Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 96


__ADS_3

Saat yang lain pergi makan siang ke kantin Saira langsung berlari ke arah ruangan khusus. Beruntung kantornya menyediakan ruangan untuk istirahat atau lebih ke ruang kesehatan para pekerjanya jadi bagi wanita seperti Saira yang bekerja sambil menyusui bisa memudahkan untuknya untuk mengeluarkan ASI nya agar tidak keras.


"Mbak aku ke ruangan sana dulu ya, kalau mau ke kantin duluan silakan" ujar Saira sambil membawa peralatan pumpingnya dan berpisah di lorong dua arah mengarah ke lift dan ruangan khusus.


"Ya Ra, kita duluan ya. Mau kita pesankan dulu tidak" tawar Sely. "Tidak usah mbak, aku takut lama" tolak Saira. "Ok" Sely meninggalkan Saira.


Saira cepat cepat mempumping ASI nya agar tidak keras. Saira dari tadi sudah merasa tidak enak badannya. Setelah selesai mengeluarkannya Saira kembali ke meja kerjanya untuk menyimpan alat pumping kemudian beranjak ke kantin karena perutnya harus di isi.


Saira sudah memesan makanan tinggal menunggu di antarkan. "Ra, kamu sudah pesan makanan?" tanya Sely. "Sudah mbak, tinggal diantar saja" ujar Saira. "Permisi bu, ini pesanannya" pramusaji kantin meletakan makanan yang dipesan Saira di meja.


"Wah, sekarang menunya sayuran kamu Ra, waktu hamil kebanyakan ikan" ujar Sely. "Kan demi baby biar ASI nya banyak" Saira tersenyum.


Mereka kembali ke ruangan mereka bekerja. "Ra badan kamu sekarang semakin berisi ya, apalagi itu makin waw" Sely menunjuk dada Saira. "Aset wanita mbak" jawab Saira sembari tertawa. "Yura hanya tersenyum entah mengerti atau hanya sekedar ikut ikutan saja.


Tetapi di ujung sudut ruangan ada seseorang yang memperhatikannya dari jauh.


"Syukurlah kalau kamu bahagia, semoga tawa itu yang selalu terlihat bukan kesedihan" ucap Laki laki itu dalam hatinya kemudian berjalan kembali melewati ruangan Saira.


"Ra, kita pulang duluan ya" pamit Sely dan Yura. "Iya kak, saya masih nunggu suami masih di jalan macet" terang Saira.


Tak lama Saira mendapat pesan dari Juan dia sudah menunggu di parkiran. Saira langsung menghampiri mobil Juan.

__ADS_1


"Maaf yang telat jalannya macet" ucap Juan saat Saira masuk ke dalam mobil. "Tidak apa kak" Saira tersenyum dan Juan langsung menjalankan mobilnya pulang ke rumah.


"Kak, ini aku dari tadi keras terus padahal tadi siang aku sudah keluarkan" Saira memegang bagian dadanya. "Yang sepertinya itu butuh relaxasi deh" ucap Juan. "Maksudnya?" Saira tidak mengerti.


"Ya, sama Daddy-nya dilem**kan atau dikeluarkan alami" Juan menggoda. "Ish, dasar mesum" Saira memukul lengan Juan.


"Ayo, kak cepat jalannya aku sudah kangen sama Keanu" sambil Memegang dadanya yang sudah kencang. "Iya sayang sabar" Juan melajukan mobilnya lebih cepat.


Sesampainya di rumah Saira langsung mencuci tangan dan mengganti pakaiannya lalu menggendong Keanu.


"Bi, tadi Keanu nangis aku tinggal?" tanya Saira. "Nangis sebentar non tapi langsung berhenti setelah di kasih ASI dari botol, mungkin haus" ujar bi Marni.


"Oh ya non makanan sudah bibi siapkan di meja makan dan botol botol bekas susu den Keanu sudah bibi bersihkan" terang bi Marni. "Iya bi" sahut Saira.


Bi Marni pulang setelah pekerjaan selesai merapikan rumah, masak dan tambahan menjaga Keanu sekarang.


"Kakak sudah mandi?" tanya Saira melihat Juan sudah mengganti baju. "Sudah yang" sahut Juan. "Aku titip Keanu kak mau mandi dulu" ujar Saira. "Ok" Juan langsung menggendong Keanu yang semakin menggemaskan.


Setelah Saira membersihkan diri Saira menyiapkan makan malam yang sudah disiapkan bi Marni tadi. "Kak, ayo makan! Keanu di taruh saja di stoler" Saira menyiapkan piring dan menuangkan nasi untuk suaminya. Saira ikut makan bersama sambil melihat Keanu di stoler.


Keanu, memperhatikan mommy dan Daddy-nya sambil memasukan tangan ke mulutnya.

__ADS_1


Saira makan makanannya dengan cepat karena kasian melihat Keanu tampak ingin digendong oleh mommynya.


"Keanu sedih ya, mommy tinggal kerja. Keanu kangen tidak sama mommy" Saira mengajak bicara lalu menggendong Keanu dari stoler.


"Bagaimana yang pertama masuk kerja lagi setelah cuti lama?" tanya Juan. "Kalau pekerjaannya sih aku sudah mulai terbiasa lagi tapi yang tidak biasa itu kak yang tadi aku ceritakan di mobil. Dada aku sering kencang terus jadi sakit ke badan aku nya" keluh Saira. "Tapi kalau sudah dikeluarkan sudah enakan lagi apalgi di nen in langsung sama Keanu" imbuh Saira.


"Tuh kan, benar kata kakak harus di relaxasi yang biar tidak keras" Saira sudah paham karena mata Juan sudah tertuju kemana. "Ah kakak" kesal Saira suaminya pasti ujung ujungnya mesum.


Waktu sudah malam, sekarang jam tidur Keanu sudah normal malam sudah tidak banyak bangun. Tapi sesekali Saira memberikan ASI nya malam hari supaya kenyang karena siang harus ditinggal walau Saira paginya suka menyetok ASI dalam kulkas.


"Kak, kok perasaan aku jadi tidak enak ya?" ucap Saira sebelum tidur. "Tidak enak kenapa yang? tanya Juan. "Tidak tahu kak, tiba tiba aku merasa tidak enak saja entah apa yang aku rasakan aku juga binggung kak" teramg Saira. " Mungkin itu hanya perasaan kamu saja yang. Semoga tidak terjadi apa apa" Juan memeluk Saira menenangkan hingga akhirnya mereka terlelap tidur.


Pagi harinya Saira bangun dengan aktifitas barunya yaitu menyiapkan perlengkapan Keanu dan suaminya kerja. Tak lupa menyiapkan sarapan untuk mereka sebelum berangkat kerja sudah menjadi rutinitas Saira dan Juan.


Bi Marni datang pagi pagi sebelum Saira pergi. "Selamat pagi Pak Juan dan non Saira" sapa bi Marni. "Pagi bi" sahut Juan. "Bi sudah sarapan belum, saya masaknya dilebihkan kalau bibi belum makan" tawar Saira. "Sudah non, terima kasih" jawab Bi Marni.


"Bi, baju Keanu sudah saya siapkan ya buat nanti kalau sudah mandi. Dan nanti siang ada ibu saya ke sini" Saira memberi tahu.


"Ibu mau ke sini yang?" tanya Juan. " Iya kak barusan kirim pesan ibu ingin ke sini di antar ayah kangen katanya sama Keanu" jelas Saira.


Karena sudah ada bi Marni datang dan mereka sudah selesai sarapan Juan dan Saira langsung berangkat kerja.

__ADS_1


"Bye Keanu Mommy sama Deddy berangkat kerja dulu ya, Keanu yang baik ya di rumah, nanti siang ada nenek ke sini menenami Keanu!" ujar Saira berpamitan pada putranya. "Yang ayo!" panggil Juan mengingatkan Saira dari dalam mobil karena sudah siang takut terlambat masuk kerja.


Di jalan Saira banyak diam tidak banyak bicara. " Ada apa yang kok diam saja?" tanya Juan. "Hmm" Saira kaget karena dari tadi dirinya melamun. "Ada apa kak?" Saira bertanya. "Kamu jadi diam begini ada apa yang" Jelas Juan. "Oh tidak kak, mungkin kangen Keanu kak" mungkin salah satu alasan Saira.


__ADS_2