Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 88


__ADS_3

Juan melepaskan tangan Helena.


"Maafkan aku Helena, semua sudah terlambat. Jika saja ini kamu ucapkan dulu sebelum kamu pergi meninggalkan aku, aku akan memperjuangkannya tapi sekarang sudah berbeda" jelas Juan.


Memang aku akui aku teramat cinta padamu sampai aku gila mencintaimu di luar akal sehat ku, tapi aku sadar cinta itu bukan hanya hati saja, tapi pikiran dan perasaan nyaman berada di dekat orang yang kita sayangi tanpa pamrih itu cinta sesungguhnya" terang Juan.


" Maafkan aku Helena, kisah kita sudah berakhir dan benar benar selesai hari ini. Aku sudah mencintai orang yang seharusnya aku cintai. Setiap orang memiliki versi cintanya sendiri. Aku dulu yang mencintaimu dengan aku sekarang yang mencintai wanita ku dengan perasaan yang sekarang memiliki cinta yang berbeda" Jelas Juan.


"Kembalilah pada suami mu, jika kamu masih berjodoh atau carilah pria yang benar benar mencintai mu tulus apa adanya. Kasian anak yang kamu kandung Helena, dia butuh kasih sayang seorang ayah" tambah Juan.


"Juan jangan seperti ini, aku hanya ingin kamu bukan yang lain! Sudah banyak yang ku korbankan demi kamu. Kamu mau aku gugurkan kandungan ini? baik akan aku lakukan asal kamu kembali lagi padaku" mohon Helena. "Tidak Helena, ada tidaknya bayi itu tidak merubah segalanya karena sudah cukup yang menjadi korban bukan hanya kamu tapi aku dan istri ku juga mengorbankan perasaannya. Jadi tolong Helena kamu harus mengerti. Cinta tidak harus memiliki. Jika kamu masih mencintaiku ikhlaskan aku dengan wanita pilihanku begitupun diriku akan mengikhlaskan semuanya" tegas Juan.


"Tidak Juan, jangan tinggalkan aku" Helena menangis histeris.


"Maafkan aku Helena aku harus pergi" Juan segera beranjak dan pergi meninggalkan Helena sendiri yang menangis.


"Juan merasa lega sudah menuntaskan satu persatu permasalahannya. Agar tidak terpancing lagi Juan menghapus kontak Helena dan memblokirnya agar dia tidak kembali lagi ke lubang yang sama.


Juan kembali ke apartemennya merenungi kesalahannya.

__ADS_1


Sudah 2 minggu Juan terus bolak balik ke kantor papahnya, membujuk papahnya agar memberitahu dimana keberadaan istri dan anaknya walau akhirnya hanya pengusiran dari papahnya.


Hari ini Juan berhenti mendatangi kantor papahnya. Dia akan berusaha sendiri mencari keberadaan anak dan istrinya tanpa campur tangan papahnya.


Juan mencari informasi selain ke ayah dan ibu Saira mereka tidak mengetahui kalau mereka sebenarnya dipisahkan oleh papah Tirta.


Hingga akhirnya Juan sengaja menunggu sampai malam di tempat kerja Saira. Menunggu teman Saira yang di ingatnya dekat.


Ya Yura dan Sely hanya mereka yang dekat dengan Saira.


"Selamat malam, maaf saya menganggu waktunya. Saya suaminya Saira" Juan memperkenalkan diri.


"Oh iya pak, selamat malam. Saya Sely dan ini teman saya Yura" ujar Sely. Sely tampak biasa saja berbeda dengan Yura. Yura pernah melihat suaminya Saira di kejadian sebelum Saira melahirkan dan di kejadian itu tampak suami Saira dan pak Reyhan bertengkar.


"Panggil Sely saja pak" sahut Sely. Sudah lama Saira tidak menghubungi saya terakhir pas dia bilang mau liburan" jelas Sely. "Saira tidak bilang mau liburan kemana?" tanya Juan. "Tidak" Sely merasa aneh. " Boleh saya minta nomor teleponnya Saira? soalnya ponsel saya hilang jadi kontak kontaknya hilang termasuk nomor keluarga dan Saira" ujar Juan berbohong.


"Oh, begitu. Memangnya pak siapa maaf namanya?" tanya Sely lupa. "Juan" Juan mengingatkan. "Oh iya pak Juan tidak ikut liburan dengan Saira" tanya Sely merasa aneh. "Oh itu saya sedang ada pekerjaan keluar kota jadi tidak sempat mengantarnya. Jadi saya akan menjemput Saira sekarang. Tapi ponsel saya hilang saya tidak bisa menghubungi Saira" terang Juan agar Sely tidak curiga.


Setelah Sely memberikan nomor Saira Juan berpamitan pulang.

__ADS_1


"Ra, kamu lihat ada yang aneh tidak dengan suaminya Saira" tanya Sely. "Aneh bagaimana?" sahut Yura yang sebenarnya dia lebih awal merasa curiga dengan masalah yang terjadi pada Saira. Tapi dia tidak ingin mencampuri urusan rumah tangga orang lain..


"Ya itu tadi suaminya Saira. Masa dia tidak tahu istrinya berlibur kemana dan nomor ponselnya juga tidak ada" ujar Sely.


"Kan tadi sudah di jelaskan mbak, Pak Juan ponselnya hilang jadi kontak kontaknya juga ikut hilang otomatis dia tidak punya nomor istrinya" Yura menjelaskan. Akhirnya mereka juga pulang ke rumah masing masing.


Dengan bermodalkan nomor telepon Juan bisa mengetahui keberadaan Saira sekarang. "Sepertinya aku hapal tempat ini" pikir Juan melihat data no ponsel Saira. "Ini kan kota kelahiran mamah, rumahnya kakek dan nenek. Kenapa aku tidak kepikiran Saira di sembunyikan di rumah nenek ya. Pokoknya aku pulang tidak boleh bawa tangan kosong" Juan bermonolog. Juan berencana akan menjemput Saira dan Keanu anaknya dan menjelaskan semuanya.


Juan meminta cuti pada atasannya selama 2 hari untuk menjemput Saira. Pulang kerja Juan langsung mengemas pakaiannya Juan tidak sabar ingin cepat cepat bertemu dengan istri dan anaknya.


Di perjalanan Juan mengingat dulu sewaktu kecil masih ada nenek dan kakeknya dia sering di ajak ke rumah nenek dan kakeknya untuk liburan. Di sana udaranya sejuk dan masih asri.


Juan tiba di kota tersebut dini hari, Juan mencari tempat makan tapi tidak ada yang buka. Akhirnya Juan berhenti di minimarket yang buka 24 jam. Juan membeli roti dan minuman untuk mengisi perutnya yang lapar.


Setelah makan Juan melanjutkan perjalanan yang tinggal sebentar lagi sampai ke rumah neneknya.


"Masih gelap, kalau aku masuk takutnya menggangu mereka yang sedang tidur" Juan bermonolog. "Aku tidur sebentar saja di mobil" ujar Juan. Juan sengaja memarkirkan mobilnya agak jauh dari rumah neneknya agar tidak diketahui mamah atau Saira.


Juan terbangun oleh seseorang yang mengetuk ngetuk kaca mobilnya.

__ADS_1


"Selamat pagi pak" ucap bapak tersebut. "Iya pak" Juan sembari mengucek mata kaget. "Maaf bapak siapa, dan mau ke siapa ya" tanya bapak tersebut curiga melihat mobil yang terparkir lama di ujung jalan.


"Maaf pak saya kelelahan habis menyetir mobil, jadi ketiduran" ujar Juan. "Saya Juan pak, cucu Almarhum bapak Hartono yang rumahnya di sebrang sana" jelas Juan. "Oh sampean cucunya pak Tono toh, kenapa tidak langsung ke rumahnya saja. Sepertinya sedang ada anaknya di rumahnya" ujar bapak tersebut. "Iya pak, tadi saya mau ke sana tapi takut menganggu jadi tunggu sudah terang dulu" terang Juan. " Ya sudah, saya permisi dulu pak" pamit bapak tersebut. " Iya pak silakan" jawab Juan.


__ADS_2