Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 112


__ADS_3

Juan yang melihatnya hanya terdiam tidak bisa berkata kata.


"Dengan mbak Helena sudah menyadari kesalahan mbak Helena saya sudah memaafkan mbak Helena. Kita sama sama wanita jadi saya bisa merasakan apa yang di rasakan mbak Helena tapi cara mbak Helena salah" jelas Saira.


"Mari kita hidup berdamai mengikuti alur yang sudah tuhan tentukan, kita tinggal menjalaninya dengan sebaik mungkin" tambahnya.


"Aku terlanjur di tutupi rasa cemburu yang teramat pada dirimu, Saira" ucap Helena. "Kamu beruntung bisa mendapatkan laki laki yang bertanggung jawab sedangkan aku harus menderita dengan nasibku bersama suamiku dulu. Sekarang sudah terlambat aku sudah tidak bisa apa apa hanya menunggu hukuman yang akan aku terima" pasrah Helena.


"Tidak, jika mbak Helena bisa merubah segalanya dengan baik semuanya bisa rubah dan diperjuangkan. Ingat ada calon bayi yang membutuhkan kasih sayang ayah dan ibunya, tapi bukan di sini tempatnya" ujar Saira.


Helena mendongak ke arah Saira heran.


"Mbak Helena, saya akan mencabut laporan dan tuntutan saya akan mbak Helena" Juan dan Helena langsung melihat Saira kaget.


"Yang!" Juan menyela. "Apa maksudnya ini?" Helena kaget. Helena dan Juan kaget dengan apa yang Saira Katakan "Iya kak, kakak aku minta sama kaka tolong kali ini Saira ingin meminta pada kak Juan untuk mencabut laporannya" pinta Saira.


"Yang, tidak semudah itu. Apa Kamu lupa apa yang sudah Helena lakukan padamu" Juan mengingatkan.


"Aku tahu kak, tapi apa salahnya kita memberikan kesempatan pada orang yang ingin berubah. Apalagi ada nyawa yang akan hidup sebentar lagi" Helena menangis melihat sikap Saira yang sudah memaafkan dia dan berbesar hati mau membebaskannya.


"Terserah padamu saja yang" Juan pasrah. Bukannya Juan tidak melihat sisi kemanusiaannya tetapi Juan takut Helena akan mengulangi kejahatannya lagi pada keluarganya terutama Saira.


"Terima kasih sayang" ucap Saira tersenyum pada Juan.


"Juan, kamu sangat beruntung memiliki wanita seperti Saira. Mungkin ini takdir kamu melepaskan aku dan mendapatkan wanita yang lebih baik bahkan jauh dari ku. Hatinya selembut wajahnya. Terima kasih Saira, maafkan aku sudah membuatmu seperti ini.


Entah aku harus berterima kasih padamu seperti apa hingga aku sadar akhirnya cinta yang tulus bisa mengalahkan cinta karena obsesi" Helena tulus meminta maaf"


"Mbak, kita lupakan semuanya. Yang terpenting kita akan hidup bahagia dengan kehidupan kita masing masing" ucap Saira.

__ADS_1


"Baik" Helena mengusap air matanya sembari menganguk.


Juan yang mendengar itu merasa bangga pada istrinya yang bijak akan menyikapi permasalahan.


"Ayo kak kita pulang" ajak Saira. "Iya" Juan mendorong kursi roda Saira untuk keluar dari ruangan besuk.


Helena menangis entah dia menangisi kesalahannya atau kebahagiannya dia akan diberi kesempatan lagi untuk menghirup udara bebas.


Pram yang mendengar Helena akan di bebaskan karena tuntutannya di cabut, merasa senang karena bisa melihat mantan istrinya bebas dan melahirkan di luar bukan dipenjara. Dan langsung mendatangi kantor Juan lagi untuk berterima kasih.


"Pram, lagi lagi kamu salah alamat untuk berterima kasih" ucap Juan melihat kedatangan Pram ke kantornya hanya untuk berterima kasih.


"Saya hanya mengucapkan melalui suaminya agar tersampaikan kepada istri anda yang sangat mulia hatinya" ujar Pram.


Berbeda dengan mamah dan papah. Mamah yang mengetahui Helena di bebaskan merasa kecewa. Mamah sorenya langsung datang ke rumah Juan untuk memastikannya.


"Juan, mengapa sampai kamu bebaskan Helena? Biarkan dia merasakan hukumannya terlebih dahulu setelah apa yang sudah dia lakukan pada Saira" protes mamah.


"Sayang, kenapa terlalu cepat kamu membebaskannya" tanya mamah pada Saira pelan berbeda saat bertanya pada Juan.


"Mah, Maaf sebelumnya Saira tidak berdiskusi dulu dengan mamah. Saira hanya tidak ingin menjadi orang yang jahat juga. Saira hanya manusia biasa dan Saira juga merasa ada benang merahnya di situ. Apalgi Helena sedang hamil, Saira tidak ingin bayinya dilahirkan di dalam penjara. Saira juga sama sepertinya memiliki anak bagaimana jika itu terjadi pada Saira mah," jelas Saira.


"Tapi kan Ra, dia belum mendapatkan hukumannya yang sesuai?" tanya mamah. "Mah hukuman terberat baginya adalah keterpurukan dan penyesalannya dalam hidupnya.


Saira hanya memberikan kesempatan padanya untuk memperbaiki kesalahannya" terang Saira.


"Oh ya Tuhan. Betapa baiknya menantu mamah ini" mamah memeluk Saira erat.


"Tapi ada yang harus di hukumnya juga selain Helena" ucap Mamah sontak Saira dan Juan menatap mamah kaget.

__ADS_1


"Siapa mah" tanya Saira dan Juan berbarengan.


"Itu kamu kak. Kamu juga ikut andil dari semua ini. Jika kamu tidak memulainya pasti tidak akan seperti ini" kesal mamah.


"Tapi mah, kakak kan sudah meminta maaf dan memperbaiki sikap Juan pada Saira. Betul kan yang?" Juan meminta bantuan pada Saira.


"Iya mah kak Juan sudah berubah, sekarang sudah lebih baik" bela Saira.


"Tidak, untuk sekarang Saira dan Keanu akan mamah bawa ke rumah selama satu bulan sebagai hukumannya dan kamu tidak boleh mengunjunginya kalau belum satu bulan" ancam mamah.


"Mana bisa seperti itu mah" Juan menyela tapi mamah tidak mengubrisnya. "Satu minggu ya mah?" tawar Juan mamah tetap menggelengkan kepala. " Dua minggu ya..ya" Juan memohon.


"Tidak, atau mamah tambah lagi waktunya agar tidak bisa bertemu" tegas mamah.


"Ok..ok. Juan akan tepati asal boleh telepon karena kakak ingin tahu kabar istri dan anak kakak" pinta Juan.


"Kalau hanya ingin mengetahui kabar kakak bisa menghubungi mamah atau papah" terang mamah.


"Huft..Kalau ibu negara sudah memberi peraturan sudah tidak bisa di ganggu gugat" gumamnya.


Saira sebenarnya keberatan karena dirinyapun tidak bisa jauh dari suaminya tapi mamah sudah memberi keputusan Saira tidak bisa menolaknya.


"Yang bantu kakak dong!" bisik Juan. "Aku harus bagaimana kak? kakak saja yang anaknya tidak bisa apalagi aku menantunya" ucap Saira pelan.


"Tidak ada negosiasi!" mamah melihat gelagat Juan yang meminta pertolongan pada Saira.


"Ayo sayang kemasi barangmu, mamah panggil bi Marni agar bisa bantu kamu" ujar mamah. Saira yang pasrah mengikuti perintah mamah.


"Ra, hati hati!" mamah melihat Saira sudah berdiri di atas kursi rodanya.

__ADS_1


"Tenang saja mah, Saira sudah mulai bisa berdiri di atas kursi roda sekarang Saira sedang belajar agar bisa melangkah sedikit demi sedikit" ujar Juan melihat mamahnya kaget.


"Oh, syukurlah" mamah lega. Juan membantu Saira pindah ke tempat tidur dengan memapahnya. Sementara bi Marni menyiapkan koper dan baju baju yang akan di bawa. Dan mamah sedang mengendong cucunya Keanu.


__ADS_2