Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 14


__ADS_3

Hari demi hari Saira menjalankan kuliah dengan tugas tugas dari para dosen. Saira jarang pulang ke rumah, kebanyakan Saira menghabiskan waktu di kosan untuk menyelesaikan tugas kuliahnya. Berharap kuliahnya selesai tepat waktu.


Begitupun Juan yang menghabiskan waktunya untuk lembur bekerja dan jika akhir pekan tidak ada acara Juan menyempatkan mengunjungi Saira ke kosan. Perhatian Juan terhadap Saira sangat tinggi tapi lagi lagi Juan terkadang terlalu mengekang Saira untuk berpergian keluar berbeda dengan dirinya yang bebas kemana mana. Saira hanya bisa diam karena bertanya pun Juan akan berubah sikapnya seolah olah Saira banyak bertanya dan selalu salah.


Tetapi ada seseorang di sana yang sama selalu mendukung Saira walau pun dia tahu Saira sudah memiliki tunangan tapi dia tetap masih berharap, dialah Valen yang dengan sabar dan tentunya ramah tidak pernah kasar secara verbal walau salah.


"Kak valen, sudah lama di sini." Tanya Saira yang melihat Valen duduk di deretan meja di ruang perpustakaan kampus.


"Iya, Ra kakak sedang cari referensi untuk bahan skripsi tahap akhir kakak." Jawab Valen, padahal dia di sana hanya untuk mendekati dan melihat lebih lama Saira. Karena Valen sebenarnya sudah menyelesaikan skripsinya tinggal menunggu jadwal sidang.


"Oh" Ucap singkat Saira. "Kamu sedang apa Ra di sini," Tanya Valen. " Ini kak aku sedang mencari bahan untuk kajian presentasi ku lusa." Jawab Saira. "Kamu coba baca buku ini mungkin bisa jadi bahan masukan untuk materi yang akan kamu presentasikan. "Terima kasih kak, aku dari tadi cari beberapa buku tapi belum ada masuk materinya, ko kakak tahu materi yang sedang aku cari." Tanya Saira heran. " Ah, kakak cuma lihat dari mata kuliah kamu saja yang sekarang sedang dipelajari kemungkinan materinya sama." Jawab Valen ringan. Valen tahu karena sudah memperhatikan Saira sejak datang melihat buku buku yang Saira ambil dari rak buku.


"Aku pikir kak valen alih profesi selain jadi mahasiswa bisa jadi cenayang juga" Ujar Saira tertawa pelan.


Valen senang melihat wajah Saira yang terlihat cantik dari tawa riangnya.

__ADS_1


"Kak, sepertinya aku harus masuk kelas lagi ada mata kuliah lagi setelah ini." Ujar Saira. "Baiklah, sampai ketemu lagi Saira." Ucap Valen. "Oke." Saira sambil jarinya membentuk huruf O.


"Saira seandainya kamu tahu selama ini aku kagum akan dirimu dan menginginkan kamu jadi kekasihku, walau kamu sudah bertunangan aku tetap berusaha untuk mendapatkanmu sebelum janur kuning melengkung aku pantang menyerah." Batin Valen dengan senyum sedih.


Saira bukan tak tahu akan arti perhatian valen yang berbeda dengan lelaki lainnya tetapi merasa tidak merasa pantas untuk di kagumi dan dia sadar sudah memiliki ikatan dengan seseorang yang sudah menjadi tunangannya walau Saira akui perasaan dan sikapnya lebih dari lembut dari Juan tapi tetap Saira lebih memilih Juan karena selama hubungan dengan Juan Saira tidak pernah berpaling dari Juan bahkan dia selalu jaga jarak dengan pria lain untuk menghormati hubungannya dengan Juan. Juan sudah terlalu banyak membantu Saira baik moril maupun materil itu tidak akan Saira lupakan yang menyebabkan Saira sulit untuk berpisah walau kadang sakit yang di rasa.


Tiba tiba Saira rindu akan suara Juan kemudian Saira segera menghubungi Juan dengan melakukan panggilan Video.


Dert..dert


Juan : "Waalaikumsalam." halo sayang tumben telepon ada apa?"


Saira : "Tidak apa apa, cuma kangen saja."


Juan : "Apa kakak kesana saja menemui kamu supaya kangennya hilang."

__ADS_1


Saira : Tidak usah kak, cukup dengar suara kak Juan saja sudah cukup mengobati rindu aku"


Juan : "Sudah pinter gombal ya kamu."


Saira : "Kan kakak yang ngajarin. Ya, sudah aku mau melanjutkan lagi tugas ya kak"


Juan : "Kamu baik baik ya di sana ya. Luv u"!


Saira : "me too"


kerinduan Saira terobati dengan mendengar suara Juan begitu juga Juan dia jika sudah rindu berat langsung datang ke Bandung walau capai pulang kerja.


"Sebentar lagi jadwal praktek aku di lapangan sebaiknya aku harus mencari perusahaan yang cocok untuk magang." Gumam Saira.


Di kampus. "Ra, sudah lihat jadwal magang kita dari kampus?" Tanya Tania. "Sudah Tan, tapi aku belum cari perusahaan yang bisa menerima magang aku." Jawab Saira. "Kamu bareng aku sama Fika saja, kebetulan Fika punya kenalan. Paman Fika bekerja di bidang keuangan di perusahan tersebut. Ujar Tania.

__ADS_1


"Benarkah, Tan?" Tanya Saira meyakinkan dijawab dengan anggukan Tania. "Alhamdulillah, ya Allah" Terima kasih ya Tania aku jadi tidak bingung lagi cari tempat magang." Saira sambil merangkul Tania. "Ayo kita ke kelas siapa tahu Fika sudah datang nanti kita tinggal tanya Fika lagi.


__ADS_2