Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 91


__ADS_3

Area 21+


Ceklek..


Suara pintu kamar mandi terbuka, Saira memutuskan keluar masih menggunakan kimono. Walau terkesan dadakan tapi Saira mengerti maksud Juan membawanya kesini.


Karena waktu yang sangat sempit Saira pun tidak mau mengecewakan Juan yang sudah menunggunya lama dari Saira melahirkan.


"Sayang," panggil Juan melihat Saira yang hanya memakai kimono saja. "Tunggu sebentar sayang"! Juan dengan semangat masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya juga.


Sebenarnya Saira sangat deg degan dan malu padahal ini bukan yang pertama kalinya bagi mereka tapi karena cukup lama mereka tidak melakukannya menjadi hal yang baru lagi dan entah mengapa jika hubungan setelah bertengkar itu berdamainya selalu indah jika di akhiri seperti ini.


"Sayang, kamu sudah siap?" Juan mendekati Saira yang duduk di tepi ranjang. "Hmm" Saira hanya berdehem saja. Juan tidak membuang kesempatan ini dan langsung merebahkan Saira di tempat tidur tanpa aba aba Juan membungkam bibir Saira, Juan terus me***at dengan rakusnya bibir Saira sehingga Saira hampir tidak bernapas.


"Maaf sayang" melihat Saira kesusahan untuk bernafas Juan menghentikan sebentar ciu**nnya. "Kakak merindukan mu sayang apalagi ini, ini dan ini!" Juan menunjuk bibir, 2 gundukan yang sering dia mainkan dan bagian inti yang membuat mereka merasakan surganya dunia.


Juan menyusuri tiap jengkal tubuh Saira. Erangan dari suara Saira semakin membuat Juan berg**rah.


Di saat sedang panas panasnya Juan teringat.


"Tunggu!" Juan bangun dan turun dari ranjang mencari sesuatu dari tasnya.


Juan menunjukan pada Saira dengan tersenyum. "Hampir lupa! belum waktunya Keanu punya adik sekarang" Juan sebelum sampai hotel mampir ke minimarket membeli minum dan tak lupa membeli alat tempur.

__ADS_1


Saira pun teringat dirinya setelah selesai masa nifas belum terpikirkan untuk KB. Juan melepaskan masa kerinduan pada istrinya sehingga dia tidak mampu untuk menahannya. Pergulatan yang panas itu di akhiri dengan erengan panjang Juan.


Juan merangkul Saira di tempat tidur sambil mengusap lembut rambut Saira. "Kak, kita pulang yuk! kasian Keanu aku takut stok ASI nya habis" Saira tadi hanya menyiapkan ASI nya perkiraan sampai malam. "Sebenarnya kakak masih ingin berlama lama dengan mu tapi kita janji pada mamah tidak akan lama" ujar Juan.


"Iya kak, masih banyak malam malam berikutnya tidak hanya hari ini saja" Saira menghibur Juan. "Tapi kan tidak seprivat di sini sayang" Juan mengeluh. "Iya sabar kak" Saira tersenyum melihat Juan.


"Ayo kita siap siap" Juan dan Saira kembali membersihkan diri di kamar mandi sebelum pulang.


Di mobil Juan merasa senang akhirnya bisa berdamai kembali dengan istrinya.


"Kak, merasa tidak sih kita ini seperti pasangan yang sedang selingkuh?" ujar Saira. "Kok pasangan selingkuh sih yang" tanya Juan protes. "Bayangkan saja kak, kita datang tiba tiba ke hotel dan pulangnya buru buru seperti takut ketahuan" Juan dan Saira tertawa. "Benar juga ya" pikir Juan.


Di mobil Saira senyum senyum sendiri membayangkan kembali hal yang sudah dia lakukan dengan suaminya.


Mobil Juan telah sampai ke halaman rumah mendiang nenek Juan malam hari.


"Assalamualaikum.." ucap Saira pelan agar tidak membangunkan orang dirumah. "Mungkin sudah pada tidur yang, kita masuk saja!" ajak Juan membukakan pintu.


Saira ikut masuk ke dalam sebelum Saira mencari keanu tiba tiba.


Ceklek..suara lampu tengah rumah menyala.


"Papah" kompak Juan dan Saira. Dari mana saja kalian baru pulang malam hari?" Juan dan Saira berasa seperti maling yang tertangkap basah.

__ADS_1


"Emm..dari jalan jalan pah, mengajak Saira keliling kota ini. Mumpung lagi liburan disini" jawab Juan cengengesan.


"Sampai selarut ini?" papah mengerutkan alis. "Yah pah, kan kita sudah suami istri masa tidak boleh pulang malam. Lagian mau macam macam juga sudah sah ini" sahut Juan.


Papah diam tidak bertanya lagi. "Papah kapan datang?" Saira langsung mencium punggung tangan papah Tirta. "Tadi sore Ra" jawab papah lembut. "Kok papah tidak kasih tahu mau datang kemari" tanya Juan. "Memang papah harus laporan sama kamu kapan mau kesini" jawab papah ketus. "Sama Saira saja lembut jawabnya tapi kalau sama aku jawabnya galak gitu" gerutu Juan.


"Pah Saira permisi masuk dulu ya mau lihat Keanu" pamit Saira. "Hmm" papah hanya mengangguk. "Eits, kamu mau kemana?" tahan papah melihat Juan hendak mengikuti Saira. "Duduk kamu!" perintah papah dan Juan menuruti duduk di hadapan papah. "Sedang apa kamu disini?" suasananya seperti menghadapi sidang skripsi" dalam hati Juan.


"Ya menemui istri dan anak ku" jawab Juan. "Bagaimana kamu tahu mereka ada di sini?" tanya papah lagi. "Yang jelas bukan dari papah, aku bisa mencarinya sendiri dengan niat dan kemampuan ku" jelas Juan dengan menyombongkan diri.


"Heh, memang kamu sudah memantapkan diri untuk memilih?" papah menyeringai. "Justru aku datang kesini dengan susah payah karena aku sudah mempunyai pilihan sendiri untuk hidupku" terang Juan. "Semoga saja, papah harap kamu tidak plin plan lagi untuk memilih dan jangan sampai kamu menyakitinya lagi. Jika itu terjadi akan papah sembunyikan ke tempat yang lebih jauh agar kamu tidak bisa menemuinya lagi, atau tidak akan papah carikan suami pengganti dirimu yang tidak akan menyakitinya seperti mu, ingat itu!" ancam papah.


Juan menelan salivanya mendengar ancaman papahnya. Papah pergi meninggalkan Juan sendiri yang sedang membayangkan akan di pisahkan lagi oleh papahnya sendiri.


"Oh tidak, sekarang aku tidak boleh membuat kesalahan lagi. Cukup sekali aku berpisah dengan istri dan anakku" Juan bermonolog prustasi.


Saira mengetuk pintu kamar Jenita dan melihat anak itu sudah tidur di sampingnya ada mamah yang masih terjaga menunggu Keanu.


Saira masuk dan langsung menghampiri Keanu yang sudah terlelap.


"Kamu sudah pulang Ra?" tanya mamah pelan. "Sudah mah" sedikit berbisik. "Maafkan Saira ya mah sudah merepotkan mamah, sampai aku lama perginya" Saira merasa bersalah. "Sudah tidak apa Ra. Mamah senang kok menjaga Keanu, tadi Keanu seharian pintar tidak rewel kamu tinggal" ujar mamah. "Oh iya, syukurlah mah" Saira merasa tenang.


"Ya sudah kamu istirahat saja. Mamah mau ke kamar mamah, ada papah datang kasian kalau di anggurin lama" mamah tertawa pelan. "Iya mah, sekali lagi terima kasih ya mah!" ucap Saira. "Iya sayang" mamah tersenyum dan keluar dari kamar Saira.

__ADS_1


Juan mengintip ke kamar Jenita ternyata Keanu tidur di kamar Jenita. "Yang, kita pindahkan saja Keanu ke kamar satu lagi" pinta Juan. "Jangan kak, nanti malah bangun kasian!" tolak Saira. "Aku tidur di sini saja sama Jeni" ujar Saira. Juan hanya menghela nafas harus bersabar ingin tidur bersama Saira.


__ADS_2