
Iylasvi
Ras : penyihir
Kekuatan : -
Gender : pr
Umur : 110 th \= 11 th
Tinggi : 149 cm
Kelas : I 2
Karakter : ceria
Phia
Ras : hewan ; burung hantu
Kekuatan : -
Gender : pr
Umur : 120 th \= 12 th
Tinggi : 151 cm
Kelas : I 3
Karakter : bicara kalau ingat
Sira Siveria
Ras : siluman sihir (ras gabungan antara penyihir dan siluman)
Kekuatan : es
Gender : lk
Umur : 130 th \= 130 th
Tinggi : 154 cm
Kelas : I 3
Karakter : acuh tak acuh
*Informasi
Monster sihir adalah monster yang hidup di hutan kawasan netral. Monster sihir ini sebenarnya adalah monster buatan para penyihir di akademi Arknest, terutama Iliya. Tugas-tugas monster sihir ini adalah untuk menyerang siapa saja yang masuk ke hutan yang mengelilingi akademi Arknest.
Sedikit tentang Sira.
Ucapannya aneh, dan setiap kata yang dilontarkannya adalah kata yang tidak digunakan atau biasa terdengar di dunia bawah. Jadi, acuh tak acuh saja padanya.
Tentang nama. Jika satu, itu artinya tidak memiliki garis keturunan (keluarga), jika dua, itu artinya memiliki garis keturunan, begitu juga dengan tiga.
---------------------------------------
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
Ini … adalah ingatan sebelumnya.
Ingatan … malam saat Afra diambil alih lagi oleh Ilva.
.
.
Afra sudah diambil alih kesadarannya oleh Ilva, dan sekarang Ilva lah yang menempati tubuh Afra. Namun, tentu saja tidak ada yang mengetahuinya.
Vendry dan Sira terus menyerang monster-monster sihir yang mengepung mereka, tetapi usahanya sia-sia karena monster-monster sihir itu terus muncul lagi dari rerumputan. Sedangkan Phia, ia langsung terbang ke atas dan….
"Fukurō no me!" ucap Phia langsung menatap semua mata monster-monster sihir itu dengan cepat. Monster-monster sihir itupun langsung tak bisa bergerak dan … menghilang menjadi debu. Namun….
"Phia!" teriak Yuu saat melihat Phia langsung kehilangan kesadaran dan terjun jatuh ke tanah.
Yuu langsung melompat dan menangkap tubuh Phia. Vendry dan Sira yang sudah mengeluarkan semua tenaga dan kekuatan nya langsung terduduk ke tanah. Iylasvi dan Aura langsung berlari menghampiri mereka.
"Hei, apa kalian baik-baik saja?" tanya Iylasvi langsung merapal sihir penyembuhan dengan tongkatnya. Ya, tongkatnya yang bercahaya itulah yang memberi penyembuhan.
Sementara Aura, ia langsung menghampiri Yuu yang sedang membaringkan tubuh Phia di tanah.
"Apa kau bisa melakukan teleportasi lagi, Aura?" tanya Yuu sambil menoleh ke arah Aura.
"Ilvaviera!" ucap Afra yang sudah dikendalikan oleh Ilva. Seketika, aliran darah langsung muncul di tubuh monster-monster sihir yang sudah terbunuh oleh Phia.
Aura dan Yuu terkejut saat melihat Afra. Matanya yang biru berubah menjadi merah! Vendry, Sira, dan Iylasvi juga terkejut setelah melihat aliran darah itu yang … mulai masuk ke dalam tubuh monster-monster sihir itu.
"Hei! Apa yang kau lakukan, Afra!" teriak Vendry dengan tegas, tetapi … Afra malah tersenyum miring.
Tidak, itu sebenarnya adalah Ilva. Hanya saja mereka tentu tidak mengetahuinya.
"Savira Aliviera, Ilva Ilvearra!" ucap Afra dengan suara lirih dan … semua monster-monster sihir yang sebelumnya sudah mati mulai hidup kembali. Semuanya terkejut dan tak percaya.
"Woi! Lu apain monster-monster itu!" teriak Sira dengan dialog yang tentu tidak dimengerti oleh semua yang mendengarnya.
Afra— tidak, maksudnya Ilva yang sudah mengambil alih tubuh Afra pun tersenyum menyeringai dan tertawa dengan nada jahat. Tentu, yang dilihat oleh mereka adalah Afra yang tertawa dan itu … membuat semuanya terkejut tak percaya, termasuk Aura yang terlihat benar-benar terbelalak.
"Alviera!" ucap Afra— tidak-tidak, ucap Ilva seketika langsung membuat semua monster-monster sihir yang hidup itu … meledak. Darah monster-monster sihir itu langsung membasahi tanah dan … keenam murid akademi itu.
Mata mereka terbelalak dan terbuka lebar. Perasaan tegang dan tak bisa apa-apa mulai terasa. Apalagi Vendry yang sudah pernah menerima ini sebelumnya. Ilva tertawa dengan nada kejam dan jahat, tetapi yang dilihat oleh semuanya tetaplah … Afra dengan mata merah yang tertawa.
"Sepertinya ini sudah cukup," ucap Ilva seketika langsung mengembalikan kesadaran Afra ke tubuhnya dan ia pun langsung pergi dari tubuh Afra. Mata Afra yang sebelumnya berwarna merah kembali menjadi biru dan ….
Afra langsung terjatuh tak sadarkan diri ke tanah. Dan yang lainnya pun … tiba-tiba langsung merasa mengantuk dan tertidur.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Sekarang….
"Hei, Ilva … apa kau bisa jelaskan … apa maksudnya kejadian semalam itu padaku?" tanya Afra sambil menatap pantulan dirinya di kaca jendela.
.
.
Hihihi
"Entahlah, aku malas mengatakannya," jawab Ilva seketika muncul di belakang Afra. Afra tidak menoleh ke belakang dan menatap langsung mata Ilva. Ia lebih memilih menatap mata Ilva di kaca jendela.
"Aku … tidak bisa mengerti … jika kau tidak menjelaskannya padaku," ucap Afra dengan nada lirih.
Ilva tersenyum miring, "ya, terserah sih."
Ilva pun langsung menghilang dan membiarkan Afra diam dan menatap dirinya di kaca jendela dengan penuh perasaan … yang tak bisa diungkapkan.
***
Afra sekarang berada di penginapan … sendirian. Ya, ia tidak ikut yang lain mencari makanan di kota. Ya, sepertinya harus melihat lagi apa yang terjadi sebelumnya.
.
.
Sebelumnya….
"Vendry dan Sira sudah menunggu di luar dari tadi," ucap Phia membuat Aura, Yuu, dan Iylasvi teringat kalau … Vendry dan Sira sudah menunggu mereka semua di luar penginapan untuk pergi mencari makanan di kota.
"I-iya!"-Iylasvi bangun dari duduknya-"a-ayo kita keluar sekarang!" ucap Iylasvi lalu terkekeh kecil dan pergi keluar dari kamar inap. Phia pun menyusulnya.
Sedangkan Aura dan Afra masih duduk dan hanya melihat keduanya pergi. Yuu sudah beranjak dan ingin pergi, tetapi terhenti saat melihat Afra dan Aura diam.
"Ayo, mereka berdua sudah menunggu!" ajak Yuu sambil mengulurkan tangannya pada Afra dan Aura.
Afra melihat uluran tangan Yuu sejenak, lalu kembali menundukkan kepalanya. Aura yang melihatnya pun tak tahu harus melakukan apa.
"Kau bisa pergi, Aura. Aku ingin sendirian," ucap Afra dengan lirih. Aura hanya bisa mengiyakan dan menuruti perkataan Afra.
"Kami pergi, ya, Afra. Tersenyumlah," ucap Yuu memberi semangat pada Afra, meski Afra tidak meresponnya.
Aura khawatir, dan Yuu pun juga ikut khawatir. Namun, mereka tak bisa apa-apa. Aura dan Yuu pun keluar dari kamar inap meninggalkan Afra.
Afra masih menundukkan kepalanya setelah kepergian mereka berdua.
.
.
Sekarang….
"Aku … harus apa sekarang, Ilva?" tanya Afra lagi meski sudah tahu kalau … Ilva sudah menghilang dan pergi.
Afra hanya bisa menundukkan kepalanya dan … meneteskan air matanya.
.
.
.
.
Apa aku … harus menyusul mereka? batin Afra bertanya-tanya, dan….
__ADS_1
Suara pintu terbuka terdengar di telinga Afra. Afra langsung menoleh dan melihat ke arah pintu. Afra sedikit melebarkan matanya saat melihat….
"Hai, cewe aneh. Apa kau tidak lapar?"