Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 70


__ADS_3

Saira menyalin pekerjaan yang malam sudah di susun oleh Saira untuk Yura ke sebuah file.


"Yura, mbak Sely kemana kok belum datang" tanya Saira melihat meja Sely masih kosong. "Tadi yang saya dengar mbak Sely masuk rumah sakit kak" jawab Yura.


"Loh, kenapa bisa sampai ke rumah sakit memang sakit apa mbak Sely?" tanya Saira khawatir. "Sakit apanya saya kurang tahu kak, tapi katanya mbak Sely mengeluh sakit di bagian perutnya kak" jelas Yura. "Oh ya ampun kasian sekali mbak Sely.


Saira sangat khawatir pada teman dekatnya di kantor yang selama ini selalu menemainya.


Saira selalu menengok ke meja kerja Sely. Biasanya Sely lah yang menanggapi setiap pendapatnya tentang pekerjaan di kantor. Saira sudah menganggap Sely sebagai kakak.


Saira sibuk dengan pekerjaan hingga melupakan sejenak tentang Sely sampai waktu istirahat tiba Saira mengajak Yura ke kantin.


Di dalam lift Saira bertemu pak Rey dan pak Adrian. Mereka sama sama akan pergi makan siang bedanya Saira dan Yura pergi ke kantin bersama karyawan lainnya, sedangkan pak Adrian dan pak Rey ke tempat makan yang sering mereka kunjungi di luar.


"Selamat siang pak Rey dan pak Adrian" sapa Saira tersenyum. " siang Saira" hanya pak Adrian yang menjawab Rey dengan biasa hanya tersenyum kecil mengangkat bibir sebelah kanannya.


"Saira, kamu belum mengajukan cuti, kehamilan kamu sudah besar" tanya pak Adrian. "Belum pak, baru akan mengajukan pak" jawab Saira. "Ya sudah nanti kalau sudah siap kamu kirimkan ke saya" ujar pak Adrian. "Baik pak, Terima kasih" ucap Saira dan mereka berpisah setelah Saira dan Yura keluar dari lift terlebih dahulu.


"Kak Saira, ada yang aneh tidak dengan atasan kita yang tadi" tanya Yura. "Aneh bagaimana" tanya balik Saira. "Itu loh, yang satu ramah, yang satu lagi dingin banget sikapnya kaya es batu tapi ganteng sih" ucap Yura.


"Oh itu mungkin yang kamu bilang ramah itu pak Adrian, dan yang satunya lagi pak Rey yang kamu bilang dingin sedingin es batu" jelas Saira seraya menyeringai.

__ADS_1


"Dia masih single loh Ra, kamu masih bisa mengejarnya" goda Saira. "Ish, kak Saira dia kan atasan kita pasti levelnya juga beda" ujar Yura. "Ya kalau cinta tidak melihat level kan Ra, gas terus" Saira terkekeh. "Ih, apaan sih kak Saira" Yura tersenyum malu.


Mereka makan di meja yang sama sembari bersenda gurau. tak terasa waktu istirahat sudah selesai mereka kembali lagi ke tempat kerja mereka dan melanjutkan pekerjaannya masing masing.


"Kak Saira, maaf aku boleh bertanya" ucap Yura ragu. "Mau tanya apa Yura, biasanya juga langsung nanya" ujar Saira. "Tidak, aku hanya ingin bertanya saja" ucap Yura. "Memang kamu mau tanya apa" tanya Saira. "Kak Saira setelah lahiran akan kembali bekerja lagi" tanya Yura. "Oh itu, insya Allah Yura, saya akan bekerja kembali setelah masa cuti saya telah habis" jawab Saira. "Lalu baby nya sama siapa kak?" tanya Yura lagi.


Deg.


Saira sampai belum kepikiran sampai kesitu, yang ada dibenak Saira ada ibu dan mamahnya yang membantu, tapi itu tidak mungkin jika terus menerus.


"Maaf ya kak, pertanyaan saya menyinggung kak Saira" Yura tidak enak. "Tidak kok Yura, kamu benar. Nanti aku mau mendiskusikan dulu sama suami saya dan keluarga" jelas Saira.


"Hmm, kak Saira membuat modul tentang konsep yang kak Saira buat jelas dan panjang sekali seolah olah kakak akan menyerahkan semuanya pada saya" jelas Yura.


"Oh itu, saya sengaja buat sejelas sedetail mungkin supaya kamu tidak bingung saat aku cuti" Saira terkekeh. "Oh begitu, saya pikir.." Yura tidak melanjutkan kalimatnya karena sudah mengerti.


Yura dan Saira melanjutkan kembali pekerjaan mereka dan Yura membaca file yang telah dibuat Saira untuknya. Hingga menjelang sore tiba waktunya akan pulang.


"Yura, kamu tahu mbak Sely di rawat mana?" tanya Saira. "Kalau tidak salah di rumah sakit medistra kak" jawab Yura. "Kamu mau menengok kapan ke mbak Sely" tanya Saira. "Belum tahu kak, belum ada yang mengajak" sahutnya. "Bagaimana kalau kita jenguk mbak Sely sekarang pulang kerja" seru Saira.


"Kak, mau hari ini jenguk nya. Lagian kak Saira kan sedang hamil besar aku takut bawa bawa orang hamil" Yura tidak berani. "Memangnya ada apa dengan orang hamil" Saira mencebik. "Orang hamil kan bukan orang sakit, jadi mau ya kita jenguk mbak Sely sekarang" rayu Saira. Yura yang melihat Saira yang memaksanya dan memelas akhirnya menyetujuinya.

__ADS_1


"Kita naik taxi online saja ya Ra" ujar Saira. "Baik kak" Sahut Yura. Mereka turun menggunakan lift berpapasan dengan pakn Rey dan pak Adrian.


"Selamat sore pak" Saira dan Yura memberi hormat dengan menunduk. Keluar dari lift mereka tidak langsung pulang tapi duduk di lobi.


"Kok tidak langsung pulang" tanya pak Adrian. "Tidak pak kami sedang menunggu taxi online. " Memang kalian mau kemana" tanyanya lagi. "Kami mau menjenguk mbak Sely di rumah sakit" jawab Yura. "Kamu ikut Saira" langsung melirik ke arah Saira. "Iya pak, saya ikut menjenguk mbak Sely" ucap Saira. "Naik apa kesananya" tanyanya. "Kita pesan taxi online pak" jawab Saira.


"Sudah kalian ikut kami" Rey menyela. "Rey aku tidak bisa kalau sekarang karena sudah ada janji" Adrian menjawab. "Kamu janji dengan siapa" tanya Rey. "Ada janji dengan klien, apa kamu lupa" sahut Adrian.


"Baik kita antarkan mereka saja Saira sudah hamil besar, kasian jika harus naik taxi online" terangnya.


"Tapi kami sudah memesan taxi online pak" sanggah Yura. "Batalkan saja" dengan gampang Rey memerintah. "Saira langsung mengedipkan mata ke Yura untuk mengikutinya.


"Ya pak sudah saya batalkan" nanti saya kasih tips untuk taxi onlinennya" ujar Rey. Yura merasa lega karena sudah membatalkan sepihak drivernya. Mereka ikut satu mobil dengan pak Rey dan pak Adrian karena Rey tidak ingin ada kecurigaan kalau hanya Rey yang mengantarkannya.


Di mobil pak Adrian menanyakan keadaan Sely pada Saira dan Yura. Karena laporan izin yang masuk padanya hanya sakit saja. Saira hanya menjawab seperlunya begitu juga dengan Yura yang masih canggung karena masih karyawan baru.


Mobil Rey sudah sampai ke rumah sakit yang di tuju. Saira dan Yura turun dari mobil.


"Pak terima kasih banyak atas tumpangannya" ucap Saira. "Pak Adrian dan pak Rey tidak ikut menjenguk mbak Sely sekalian tawar Yura basa basi. "Maaf sekarang saya tidak bisa karena masih ada janji dengan seseorang, salam saja dari kami untuk Sely semoga lekas sembuh" Terang pak Adrian.


"Baik pak" ucap Yura. Mereka keluar dari mobil dan menuju lobi rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2