
"K-kenapa aku harus pergi? A-aku sudah diam di rumah kok, akhir-akhir ini … aku akan baik-baik saja di sini," ujar Afra berusaha tetap tenang dan menjelaskan pada Eria, tetapi Eria langsung menggelengkan kepalanya.
"Tetap saja, Afra … di sini sudah tidak aman! Kau harus pergi ke kawasan netral!" ucap Eria dengan nada tegas dan dingin. Afra semakin terkejut dan kebingungan mendengar perkataan Eria. Ia mengerti kalau Eria ingin ia pergi dari rumah, tetapi….
"A-apa maksudmu dengan kawasan netral dan terlarang, Eria?" tanya Afra penasaran dengan kawasan netral dan terlarang.
Eria seketika langsung kembali ke sikapnya yang gugup. Tubuhnya langsung gemetaran mendengar pertanyaan Afra.
"A-aku akan me-mengantarmu setelah dua tahun! J-jadi nikmati s-saja waktu mu di sini!" ujar Eria tidak menjawab pertanyaan Afra dan langsung menghilang menjadi bulu-bulu burung berwarna hitam dan bulu-bulu burung itu juga menghilang setelah menyentuh lantai.
.
.
.
Setelah kejadian itu, yang itu artinya sekarang. Ya, sekarang sudah kembali lagi ke dua tahun setelah kejadian itu.
Setelah dua tahun dijalani oleh Afra, ia pun sudah siap untuk mengikuti perkataan Eria. Ya, pergi dari rumahnya yang berada di kawasan terlarang.
Kawasan terlarang. Ya, mungkin ini sudah dijelaskan kalau ini adalah kawasan di mana hanya ada hutan dan pohon-pohon yang akan terlihat indah dan asri di siang hari, tetapi akan menjadi sebuah kawasan dengan hutan yang sangat menyeramkan di malam hari. Ya, ada monster-monster haus darah yang biasa aktif di malam hari di kawasan ini, dan rumah pohon Afra tepat berada di kawasan terlarang ini.
Sementara untuk kawasan netral, mungkin akan dijelaskan oleh Eria nanti.
***
Pagi yang cerah sudah tiba, dan Afra sudah bersiap-siap untuk meninggalkan rumah pohonnya. Rumah tempat di mana ia hidup selama ini.
Setelah sekian lama aku tinggal di sini, aku tak pernah berpikir kalau aku … harus pergi dari rumah ini, batin Afra merasa sedih.
Gadis bermata merah itu tersenyum tipis, "baiklah, aku sedang malas mendengar ocehan mu yang selalu sama itu!"
"Tunggu! Aku ingin mengatakan sesuatu padamu!" ucap Afra menyadari kalau gadis bermata merah itu akan menghilang lagi.
__ADS_1
Gadis bermata merah itu sedikit kesal mendengar perkataan Afra, "hah? Kau tak pernah lelah mengatakan hal-hal seperti itu ya, Afra!"
Afra tidak tertegun dan diam mendengar perkataan gadis bermata merah itu. Ia malah tersenyum pada gadis bermata merah itu dan membuat gadis bermata merah itu menghembuskan nafas pasrah.
"Baiklah, baiklah! Cepat katakan saja!" ujar gadis bermata merah itu dengan nada pasrah.
Afra pun mengangguk dan tersenyum senang, "apakah … aku bisa tau namamu?"
Heh
"Nama? Apa aku harus mengatakannya?" ucap gadis bermata merah itu seketika langsung menghilang tanpa jejak, dan itu membuat Afra terkejut dan tak percaya. Ia merasa kecewa meski gadis bermata merah itu sudah menjawab pertanyaan nya, tetapi itu bukanlah jawaban yang ingin didengar Afra.
"Aku … salah, ya?"
***
Setelah beberapa menit Afra diam di kamar sembari melihat keluar jendela, Afra akhirnya memutuskan untuk keluar dan mencari Eria.
Aku harus menemuinya, batin Afra.
"Waaaa!" teriak Eria yang tiba-tiba muncul di depan pintu kamar Afra. Eria berteriak dan terkejut, sedangkan Afra hanya terkejut dan diam. Rasanya sudah biasa Afra melihat sesuatu yang tiba-tiba muncul dan menghilang.
"Kau sudah datang ya, Eria," ucap Afra sambil tersenyum manis pada Eria, tetapi itu malah membuat Eria gemetaran.
"A-ah! I-iya, a-aku b-baru s-saja da-datang kok," jawab Eria terbata-bata lalu terkekeh kecil. Afra pun ikut tertawa kecil melihat Eria yang selalu seperti itu. Rasanya sangat lucu saja bagi Afra.
"Baiklah, jadi kau sudah siap kan untuk mengantar ku pergi? Aku sudah siap sekarang!" ujar Afra dengan antusias. Eria masih sedikit gemetaran mendengar perkataan Afra itu.
"B-baguslah ka-lau be-gitu," ucap Eria masih terbata-bata.
***
Mentari pagi bersinar cerah, meski waktu sudah mulai berganti siang. Afra dan Eria kini sedang dalam perjalanan menuju kawasan netral, yang sepertinya … masih sangat jauh dari yang dipikirkan oleh Afra. Dan ini … baru saja permulaan.
__ADS_1
Ya, memang terasa masih sangat lama untuk sampai. Afra saja tidak tau seperti apa kawasan netral. Apalagi mereka berdua pergi ke sana dengan berjalan kaki. Meski rasanya sudah biasa, Afra masih merasa … penasaran. Penasaran dengan kawasan netral.
Apa … aku harus bertanya? batin Afra merasa ragu untuk menanyakan pertanyaan pada Eria.
Eria melirik ke arah Afra sejenak dan langsung kembali fokus berjalan. Eria masih melihat aura merah itu pada diri Afra. Meski aura merah itu tidak terasa lebih kuat seperti waktu itu. Ya, Eria sedang berusaha untuk tetap tenang dan tidak takut dengan Afra, atau lebih tepatnya aura merah itu yang masih menyelimuti tubuh Afra.
"A-Afra," panggil Eria memecahkan keheningan. Afra langsung menoleh ke arah Eria.
"I-iya?" sahut Afra masih merasa sedikit canggung ketika berbicara dengan Eria. Ya, bukan karena tanduk rusa di kepalanya. Namun, lebih tepatnya ke sikap Eria yang kadang suka takut itu.
"A-aku boleh bertanya kan? Tentang kawasan netral?" tanya Afra dengan nada berharap agar Eria mau menjawabnya. Eria sedikit terkejut mendengar perkataan Afra, tetapi ia hanya bisa mengangguk saja.
"B-boleh kok, aku juga perlu … mengatakannya padamu," jawab Eria sudah tidak merasa takut lagi. Afra senang mendengar jawaban Eria, dan Eria pun mulai menjelaskan tentang kawasan netral.
***
Kawasan netral. Ini adalah kawasan di mana semua makhluk dan kehidupan selain manusia hidup damai dan berdampingan. Berbeda dengan kawasan terlarang yang tidak beraturan, di kawasan netral ini ada beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh semua makhluk. Dan ya, mungkin bisa disebut … kawasan netral ini adalah kehidupan sehari-hari para makhluk yang mampu mengendalikan dirinya dari nafsu membunuh mereka.
Ya, secara alami semua makhluk yang ada di dunia bawah memiliki sifat untuk membunuh dan memakan sesama mereka. Apalagi jika mereka menemukan manusia yang berkeliaran di dunia bawah. Dan di kawasan terlarang itulah tempat makhluk-makhluk dan monster haus darah berada.
Kawasan terlarang dan kawasan netral adalah dua kawasan yang saling berdampingan, dan dipisahkan oleh dinding tak terlihat yang di mana terdapat sebuah pintu. Pintu itulah yang dapat menghubungkan antara kawasan terlarang dan kawasan netral.
Itulah yang dijelaskan oleh Eria kepada Afra dalam perjalanan, hingga akhirnya sampai di dinding tak terlihat itu.
"Berhenti di sini, Afra!" perintah Eria menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Afra. Afra sedikit terkejut mendengar Eria yang menyuruhnya berhenti.
Apakah sudah sampai? pikir Afra dalam benaknya.
"Sepertinya memang di sini tempatnya," gumam Eria sambil menyentuh udara di depannya. Afra dapat mendengar suara yang dihasilkan dari sentuhan Eria pada udara itu, dan….
Dinding yang sebelumnya tidak ada perlahan mulai muncul dan membuat Afra terbelalak tak percaya.
"A-apa ini … dinding tak terlihat itu?" tanya Afra terbelalak dan takjub melihat nya. Eria pun tersenyum tipis.
__ADS_1
"Ya, kita sudah sampai di dinding tak terlihat ini. Dinding yang disebut dengan kekkai,"