Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 6


__ADS_3

Hari yang ditunggu telah tiba, yaitu hari penentuan kelulusan di SMA Saira. Saira datang pagi pagi ke sekolah untuk melihat papan pengumuman supaya tidak keburu banyak orang berkerumun di papan pengumuman.


"Saira..ra..kita lulus." Seru Keyla gembira. "Alhamdulillah, Key akhirnya kita lulus juga." Sambil berpelukan dengan Keyla.


"Ayo, kita rayakan kelulusan kita Ra." Ajak Keyla. "Ayo." Jawab Saira.


Saira dan Keyla memilih kafe yang ada di dekat sekolah untuk merayakan kelulusan mereka.


"Key, kamu jadinya kemana kuliahnya." Tanya Saira. "Sepertinya aku mau kuliah di Kota Jakarta saja Ra. Kebetulan kakak aku ada di sana, aku bisa satu kostan sama kakakku." Jawab Keyla.


"Oh." Jawab Saira pendek.


"Kamu rencana mau kemana, Ra." Tanya Keyla. "Aku masih liat situasi Key, kalau aku bisa masuk negeri ayahku masih sanggup membiayai, tapi kalau di swasta tidak bisa karena terlalu mahal. "Aku doakan supaya kamu bisa kuliah di negeri biar bisa kuliah, Ra." ucap Keyla. " Insya Allah." harap Saira.


Setelah selesai merayakan kelulusan dengan makan makan di kafe mereka pulang ke rumah masing masing.


Dert..Dert..Dert


Saira : "Hallo, Assalamualaikum.."


Juan : "Waalaikumsalam, sayang. Bagaimana tadi hasil kelulusannya?"


Saira : "Alhamdulillah, lulus dong kak."


Juan : "Alhamdulillah."


Mereka berbincang lama di telepon, untuk sekedar menanyakan kabar dan rencana selanjutnya setelah lulus.


"Bu, hari ini Saira sedang tidak ada kegiatan tinggal menunggu ijasah." Saira lebih baik membantu ibu saja berjualan." Ujar Saira. Baiklah, tapi sambil menunggu ijasah kamu mempersiapkan segala sesuatunya untuk mendaftar kuliah." Ucap ibu. "Baik, bu. Kak Juan juga mau membantu mempersiapkan dan ikut mengantarku mencari kampus untuk Saira kuliah bu." Saira menjelaskan. "Syukurlah, ra. Kak Juan itu sangat baik sangat memperhatikanmu." Ibu tersenyum. Karena Saira sedari kecil tidak pernah pergi jauh sendiri, sedangkan Juan sudah sering berpergian jadi sudah hapal jalan.


Hari ini Saira berangkat ke sekolah untuk pengambilan ijasah. Hari terakhir dia sekolah di SMA tersebut. Begitu banyak kenangan Saira rasakan walau tidak banyak teman yang ia punya, tapi ia memiliki sahabat setia selama tiga tahun bersama Keyla membuatnya bahagia.


"Key, setelah kita lulus sepertinya kita tidak sering bertemu lagi karena kita sibuk dengan kuliah masing masing." Kita beda kota yang mengharuskan kita tidak sedekat sebelumnya." Ucap Saira sedih.


"Oh..Saira, jangan berbicara seperti itu aku kan jadi sedih." Mereka saling berpelukan. "Tapi kan kita masih bisa mengirim kabar lewat pesan dan VC." Ucap Saira.


Mereka sudah pulang ke rumah masing masing. Dan menyiapkan segala kebutuhan dan perlengkapan persyaratan untuk masuk kuliah.


Saira memantau laptop punya kak Safa untuk melihat hasil SMPTN sebelumnya.

__ADS_1


"Kak, aku pinjam laptopnya, aku mau lihat hasil pengumuman SMPTN." Ucap Saira. "Pakai saja Saira, sekarang laptopnya kamu pakai saja, kakak sekarang sudah tidak membutuhkannya karena sudah selesai tugas tugas kakak." Ucap kak Safa. "Terima kasih kak Safa." Sambil tersenyum.


"Insya Allah kalau kakak sudah bekerja kakak akan membeli yang baru saja, untuk sekarang kakak tidak menggunakannya. Ujar kak Safa Lagi.


Di lihatnya hasil pengumuman SMPTN satu persatu nama yang keluar.


"Argh..Ibu, kak Safa..aku lulus."


"Aku masuk Universitas Negeri Bandung." Jerit Saira kegirangan.


Ibu dan kak Safa menghampiri Saira.


"Ada apa Saira kamu teriak teriak sampai terdengar keluar." Ucap ibu heran. " Ini ibu nama aku keluar ada di deretan nama nama yang lulus dan masuk ke Universitas Negeri." Ujar Saira penuh ceria.


" Alhamdulillah." Ucap Ibu dan kak Safa. Selamat ya dek, semoga kamu menggapai cita cita mu. Ucap kak Safa tersenyum bahagia. Saira langsung memeluk kak Safa.


"Sudah sekarang kamu persiapkan apa saja syarat syarat yang harus disiapkan, dan kapan waktu registrasinya?. Tanya kak Safa. "Ini aku sedang menyiapkannya kak, karena sebagain sudah aku siapkan sebelumnya. Dan untuk registrasinya tanggal 12 Juli kak." Ucap Saira.


"Syukurlah kalau sudah disiapkan." Ucap kak Safa. lalu pergi meninggalkan Saira di kamarnya yang sedang mempersiapkan segala sesuatunya.


Dert..dert..Saira langsung menelpon Juan untuk memberitahu.


Saira : "Assalamualaikum."


Saira : "Kak, aku diterima di Universitas Negeri di Bandung." Ucap Saira bahagia.


Juan : "Alhamdulillah, Selamat ya sayang,"


Saira : "Kak, nanti tanggal 12 aku mau ke Bandung untuk registrasi."


Juan : "Biar kakak yang antar kamu ke Bandung."


Saira :" Tidak usah kak, biar aku saja sendiri ke Bandung, kakak kan masih sibuk di kantor"


Juan : Tidak, kakak akan ambil cuti untuk mengantarmu."


Saira : Baiklah kak, kalau tidak merepotkan kak Juan."


Juan tidak pernah membolehkan Saira pergi jauh jauh sendirian.

__ADS_1


"Huft, mana pernah selama pacaran dibolehkan pergi jauh sama kak Juan." Saira bermonolog.


Dan tanggal 12 jadwal registrasi tiba, Saira bersiap siap pergi ke Bandung diantar oleh Juan.


"Ayah, ibu Saira pergi ya ke Bandung dengan kak Juan.." Pamit Saira. "Baiklah nak, ayah dan ibu lebih tenang jika ada yang mengantarmu pergi dibanding kamu harus sendiri perginya." Ucap ayah khawatir.


Ayah dan ibu sudah mempercayakan ke Juan jika Saira berpergian.


"Ya sudah aku pergi ya Ayah, ibu". Sambil mencium tangan ayah dan ibu. Tak lupa Juan juga berpamitan kepada ayah dan ibu.


Diperjalanan. "Kak, aku bisa tidak ya tinggal di Bandung sendirian, kakak kan tahu aku tidak pernah jauh dari orang tuaku." Tanyanya. "Insya Allah yang, harus optimis dan semangat untuk menggapai cita citamu. Kalau sudah terbiasa insya allah kamu bisa menjalaninya." Ucap Juan meyakinkan.


"Semangat!" Saira sambil mengepalkan tangannya


Sesampainya di tempat kuliah, Juan yang lebih gesit untuk mendaftarkan Saira. Saira hanya mengekor saja dibelakang Saira sesekali Saira mengeluarkan persyaratannya.


Ketika namanya dipanggil.


"Saira, silahkan masuk." panggil salah satu staf di kampus tersebut.


"Kak, aku masuk dulu ya. " Ucap Saira.


"Baik, kakak tunggu di teras kampus saja ya." Ujar Juan. " Iya kak." sambil berlalu masuk ruangan.


Setelah menyelesaikan persyaratan adminitrasi Saira keluar gedung mencari Juan.


"Saira.." panggil seseorang.


Saira menengok. "Hai, Rey kamu kuliah disini?" tanya Saira. "Iya, Ra". Kamu, daftar kuliah di sini juga. "Iya, Rey." Jawab Saira.


Mereka berbincang cukup akrab. Dan dari kejauhan ada mata yang melihatnya tidak senang.


"Saira!" panggil Juan mengagetkan keduanya. "Oh kak Juan, aku tadi mencari kak Juan aku pikir kemana." Jawabnya sedikit kaku melihat mata kak Juan tidak ramah. "Oh iya, kak kenalkan temanku waktu di SMA sekarang dia daftar kuliah juga di sini." mengenalkan ke Juan. "Rey." Sambil menjabat tangan Juan. " Juan." ikut menjabat tangan juga dengan wajah dinginnya.


Hemm..mulai deh kak Juan dengan keposesifanya baru juga mau mulai kuliah. Batin Saira.


"Rey, aku duluan ya, aku sudah selesai registrasinya tinggal tunggu pengumuman masuk kuliahnya." Ucap Saira. Rey tersenyum sambil melihat Saira meninggalkannya.


"Ayo, kak kita pulang sudah selesai registrasinya. Ajak Saira mengurai ketegangan tadi.

__ADS_1


" Yang, kakak harap kamu jangan terlalu dekat dengan laki laki apalagi yang tidak kamu kenal. Karena laki laki itu kalau sudah dekat pasti ada maunya." Ujar Juan. "Iya kak, aku bisa jaga diri ko tidak sembarangan dekat dengan laki laki. Tadi kan teman aku semasa SMA jadi aku bersyukur di sini ada yang aku kenal tidak sendirian." Ucap Saira terlihat jengkel.


Sebelum pulang mereka mampir ketempat makan untuk makan siang. Kemudian mereka melanjutkan perjalan pulang.


__ADS_2