
Juan mengetuk pintu rumah yang sekarang di sinyalir sedang di diami istri, anak dan mamahnya.
"Assalamualaikum" ucap Juan. Lama tak ada yang membukakan pintu akhirnya pintu terbuka dan betapa kagetnya Saira melihat siapa yang datang.
"Kak Juan" Saira masih tidak percaya yang ada di hadapannya adalah suaminya. "Saira" Juan langsung memeluk Saira. "Akhirnya aku menemukanmu" ucap Juan dalam hatinya masih memeluk Saira seolah tidak ingin terlepas lagi . "Siapa Ra?" tanya mamah dari belakang. Saira melepaskan pelukan Juan karena tidak enak dilihat mamah.
"Aku mah Kakak" Sahut Juan. "Kamu kak, kapan datang?" tanya mamah. "Barusan mah" Juan langsung mencium tangan mamah. "Kenapa baru sekarang kesini nya?" tanya mamah lagi.
Deg.
Juan memandangi mamah ternyata mamah tidak tahu kalau sedang disembunyikan oleh papah. "Oh itu mah aku.." belum selesai Juan bicara, dari kamar keluar Jenita sedang menggendong Keanu.
"Keanu sudah bangun" panggil Saira " Iya nih, ada suara berisik pagi pagi aku jadi bangun" keluh Jenita mewakili Keanu.
" Keanu, papah kangen sekali sayang" Juan langsung mengambil alih Keanu dari Jenita dan menggendongnya" Juan memeluk Keanu dan berkaca kaca. "Keanu maafkan papah sayang karena papah kamu jadi berpisah dari papah" ucap Juan dalam hati. "Apa sih kak, lebay banget baru ditinggal berapa minggu juga sudah kaya tidak ketemu bertahun tahun" cebik Jenita. "Nanti kamu bisa rasakan bagaimana kalau tidak ketemu sama anak sendiri" jawab Juan tak kalah ketus.
"Ya sudah aku mau ke kamar lagi" ujar Jenita meninggalkan mereka. "Kakak sudah makan belum?" tanya mamah yang melihat penampilan anaknya yang lusuh dan seperti tak terurus.
"Belum mah" jawab Juan yang menahan lapar dari pagi dini hari. "Kak, kok sekarang penampilan kakak lusuh gini. Ayo cepat mandi dulu, bersihkan badan kakak baru peluk Keanu" seru mamah.
__ADS_1
"Kakak makan dulu ya mah, sudah keburu lapar" tawar Juan. "Ya sudah sana makan dulu. Untung mamah sudah selesai masak barusan" ujar mamah.
"Kak sini Keanu sama aku, kakak makan dulu" Saira mengambil Keanu dari gendongan Juan. Juan makan begitu lahap seperti baru makan. Saira yang melihatnya menjadi kasian. Apalagi melihat penampilannya yang biasanya rapi sekarang tampak tumbuh kumis dan rambut yang berantakan. Saira merasa berdosa pada suaminya karena telah mengabaikannya.
"Kakak berangkat jam berapa dari sana ?"tanya Saira. "Pulang kerja kakak langsung pergi" jawab Juan. "Harusnya kakak sampai tadi pagi ya, kok baru sampai kesini" tanya Saira. "Tadi kakak mampir dulu satu tempat baru ke sini" jawab Juan tidak mau membuat khawatir mamah dan istrinya.
Selesai makan Juan membersihkan diri ke kamar mandi.
"Kakak sengaja cuti untuk kemari?" tanya Saira. "Hmm" Juan selesai memakai pakaian. "Kakak sudah tahu aku di sini" tanya lagi Saira. Karena setahu Saira papahnya tidak memberi tahu siapa pun dia sini. "Aku pasti tahu walau kamu lari ke ujung dunia pun" ujar Juan datar.
"Kamu tidak ada acara hari ini?" tanya Juan. "Tidak" Saira menggelengkan kepala karena di sini dia tidak pernah kemana mana selain ikut berbelanja sayur ke pasar bersama mamah mertuanya.
Juan keluar dari kamar menemui mamahnya. "Mah, boleh aku mengajak Saira keluar" tanya Juan. "Ya boleh saja kak" mamahnya mengerut. "Tapi aku mau titip Keanu dulu ya mah, aku mau ajak Saira jalan jalan di kota ini" pinta Juan.
"Yang, kamu sudah pumping ASI?" tanya Juan. "Belum kak, kan aku tidak kemana mana buat apa pumping ASI" ujar Saira.
"Hari ini kamu ikut aku ada yang ingin aku bicarakan sama kamu tapi tidak di sini" pinta Juan.
Saira bingung Juan mau apa mengajaknya keluar. " Ya sudah tunggu, aku pumping ASI dulu" seru Saira. Tidak butuh 1 jam Saira sudah menghasilkan botol ASI untuk stok sampai malam. Syukurnya Saira diberikan ASI yang banyak jadi Keanu tidak kekurangan untuk minum ASI tapi sudah di biasakan oleh Saira ASI nya di masukan ke dalam botol agar nanti Saira masuk kerja Keanu sudah tidak kaget lagi minum ASI dari botol.
__ADS_1
"Mah stok ASI nya sudah Saira simpan di kulkas, nanti mamah bisa hangatkan dulu sebelum diberikan ke Keanu" ujar Saira. "Mamah benar tidak kerepotan Saira titip Keanu?" tanya Saira berulang kali pada mamah. Saira tidak enak harus menitipkan anaknya ke mamah sementara dirinya pergi untuk jalan jalan.
"Sudah pergi saja sayang, mamah tidak apa apa, kan ada Jeni yang menemani mamah mengasuh Keanu" jelas mamah. "Terima kasih ya mah" Saira memeluk mamah. "Sama aku tidak ngucapin terima kasih nih" sindir Jeni yang tiba tiba datang. "Iya buat tante Jeni juga makasih ya dek" Saira pun memeluk Jeni.
"Siap kak" Jeni tersenyum sumringah. Mamah mengerut aneh. "Tumben kamu dek, sekarang tidak protes kalau di suruh" ujar mamah.
"Ya mau bagaimana tidak protes, uang penitipannya saja mahal" Juan mencebik. "Yang penting Keanu aman kak di titipkan tantenya yang cantik ini" ujar Jeni tersenyum menaikan alis matanya. " Oalah, pantes kamu ya dek pasti ada maunya" mamah hanya geleng geleng kepala.
"Mah, aku dan Saira pergi dulu, titip Keanu ya mah" Juan mencium tangan mamah di ikuti oleh Saira. "Mah, Saira pergi ya" pamit Saira. "Sudah kamu tenang saja sana pergi" mamah seolah mengusir padahal biar Saira bisa tenang jalan jalan dengan Juan. "Temanin mamah ya dek, awas kalau tidak" Juan mengacak rambut Jenita dan langsung pergi. "Ish, kakak berantakan tahu rambut aku" kesal Jeni.
"Mobil Juan pergi keluar dari daerah tempat neneknya. Dari tempat neneknya sampai ke kotanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
"Kak kita mau kemana" Saira bertanya karena Juan tidak memberi tahu tujuan mereka. "Kesuatu tempat yang nyaman untuk berbicara" ujar Juan.
"Kalau hanya untuk berbicara saja tidak usah jauh jauh kak cukup keluar rumah juga bisa di sekitar rumah nenek juga ada" protes Saira.
Juan membelokan mobilnya ke suatu taman atau alun alun yang merupakan icon dari kota tersebut.
"Ayo turun!" ajak Juan. "Saira yang masih bingung sempat diam tapi akhirnya ikut keluar juga. "Juan menuntun Saira ke tempat duduk di tepi danau.
__ADS_1
Saira memperhatikan tempat tersebut dari berbagai sudut. Walaupun dia baru pertama kali datang ke kota ini tapi Saira mengangumi tempatnya yang asri masih banyak pepohonan. Udaranya yang sejuk sangat bagus untuk menghirup udara di sini karena belum banyak terkontanminasi oleh polusi udara.
"Yang" panggil Juan yang membuyarkan lamunan Saira tentang tempat ini.