Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 49


__ADS_3

Sesampainya di rumah Saira melihat ada mobil Juan terpakir di halaman rumah ibu dan terlihat Juan dan ayah sedang mengobrol di teras. "Ra, kamu sudah pulang" tanya Juan yang merasa takut Saira marah karena tidak menjawab pesannya. "Sudah kak, kakak kapan datang" tanya Saira mencoba biasa saja karena masih di rumah ibu.


"Tidak lama baru setengah jaman yang lalu baru datang, ada ayah jadi kita ngobrol dulu" jawab Juan. "Oh, ya sudah aku masuk dulu" ujar Saira. "Sini kakak yang bawa belanjaannya" Juan mengambil belanjaan Saira tanpa persetujuan Saira. "Di simpan dimana Ra?" tanya Juan melihat ada ibu di dapur.


"Di bawah saja nak Juan, nanti ibu yang membereskan. Nak Juan sudah makan?" tanya ibu melihat jam masih pagi kemungkinan belum sarapan. "Belum bu, tadi bangun tidur saya langsung kesini" ujar Juan. " Ya sudah tunggu sebentar ya, ibu masak dulu kita makan sama sama.


Saira tidak banyak bicara dia hanya mengerakkan mata dan mulutnya saja untuk isyarat. Juan mengikuti Saira ke kamarnya. "Yang maafkan kakak ya, semalam kakak ketiduran capek, ponsel kakak di silent jadi benar benar tidak terdengar" ungkap Juan supaya Saira tidak marah.


"Iya kak tidak apa apa" Saira sembari mengambil baju ganti dengan daster karena akan membantu ibu memasak. "Benar kamu tidak marah sama kakak?" tanya Juan lagi. "Iya kak, memang kenapa aku harus marah" ujar Saira. "Kakak mau di kamar atau mau ikut keluar, aku mau bantu ibu masak" tanya Saira.


"Kakak di kamar saja ya, mau melanjutkan tidur sebentar" Juan tersenyum. ""Hiss.."Saira menyebik. "Ya sudah nanti aku panggil ya kalau makanannya sudah matang" seru Saira. "Ok, yang" ucap Juan.


Saira memperhatikan ibu masak, dan ibu seperti biasa mengajarkan Saira dengan panjang lebar.


"Nah, kamu sekarang kan sudah berumah tangga sudah seharusnya sering membuatkan makanan untuk suamimu tanya apa kesukaan suamimu dan kamu masakan. Insya Allah itu salah satu suami bisa betah di rumah, kan ada pepatah dari mulut sampai ke hati" ibu berkata.


"Ibu bisa saja" Saira malu malu.


Masakan telah selesai Saira ke kamar untuk membersihkan badan lagi karena sudah berlama lama di dapur.


"Sayang, bangun kita makan yuk" ajak Saira. "Ah, jam berapa ini yang?" tanya Juan masih kaget dari tidurnya. " Sudah pukul 11 kak, aku mandi dulu ya. Nanti setelah makan kita pulang yang" ujar Saira.


"Siap, kakak terserah kamu saja yang" ujar Juan.


Di meja makan mereka makan bersama, sesekali ayah bertanya pada Juan tentang pekerjaannya dan menanyakan tentang Saira setelah menikah.


"Hari ini menunya sesuai keinginan Saira yaitu sop iga sapi" seru ibu. "Kemarin juga Saira minta sop iga sapi. Apa tidak bosan" Juan dalam hati, Juan tak berkomentar takut Saira tersinggung.


Setelah selesai makan Saira berpamitan.

__ADS_1


"Ayah, ibu Saira dan kak Juan mau pamit pulang, besok kami akan kembali kerja jadi harus beres beres di apartemen dulu"ujar Saira.


"Iya, nak nanti menginap lagi di sini ya soalnya ibu suka kangen sama kamu nak" ibu sudah mulai meleleh lagi. " iya bu". Dan nak Juan juga ya lain kali nak Juan juga ikut menginap di sini, biar merasakan tinggal di gubuk reyot ini" ujar ayah merendah.


"Iya yah, lain kali Juan akan sering menginap di sini menemani Saira" ujar Juan. Saira dan Juan mencium tangan ayah dan ibu dengan takzim dan masuk ke dalam mobil.


"Kak, tadi aku dan ibu berbelanja ke pasar, beli persediaan bahan masakan stock di apartemen untuk seminggu ke depan" ujar Saira. "Iya terserah kamu saja sayang, kamu yang atur perlengkapan di dapur. Nanti kalau ada yang kurang kasih tahu kakak saja" ujar Juan memasrahkan pada Saira urusan dapur.


Saira dan Juan telah sampai di apartemen, Juan langsung masuk ke kamar sedangkan Saira langsung merapikan belanjaannya ke dalam kulkas.


"Yang kamu, istirahat ya jangan kecapean" Juan mengingatkan Saira. "Iya" sahut Saira dari kejauhan padahal sekarang Saira sedang merapikan ruangan setelah Saira tinggal sehari.


"Yang, jangan capek capek sudah tinggalkan pekerjaannya" Juan kesal melihat Saira malah masih membersihkan apartemen . "Tidak apa apa yang cuma membersihkan ruangan ini saja dan ada sedikit cucian yang belum di cuci" Saira beralasan. "Sudah, besok kan ada yang datang membersihkan apartemen buat apa kakak gaji kalau kamu masih yang melakukannya" ujar Juan. "Ish, Iya iya" jawab Saira meletakkan kain dan sapu ke tempatnya.


Mereka hanya bersantai di hari minggu tidak kemana mana.


Hari senin, hari dimana kebanyakan orang yang tidak suka" i don't like monday" karena hari mengawali aktifitas setelah hari libur.


Selesai sarapan mereka berdua berangkat ke tempat kerja. Juan mengantarkan Saira terlebih dahulu kemudian baru Juan pergi ke kantor.


"Selamat pagi pak" sapa salah satu karyawan di kantor Juan. "Pagi" Juan menjawab sapaan dengan senyuman. " Pagi Gwen" sapa Juan duluan biasanya Gwen yang menyapanya terlebih dahulu.


Begitupun Saira sudah tidak sering melamun lagi sekarang tidak seperti sebelumnya.


"Sorenya saat pulang kerja Saira menunggu Juan untuk menjemputnya tetapi sudah setengah jam tidak kunjung datang, akhirnya Saira menghubungi Juan dan meminta maaf tidak bisa menjemputnya karena masih ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.


Saira lantas memesan kendaraan online untuk pulang tapi tidak dapat saja karena jam jam sibuk pulang kerja. Kemudian dari belakang ada yang menegur.


"Saira, kamu belum pulang?" tanya Rey yang kebetulan baru mau pulang juga. "Belum pak, masuk menunggu taxi online" jawabnya. Rey melihat jam dipergelangan tangannya. "Kamu mau menunggu sampai habis magrib. Jam segini kendaraan online sedang sibuk dengan orderannya" Rey mengingatkan. "Ya sudah saya naik bis saja pak" ucap Saira tidak putus asa. " Kamu juga mau jalan sampai persimpangan jalan kan jauh" sela Rey.

__ADS_1


"Sudah aku antarkan kamu pulang tidak apa tidak sampai apartemen mu yang penting sudah dekat dengan tempat tinggal mu dan tidak menunggu lama di sini" Rey tahu Saira pasti tidak mau diantar olehnya karena sudah menikah.


Di perjalanan menuju pulang Saira tertegun sekali lagi melihat sosok yang dia kenal lagi bersama wanita cantik tampak belakang.


"Pak Rey, pak maaf boleh kita mengikuti kendaraan yang di depan itu" pinta Saira panik. "Siapa yang kita ikuti" Rey bingung." Sudah pak tolong ikuti saja, atau bapak bisa turunkan saja di sini, please!" mohon Saira ingin turun mengejarnya.


"Ok, ok aku ikuti mobil itu. Kamu tenang" Rey mengikuti perintah Saira mengikuti mobil tersebut.


Saira berpikir apakah sama orang yang dia lihat tadi dengan yang sebelumnya. Ternyata benar mobil itu menuju lokasi yang pernah Saira ikuti malam itu. Di apartemen itu.


"Pak, pak stop" teriak Saira. Rey mengerem mendadak untung di belakang jalanan tidak terlalu ramai. "Bukankah ini apartemen yang malam itu kamu akan kunjungi" tanya Rey tapi Saira tidak menjawabnya. "Terima kasih pak tumpangannya, maaf sudah merepotkan pak Rey" Saira langsung membuka pintu mobil dan berlari. Rey kebingungan ada apa sebenarnya.


"Kak Juan" panggil Saira terdiam dan mematung.


#Flashback On


Ketika Juan hendak keluar kamar hotel dan mereservasi sarapan di hotel yang dia dan Saira tempati, tidak sengaja Juan melihat Helena duduk di restoran sambil menangis.


Juan tadinya ragu bila mendatanginya tapi karena dia jiwa seorang laki laki yang tidak bisa melihat wanita menangis apalagi wanita itu pernah ada di hatinya.


"Helen" sapa Juan menghampiri Helen.


"Juan" Helen mendongak menatap Juan ke atas. "Sedang apa kamu di sini" tanya Juan. " Aku menginap di hotel ini" Jawab Helen. " Apa kamu menginap bersama suamimu, kemana sekarang suami mu" tanya Juan lagi.


"Aku menginap sendiri Juan, dan sebentar lagi aku akan cek out dari hotel setelah sarapan" ujar Helen. "Oh" Juan tidak berani bertanya lagi walaupun Juan sebenarnya tahu Helen habis menangis.


"Ya sudah aku pergi dulu Helen, takut Saira mencari ku" Juan hendak pergi meninggalkan Helen.


"Juan bisa kah kamu menemaniku sebentar kita ngobrol dulu, kita sudah lama tidak berbicara santai" cegah Helen.

__ADS_1


Juan sempat terdiam sebentar tapi karena sebentar Juan mengiyakan.


__ADS_2