Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 43


__ADS_3

Saira sudah siap siap untuk pulang sedangkan beberapa karyawan lain ada yang bersiap akan menghadiri acara kantor.


Dari jauh ada seseorang yang memperhatikannya.


"Ra, kamu dijemput" tanya Sely. "Tidak kak aku pulang sendiri suamiku lagi ada meeting dikantornya tidak bisa jemput" ujar Saira.


"Terus kamu naik apa pulangnya" tanya Sely lagi. "Tenang aja kali mbak, kan banyak babang ojol" jawab Saira sembari bercanda. "Seperti tidak pernah melihat aku pulang sendiri saja mbak" Saira tersenyum.


"Ya sih Ra, tapi kan setelah menikah kamu rutin di jemput sama suami mu" ucap Sely.


"Iya mbak tapi tidak setiap hari kalau suamiku pulangnya pas bareng saja". " Oh" sahut Sely mengerti.


"Ya sudah kita duluan ya Ra" pamit Sely bersama teman kantor lainnya. " Iya, silakan mbak" jawab Saira.


"Sel, Saira tidak ikut" tanya Rey. "Tidak pak, dia mau langsung pulang saja tidak bisa ikut ke acara pak Ferry sekarang" ujar Sely lalu di jawab anggukan oleh Rey.


Saira memesan kendaraan pulang lewat aplikasi online.


Seorang satpam menghampiri Saira. Mbak Saira pesan ojek online" tanya pak Satpam. "Oh iya pak" jawab Saira. "ojek online sudah menunggu di depan mbak" ujar pak Satpam.


"Iya pak saya ke sana sekarang, terima kasih ya pak" ucap Saira. "Sama sama mbak Saira " sahut pak Satpam.


"Dengan mbak Saira" langsung ditanya oleh abang ojolnya" Iya mas saya" sahut Saira. Ke jalan Kemuning ya mas" Saira memberikan alamatnya. "Baik mbak" sahut abang ojol.


"Terima kasih ya mas" Saira sembari memberikan ongkos. " Aduh mbak tidak ada kembaliannya" jawab mas ojol sambil mencari uang kembalian di dompetnya. "Sudah mas kembaliannya buat mas nya saja" Saira mengangkat tangannya di dada agar tidak usah dikembalikan uangnya.


"Terima kasih ya mbak, semoga mbak banyak rezekinya" ucap mas ojolnya berterima kasih.

__ADS_1


"Sama sama mas, saya juga terima kasih sudah di antarkan ke tempat tujuan sampai selamat" ujar Saira kemudian masuk ke dalam apartemennya.


Acara kantor Saira yang di adakan di salah satu hotel ternama di kota tersebut. Di mana para karyawan mulai dari staf, kepala divisi hingga direktur hadir pada acara tersebut.


Seperti biasa Juan hanya diam di sudut ruang di tengah acara tidak ikut berbaur dengan karyawan lainnya seperti Adrian.


Alih alih mengalihkan keramaian Rey berpindah tempat ke ruangan lain yang hanya di batas sekat kaca saja, akan tetapi masih bisa melihat para karyawannya. Tiba tiba Rey tidak sengaja melihat seorang pria yang pernah dia lihat sebelumnya dengan seorang wanita.


"Sepertinya aku mengenalnya" Juan mencoba mengingat pria tersebut.


"Seperti suami Saira" penasaran Juan mendekati duduknya tidak terlalu jauh dari meja yang di tempati Juan dan wanita itu.


"Yah benar itu suami Saira aku ingat wajahnya" Juan memastikan. "Tapi untuk apa dia kesini dengan wanita lain, apakah ada urusan pekerjaan tapi sepetinya dia cukup dekat dengan wanita itu tidak seformal dengan urusan pekerjaan, apa Saira mengenal wanita itu" pertanyaan demi pertanyaan yang ada di pikiran Rey.


"Hei, Rey ternyata kamu di sini" panggil Adrian yang mengagetkan Rey. "Iya, aku mencari tempat yang tidak begitu ramai" jawab Juan.


"Orang kesini itu untuk bersenang senang Rey bukan untuk menyendiri" ujar Adrian. "Aku kesini juga karena menghargai Ferry karena pekerjaan dia memuaskan dan sudah banyak jasa pada perusahaan ini" ungkap Rey.


"Ayo Rey kita gabung kembali ke tempat tadi" ajak Adrian dan Rey pun mau tidak mau mengikuti Adrian sampai acaranya selesai.


Rey sebelum pulang sempat melihat ke meja yang tadi di duduki oleh suami Saira tapi sudah tidak terlihat lagi.


Besoknya Rey tidak sengaja berpapasan di lobi kantor dengan Saira. Saira hanya menunduk memberi hormat pada Rey seperti biasa. Ketika akan naik melalui lift Rey dan Saira naik di lift yang sama.


Di dalam lift awalnya mereka hanya diam tetapi Juan entah mengapa memberanikan diri untuk bertanya pada Saira.


"Saira" panggil Juan. "Iya pak" sahut Saira.

__ADS_1


"Em..kemarin kamu pulang sendiri" Juan mencari pertanyaan yang pas agar tidak terlihat curiga. "Iya pak sendiri" jawab Saira.


"Tidak dijemput oleh suami" Saira kaget dan menengadah kepalanya ke arah Rey. " Saya pulang sendiri pak, suami saya tidak bisa menjemput karena ada pekerjaan di kantor hingga malam" jawab Saira. "Memang kenapa pak" tanya Saira yang merasa aneh karena tidak biasanya pak Rey menanyakan kepulangannya.


"Tidak, aku lihat kamu kemarin pulang sendiri biasanya kamu selalu dijemput suamimu" jawab Juan sedikit gugup takut ketahuan dirinya sering memperhatikannya.


"Oh, iya pak" jawab Saira singkat.


"Permisi pak saya duluan" Saira berjalan dengan cepat menghindari Rey. " Kenapa aku selalu tegang ya setiap bertemu dengan pak Rey, sebenarnya kan dia ha ya bertanya. Aduh kamu Ra, jangan GR deh, pasti pak Rey juga akan bertanya dengan pertanyaan yang sama dengan karyawan yang lain juga" Saira merutuki dirinya.


Sedangkan Rey di dalam ruangannya masih penasaran. Apakah dia akan menanyak wanita yang bersama dengan suaminya semalam.


"Apa hak ku menanyakan hal seperti itu" pikir Rey mengingat kembali bahwa dia bukan siapa siapa Saira hanya atasan dan bawahan di perusahaannya. Tapi Rey tidak mau berpikir yang tidak tidak dan mengabaikan apa yang dilihat semalam.


Juan bekerja seperti biasanya mengerjakan berkas berkas yang akan di input ke pusat di temani oleh rekan kerjanya pak Ferdi, kemudian terdengar suara ketukan pintu.


Tok tok..


"Masuk" ucap Juan.


"Permisi pak saya membawakan laporan yang bapak minta" Gwen bersikap profesional saat bekerja ketika ada karyawan lainnya. Akan tetapi jika hanya berdua saja Gwen akan bersikap santai pada Juan.


"Ya silakan simpan saja di meja" Juan memberikan perintah pada Gwen dan meneruskan diskusinya dengan pak Ferdi. Gwen memberikan laporan yang diminta Juan dan menyimpannya di atas meja kerja Juan.


Juan dan pak Ferdi melihat Gwen masih berdiri di ruangannya.


"Gwen jika sudah menyerahkan laporan silakan kembali bekerja " Juan memperingati.

__ADS_1


"Ya, baik pak" Gwen berjalan meninggalkan ruangan Juan dengan perasaan kesal karena tidak biasanya Juan bersikap acuh seperti tadi. "Ada apa dengan Juan, mengapa sikapnya menjadi dingin seperti itu" gumam Gwen.


Saira dengan pekerjaannya dan begitupun Juan dengan kesibukan pekerjaan masing masing. Berbeda dengan Rey dan Gwen yang dengan pikiran yang ada dibenaknya masing masing memikirkan urusan dan sikap pasangan suami istri tersebut.


__ADS_2