu" dalam hati Saira berucap, tak terasa Saira meneteskan air mata dan buru buru Saira menghapusnya takut Juan bangun dan melihatnya.


Saira bangun dari ranjangnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri untuk bersuci.


Juan terbangun dan membuka mata melihat tidak Saira di sampingnya. Kemudian Juan mencari kedapur ternyata benar Saira di dapur sedang memasak.


"Masak apa sayang pagi pagi sudah hilang dariku" Juan memeluk Saira dari belakang dan menciumi rambut dan tengkuk leher Saira.


"Kakak, jangan ganggu aku sedang masak" Saira mengelak dari pelukan Juan karen takut masakannya gosong karena diganggu Juan.


"Salahnya kenapa menghilang dariku" Juan tidak menghentikan gerakannya malah semakin erat.


Saira membalikan badannya menghadap Juan dengan mengangkat spatula.


"Jangan mendekat kalau tidak spatula ini akan melayang di kepala kakak" ancam Saira pura pura.


"Ok, ok" Juan menyerah dan menjauh. "Nah begitu kan baik" Saira mengacungkan jempol. " Kak mandi dulu setelah itu kita sarapan. Aku akan ke rumah ibu setelah ini" ujar Saira. " Pagi pagi sekali yang" tanya Juan. "Iya kak, aku sudah kangen sama ayah dan ibu" jawab Saira.


"Kakak ada rencana apa sabtu ini, sampai tidak ikut menginap di ibu" tanya Saira. Juan terdiam sebentar, Juan binggung menjawabnya. "Kakak mau istirahat di sini nanti siang kakak ada ketemu dengan teman kantor kakak" jawabnya.


"Oh ya sudah, aku buatkan sarapannya saja tidak dengan makan siangnya takut tidak kemakan. " Iya tidak perlu sayang kakak akan makan di luar" jawab Juan.


Saira dan Juan berangkat menuju rumah ibu Saira berniat menginap semalam di ibu tanpa suaminya Juan.

__ADS_1


Mobil Juan telah sampai di rumah ibu.


"Yang maaf ya kakak tidak bisa menemani kamu menginap di rumah ibu" Juan merasa tidak enak. "Tidak apa sayang nanti Saira kasih tahu ibu kakak lagi ada perlu" jawab Saira tersenyum.


__ADS_2