
Juan kembali lagi ke kantor setelah menyelesaikan masalahnya di rumah.
" Untung aku cepat pulang ke rumah kalau tidak Helena akan bertindak yang tidak tidak pada Saira" Juan bermonolog.
Besoknya.
Suara bel rumah berbunyi, Bi Marni hari ini tidak masuk kerja akhirnya Saira yang membukakan pintu. Ternyata mamah dan Jenita yang datang. "Mamah" Saira mencium punggung tangan mamah. "Apa kabar sayang?" mamah memeluk Saira dan dilanjut dengan Jenita yang mencium tangan Saira.
"Alhamdulillah sehat mah. Mamah dan Jeni bagaimana kabarnya?" tanya Saira. "Alhamdulillah sehat kak" jawab Jeni.
"Maaf ya mamah baru sempat ke sini ke rumah baru kamu dan Juan" ujar mamah. " Tidak apa mah santai saja" sahut Saira. "Jen, kamu sebentar lagi ujian sudah siap mengikuti ujiannya?" tanya Saira. "Ya siap tidak siap harus siap kak" jawab Jeni. "Ya semoga lancar nanti ujiannya ya jen" Saira memberikan semangat. "Aamiin kak" sahut Jeni.
"Kak, sini Keanu aku gendong" pinta Jeni. "Hati hati Jen gendongnya!" mamah masih khawatir. "Mamah tenang saja, waktu di rumah nenek, Keanu ditinggal mommy Daddynya siapa yang jagain Keanu kan aku" cebik Jeni. "Oh iya" ingat mamah. Saira menjadi malu jika ingat itu.
Mamah dan Jeni menginap semalam di rumah Saira. Sorenya papah pulang dari kantor langsung ke rumah Juan disusul oleh Juan yang baru datang dari kantor. Saira sudah memberitahu Juan bahwa mamah, papah dan Jeni menginap dirumahnya, Juan sebelum pulang membeli makanan terlebih dahulu untuk makan malam bersama.
"Kak, mamah kaget loh waktu kamu bilang ingin membeli rumah untuk kalian" ujar mamah dan Juan hanya tersenyum. "Mamah pikir kamu akan selamanya tinggal di apartemen apalagi sudah punya anak" imbuh mamah.
"Mamah dan papah senang akhirnya kamu bisa memiliki rumah untuk keluarga kecil kamu. kami berharap kalian hidup bahagia dan rukun!" mamah berharap. "Aamiin mah" jawab Juan dan Saira bersamaan sembari Juan menggenggam tangan Saira sambil tersenyum.
Setelah melewati masa cuti kurang lebih 3 bulan Saira akhirnya besok mulai masuk kerja kembali. Ada rasa tidak rela meninggalkan Keanu di rumah tapi karena tanggung jawabnya pada pekerjaannya Saira harus memilih.
__ADS_1
Bi Marni akhirnya bersedia menjaga Keanu selama Saira bekerja di kantor dengan catatan apabila majikannya yang di apartemen datang bi Marni tidak bisa mengasuh Keanu. Saira dan Juan menyetujuinya yang penting sekarang Keanu ada yang menjaganya dan dapat dipercaya.
Saira sudah mempercayakan Keanu pada bi Marni. "Bi, mulai hari senin kesini nya bisa lebih pagi? soalnya besok saya sudah mulai bekerja" tanya Saira sebelum bi Marni pulang. "Bisa non, nanti saya usahakan datang pagi kesini" jawab Bi Marni.
"Terima kasih bi Marni" ucap Saira. "Sama sama non Saira, kalau begitu saya permisi pulang" pamit bi Marni. "Ya bi" sahut Saira.
Hari pertama masuk kerja setelah cuti. Saira mulai sibuk mengatur waktu yang biasa santai sekarang Saira harus lebih pagi bangunnya. Walau ada Bi Marni di rumah Saira tetap tidak lepas tangan menyiapkan segala kebutuhan Keanu dan suaminya.
"Yang, kamu sudah siap" tanya Juan sedang merapikan dasinya. "Sebentar lagi kak, aku siapkan baju untuk Keanu habis mandi dan mengarahkan dulu menu makanan untuk sore pada bi Marni" ujar Saira.
"Ok, kakak tunggu di meja makan ya" Juan keluar dari kamar meninggalkan Saira yang masih berkutat di kamar.
"Bi kita berangkat dulu, titip Keanu ya bi!" titip Saira ke bi Marni. "Kalau ada apa apa langsung hubungi kami ya bi!" Juan berpesan. "Baik Pak dan Non" jawab Bi Marni..
Mobil Juan melaju di jalan raya berbaur dengan kendaraan lainnya yang memiliki kesibukan dan tujuan masing masing.
"Kak, aku kerja dulu ya" Saira mencium punggung tangan Juan. " Iya, semangat sayang kerjanya. Nanti kakak jemput pulangnya!" ujar Juan. "Ok" Saira membulatkan jarinya membentuk huruf O.
Saat masuk ke dalam ruangan kerjanya. Saira di sambut oleh Sely dan Yura. "Saira" seru Sely melihat Saira pertama kali masuk kerja kembali. "Long time no see.." Sely memeluk Saira senang melihat sahabatnya masuk kembali. "Iya mbak Sely sudah berapa tahun ya kita tidak bertemu" ejek Saira.
"Ish kamu Ra" orang kangen juga baru ketemu kamu lagi" Sely pura pura kesal. "Lagian mbak Sely kita kan baru sebulanan lebih tidak ketemunya" ujar Saira. "Kak Saira selamat bekerja kembali!" ujar Yura. "Terima kasih Yura" Saira mencium pipi kiri dan kanan Yura.
__ADS_1
"Bagaimana, selama aku tidak ada semua aman kan di kantor?" tanya Saira sebelum memulai pekerjaannya. "Semua kerjaan aman Ra, pak bos ga salah pilih pengganti mu Yura" puji Sely pada Yura. "Ah,mbak Sely bisa saja itu juga berkat mbak Sely dan kak Saira yang membimbing aku jadi paham" Yura merendah. "Syukurlah" sahut Saira. "Ra, bagaimana kabar baby mu, siapa namanya Ra?" tanya Sely. "Keanu mbak" jawab Saira.
"Bagaimana sekarang Keanu Ra, siapa yang menjaganya di rumah?" tanya Sely. " Alhamdulillah Keanu sekarang sama yang kerja dulu di apartemen, suamiku memanggilnya untuk bekerja juga di rumah" jelas Saira.
"Memangnya kamu pindah Ra, tidak di apartemen lagi?" Sely penasaran. "Sudah tidak mbak, sekarang aku pindah ke komplek perumahan" ujar Saira. "Wah, sebentar lagi ada yang syukuran rumah nih" goda Sely. " Iya Insya Allah mbak nanti" Saira tersenyum. Yura seperti biasa dia lebih pendiam diantara mereka bertiga. Yura lebih banyak menyimak dari pada berbicara.
Saat Sely akan membuka laptop kerjanya Sely mendatangi lagi meja Saira.
"Ra, maaf sebelumnya pas kamu cuti kerja kamu kemana saja?" tanya Sely.
"Memangnya kenapa mbak?" Sely mengerutkan dahi. "Kamu bilang mau liburan kan?" Saira mengangguk. "Suamimu tidak ikut?" tanya Sely lagi. "Tidak mbak" jawab Saira. "Suami mu waktu itu mendatangi kami pulang kerja dan menanyakan keberadaan mu" ujar Sely.
"Terus suamiku bilang apa?" Saira malah balik bertanya. "Katanya ponselnya hilang nomor kontak di ponselnya pun ikut hilang dia tidak punya nomor kamu, jadi bertanya sama aku dan Yura" jelas Sely.
"Ya karena ponselnya hilang jadi kami tidak tahu keberadaan kita masing masing" jawab Saira sedikit bingung menjelaskannya karena tidak ingin curiga teman temannya mereka sedang tidak baik sebelumnya.
"Oh, ya sudah aku pikir ada apa" imbuh Sely, Saira hanya tersenyum menutupinya.
Saira saat bekerja merasakan sakit di bagian dadanya. Biasanya di rumah Saira kalau sudah keras langsung memberikan ASI nya pada Keanu sekarang Saira hanya meringis kesakitan karena keras tidak dikeluarkan.
Untung tadi Saira sudah bawa pumping ke dalam tasnya jaga jaga kalau ASI nya keluar pas kerja dan ternyata benar.
__ADS_1