
Sely menceritakan tentang kedekatannya antara Yura dan bosnya yaitu pak Reyhan.
Itu terjadi selama Saira tidak masuk kerja jadi yang menggantikan posisinya yaitu Yura, karena intensitas pertemuan di antara mereka membuat perasaan mulai tumbuh di antara mereka itu pula yang di lihat oleh Sely dan karyawan yang menyadarinya.
"Serius mbak!" tanya Saira. "Iya Ra," jawab Sely. "Yura yang dari tadi jadi bahan perbincangannya hanya tersipu malu.
"Yura, apa benar yang dikatakan mbak Sely tentang kamu dan...?" Saira tidak meneruskan ucapannya.
"Tapi tidak semuanya benar kok kak Saira. Pak Reyhan hanya suka saja dengan saya karena pekerjaan saya kalau selebihnya saya tidak tahu" ujar Yura.
"Yura kamu dan pak Reyhan kan sama sama single jadi kenapa tidak mencoba menjalin hubungan" ucap Saira.
Obrolan mereka terhenti karena waktu makan siang telah habis. Mereka kembali ke meja kerja masing masing melanjutkan pekerjaannya.
Kehidupan Saira semakin bahagia, Keanu yang akan beranjak 1 tahun tepatnya minggu depan, sudah mulai bisa berjalan dan memanggil Mommy dan Daddynya.
"Kak minggu depan Keanu ulang tahun, bagaimana kalau kita rayakan dengan merayakan ulang tahun Keanu di rumah. Kita undang tetangga terdekat, kerabat dan teman kita" ujar Saira mengusulkan.
"Ide bagus yang, pasti mamah dan ibu setuju. Kita beri tahu mereka rencana kita" seru Juan. "Baik, aku akan menghubungi ibu dan mamah" ucap Saira.
"Ok" seru Juan.
Juan menyerahkan segala sesuatunya pada para wanita mulai dari menghias, catering hingga kue dan hampers untuk undangan.
Tetapi Juan tidak tinggal diam. Juan ikut membantu bagian yang membutuhkan bantuan seperti mencari perlengkapan dekorasi yang harus keluar mencarinya.
"Kak, aku mau cari asesoris untuk dekorasinya ke toko aksesoris" ucap Saira sebelum Juan berangkat kerja. "Di mana yang?" tanya Juan. "Kata teman aku di jalan Soedirman tapi tepatnya dimana aku juga belum tahu, tetapi aku tahu patokannya" ujar Saira
"Baiklah pulangnya kita mampir kesana" ucap dan Saira menganguk menyetujuinya.
Jam pulang kerja tiba Juan bergegas pulang untuk mengantar istrinya yang sebelumnya sudah menghubunginya untuk bersiap.
__ADS_1
"Ayo yang!" seru Juan yang sudah siap di mobil. Juan menyisiri tempat dimana lokasi yang ditunjukan oleh teman Saira.
"Kak, sepertinya toko yang di ujung jalan itu deh" seru Saira menunjuk toko yang di cari. Juan memarkirkan mobilnya tepat di depan toko tersebut.
Saira turun memasuki toko dan langsung mencari apa saja yang dibutuhkan untuk mendekorasi acara ulang tahun anaknya.
"Ayo kak, sudah selesai kita langsung pulang saja" seru Saira. "Yang, kita mampir ke toko itu sebentar" Juan menunjuk toko di sebrang jalan. Juan melihat jam di pergelangan tangannya masih ada waktu sebelum pulang.
Setelah selesai berbelanja Juan dan Saira pulang ke rumah. Di sambut dengan riang oleh Keanu melihat Mommy dan Daddynya pulang.
Di hari ulang tahun Keanu, Saira begitu sibuk menyambut tamu tamu yang hadir di acara ulang tahun Keanu yang pertama.
Walau pun Saira dan Juan tidak banyak mengundang banyak orang tapi tak menghilangkan kemeriahan ulang tahun Keanu. kado dan iringan doa doa dari yang hadir menambah kebahagian di acara tersebut. Saira dan Juan tampak bahagia dengan keluarga kecilnya.
"Selamat ya Keanu semoga tambah pinter, sehat selalu jadi kebanggaan orang tuanya kelak!" ucap salah satu teman Saira yang hadir.
Beberapa waktu kemudian.
Saira terbangun dari tidurnya dan merasakan mual yang teramat pada perutnya.
"Yang, sayang!" Juan mengetok ketok pintu kamar mandi. Juan membuka pintu kamar mandi karena tak kunjung di bukakan dari dalam.
Juan yang melihat Saira kesusahan di kamar mandi langsung mendekatinya.
"Kenapa sayang, apa kamu sakit?" tanya Juan khawatir. "Tidak tahu kak, tiba tiba mual dan perut aku tidak enak" ujar Saira.
"Ya sudah kakak buatkan air hangat dulu dan obat" Juan memapah Saira ke tempat tidur. "Tunggu sebentar kakak akan ke dapur dulu" Juan meninggalkan Saira.
"Kak, sepertinya aku tidak bisa masuk kerja kepala ku masih pusing" ujar Saira setelah Juan kembali lagi ke kamar.
"Iya sayang kamu jangan memaksakan bila sakit. Biar kakak juga izin tidak akan kerja hari ini supaya bisa menemanimu" ucap Juan.
__ADS_1
"Jangan kak, kakak masuk saja aku tidak apa apa. Aku sama bi Marni saja di rumah" ujar Saira.
"Tapi kakak mengkhawatirkan mu sayang" Juan tidak tega meninggalkan Saira dengan kondisi Saira saat ini.
"Kakak tidak usah khawatir, nanti aku ada bi Marni di sini" ucap Saira. "Benar kamu tidak apa kakak tinggal" Juan memastikan.
"Iya sayang" ucap Saira.
Juan sebelum berangkat memberikan pesan kepada bi Marni.
"Bi tolong jaga istri saya ya, kalau ada apa apa cepat kabari saya!" ucap Juan. "Baik pak" jawab bi Marni. " Oh ya dan satu lagi, tolong jaga Keanu dulu ya biarkan istri saya istirahat dulu!" Juan memberikan perintah pada bi Marni.
Juan di kantor pun tidak tenang selalu menghubungi Saira ataupun bi Marni menanyakan kabar istrinya.
sudah beberapa hari keadaan Saira masih sama kadang masih berasa lemas dan lesu. Tapi tidak ingin terus terusan bermalas malasan Saira memaksakan untuk bekerja.
"Ra, muka kamu kenapa pucat begitu?" tanya Sely. "Oh ya" Saira langsung melihat cermin. "Aku tidak apa apa mbak tapi belakangan ini aku seperti tidak enak badan terus.." belum Saira menyelesaikan Saira langsung lari ke toilet.
Saira memuntahkan isi perutnya di toilet. "Sely yang cemas menyusul Saira. "Ra, kamu kenapa? kalau sakit jangan dipaksakan kerja" ujar Sely khawatir.
"Atau jangan jangan kamu..? Ucap Sely menduga duga. " jangan jangan apa mbak?" tanya Saira.
"Kamu hamil lagi Ra," ucap Sely.
"Hamil" Saira kaget dengan berpikir keras. "Aku memang sudah lama tidak datang bulan dan aku sudah tidak menggunakan penghalang" pikir Saira dalam hati.
"Ra" Sely menyadarkan Saira yang diam saja. "Ah ya mbak, aku tidak apa apa mungkin masuk angin saja" Saira belum yakin jika dirinya hamil.
Saira pulang di jemput Juan seperti biasa. " Kak bisa mampir sebentar ke apotik" pinta Saira. "Mau beli apa yang" tanya Juan. "Aku hanya beli vitamin saja supaya tidak mudah capek kak" ucap Saira.
Juan menepikan mobilnya dan Saira langsung buru buru turun agar Juan tidak mengikutinya.
__ADS_1
"Yang, sudah? cepat sekali" Juan baru memarkirkan mobilnya dan turun menghampiri Saira ternyata Saira sudah selesai.
"Sudah kak" Saira mengangkat bungkusannya pada Juan. Dan mereka langsung pulang ke rumah.