Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 77


__ADS_3

Juan turun dari mobil langsung memasukan barang barangnya ke bagasi kemudian memapah Saira masuk ke mobil.


Bayi Keanu masih di gendong oleh nenek Sinta duduk di belakang bersama kakek Tirta.


Mobil melaju menuju rumah ibu. Di perjalanan mamah memandangi Keanu senang. Mungkin cita cita mamah terwujud menginginkan cucu laki laki.


Mobil telah sampai di depan rumah ibu. Juan membukakan pintu belakang dan terakhir Juan menemani Saira berjalan karena masih pelan pelan.


"Sayang pelan pelan jalannya" Juan mengingatkan saat Saira ingin mendahului Juan masuk ke dalam rumah. Saira reflek dan langsung berjalan pelan.


"Assalamualaikum" sapa mamah membawa Keanu masuk ke dalam rumah. Ibu dan ayah menyambutnya dengan senang.


"Wa'alaikumsalam" sahut ayah dan ibu. "Oalah, sudah datang ya cucu nenek. Sama siapa anak ganteng di gendong" ujar ibu menyambut Keanu. "Sama nenek Sinta nek" ucap Mamah menirukan suara bayi.


"Mari masuk, kamarnya sudah di siapkan buat anak ganteng" ajak ibu. Mamah menidurkannya di kasur kamar Saira.


"Ayo dek, nen dulu ya sama mommy, dari tadi kan belum nen lagi" ujar Saira mengangkat Keanu ke pangkuannya. "Keanu minum ASI dulu ya nenek keluar dulu" Mamah Sinta keluar membiarkan Saira istirahat sambil memberi ASI.


Juan masuk ke kamar Saira, melihat Saira sedang memberikan ASI pada Keanu.


"Baby Keanu lahap sekali ASI nya, haus ya" ucap Juan mendekati Keanu yang sedang minum ASI mommy nya. "Yang, kakak nanti pulang dulu ya ke apartemen membawakan perlengkapan bayi yang dibutuhkan di sini"ujar Juan.


"Iya" jawab Saira singkat. "Kamu ada yang mau kakak ambilkan di apartemen?" tanya Juan. "Tidak kak, untuk Keanu saja aku pakai yang di sini saja" jawab Saira yang memang baju baju Saira masih di sisakan di lemari kamarnya jika sewaktu waktu dia menginap di ibu. " Baik lah" ucap Juan.

__ADS_1


Ibu memanggil Juan dan Saira untuk makan bersama, ibu sudah menyiapkannya setelah mendengar Saira sudah boleh pulang dari rumah sakit, ibu sibuk merapikan kamar dan di dapur untuk memasak.


"Nak Juan, ayo kita makan sama sama. Ibu sudah masak loh" ujar ibu. "Iya bu, "Mau aku ambilkan makanannya ke sini" tanya Juan. "Tidak usah kak, nanti aku ke sana saja. Aku selesaikan dulu menyusui, Keanu mau tidur bu" sahut Saira. "Iya nak, nanti kalau sudah selesai cepat makan ya!" ujar ibu Saira mengangguk.


Juan masih dikamar menunggu Saira. "Kenapa kakak masih disini? sudah kakak makan saja duluan aku nanti nyusul" ujar Saira. "Tidak, kakak makannya nanti sama kamu saja" tolak Juan.


"Kalau kita makan semua nanti siapa yang gantian jaga Keanu" seru Saira. "Sudah kak Juan duluan saja" imbuh Saira. "Ya sudah kakak duluan nanti kamu kalau sudah selesai panggil kakak ya" ucap Juan. "Iya" Saira mengangguk.


Juan duluan ke meja makan.


"Loh, Saira mana kak?" tanya mamah. "Masih menyusui Keanu nanti gantian sama Juan mah kalau sudah selesai" jawab Juan. "Ya sudah nanti mamah ke sana kalau sudah makan" ujar mamah.


Mereka makan bersama sesekali berbincang.


"Maaf ya bu, kalau masakan di sini menunya alakadarnya" ujar Ibu. "Ya tidak apa apa bu, saya malah suka masakan ibu Rani satu lidah sama saya bahkan lebih enak, betul kan pah" tambah mamah melirik papah, papah mengangguk dan tersenyum mengiyakan.


"Mah, ibu aku permisi dulu ya mau lihat Saira ke kamar" ucap Juan selesai makan. Juan masuk kamar melihat Saira dan Keanu tertidur di ranjangnya. "Yang, bangun makan yuk!" Juan membelai rambut Saira membangunkan. Saira membukakan matanya.


"Kak Juan sudah makan?" tanya Saira. "Sudah, sekarang giliran kamu makan kakak yang jaga Keanu di sini" ujar Juan.


"Saira bangun dan beranjak dari tempat tidur menuju meja makan.


"Ra, Keanu sudah tidur?" tanya mama. "Sudah mah, sekarang kak Juan sedang menemani Keanu di kamar" jawab Saira. "Ah, pasti anak itu ikutan tidur juga" cibir mamah. "Tidak apa bu, kasian nak Juan dari kemarin di rumah sakit. Hitung hitung istirahat" ujar ibu. "Iya juga sih" mamah tersenyum.

__ADS_1


"Ra, bagaimana ASI mu banyak keluarnya" tanya Ibu. "Alhamdulillah bu, sekarang sudah mulai banyak tidak seperti pertama keluar sedikit" jelas Saira. "Tidak apa nak, nanti juga keluar banyak asalkan kamu banyak makan sayuran biar banyak" ujar ibu.


"Iya Ra, banyak makan sayuran bening dan obat pelancar ASI, nanti mamah suruh Juan untuk membelinya di apotek" ujar mamah. "Iya mah" Saira mengangguk.


Ketika Saira kembali lagi ke kamar mendapati Juan tertidur. Benar kata mamah pasti tidur bukan menjaganya. Melihat pemandangan seperti itu Saira merasa tenang. Juan tidur di samping putranya Keanu.


Saira duduk di sebelah nya Keanu. Saira memandangi keduanya. Satu malaikat kecilnya yang baru lahir dari rahimnya. Sementara satunya lagi laki laki yang dia cintai tapi yang membuatnya terluka.


"Yang, kamu sudah selesai makannya?" tanya Juan mengerjapkan matanya tapi belum sepenuhnya sadar. "Sudah" jawab Saira. "Kakak tidur kelamaan sepertinya.


Mamah dan papah masih ada di sini" Juan bertanya. "Masih, ada di ruang tengah sedang berbincang dengan ayah dan ibu.


Juan bangun dan duduk di tepi tempat tidur. "Kakak, menemui dulu mamah, papah dulu ya yang" ucap Juan, Saira mengangguk.


Juan ikut bergabung duduk bersama ibu, ayah, mamah dan papah di ruang tamu.


"Mah, kakak mau pulang dulu ke apartemen, mau mengambil beberapa perlengkapan bayi yang belum di bawa ke sini" ujar Juan. "Ya sudah mamah sama papah juga mau sekalian pulang juga kak" ujar mamah.


"Bapak dan ibu Rudi kami pamit pulang dulu ya, terima kasih jamuannya" pamit sebelum pulang. "Bu, Juan juga pulang dulu ke apartemen untuk mengambil keperluan Keanu yang belum di bawa di apartemen" ujar Juan. "Iya nak Juan, silakan" ucap ibu. Saira tidak mengantarkan keluar mamah dan papah karena di suruh istirahat saja oleh mamah di kamar.


Mobil Juan dan papah sudah meninggalkan kediaman orang tua Saira tapi berbeda tujuan. Mamah dan papah pulang ke rumah sementara Juan pulang ke apartemen.


Saira di kamar sambil istirahat dan merapikan perlengkapan bayi dan pasca melahirkan. Tak luput jamu yang sudah ibu siapkan untuk Saira yang di minum selama nifas.

__ADS_1


"Ra, kamu jangan lupa minum ini ya" ibu menyerahkan segelas jamu yang sudah di seduh hangat hangat. "Bu, pahit ya" Saira ragu untuk meminumnya karena dari baunya sudab tercium segak.


"Yang namanya jamu pasti pahit nak, kecuali pakai gula pasti manis" ujar ibu. "Tapi bu.." Saira mencoba protes. "Di coba dulu nak, kamu mau kan badannya cepat sehat kamu kan habis melahirkan badan kamu di luar sehat tapi di dalam belum tentu" ibu meyakinkan. Saira mengganguk dan meminumnya karena ingin cepat sembuh.


__ADS_2