Afra, A Life From AI

Afra, A Life From AI
Dengannya


__ADS_3

"A-aku rasa kau butuh istirahat, Afra! Sampai jumpa pagi nanti!" ucap gadis penyihir itu langsung berbalik dan pergi keluar meninggalkan Afra yang masih menutup mulutnya sendiri.


Apa yang aku katakan? Apa itu namanya? Kalau iya, kenapa aku bisa tau! batin Afra bertanya-tanya dan benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakannya itu.


Afra berhenti menutup mulutnya dan menoleh ke arah jendela. Matahari sudah mulai terbenam.


"Aku harus apa sekarang? Aku benar-benar tak mengerti!" ucap Afra benar-benar diselimuti kebingungan.


Hihihi


"Apa kau butuh jawaban dari ku, Afra Afifah?"


Afra langsung menoleh ke belakang dan terkejut melihat gadis bermata merah itu yang kembali muncul dengan raut wajahnya yang terlihat senang. Ya, senang karena melihat ekspresi Afra yang kebingungan itu.


"K-kau—"


Gadis bermata merah itu langsung menutup mulut Afra sehingga ucapan Afra terpotong. Gadis bermata merah itu pun langsung mendekatkan wajahnya ke telinga Afra dan menghembuskan nafasnya.


"Terimakasih sudah membiarkan ku ambil alih, Afra!" bisik gadis bermata merah itu lalu tertawa dengan nada kejam nya dan melepaskan tangannya yang menutup mulut Afra. Afra tertegun dan tak bisa apa-apa setelah mendengar apa yang dikatakan gadis bermata merah itu.


"A-apa maksudmu? A-ambil alih?" tanya Afra tak mengerti dengan apa yang dikatakan gadis bermata merah itu. Gadis bermata merah itu lalu tersenyum tipis dan menjauhkan wajahnya dari telinga Afra.


"Ya, kau bisa mengingat semuanya jika kau kembali bermimpi, Afra!" ujar gadis bermata merah itu seketika langsung menghilang dan meninggalkan Afra yang masih kebingungan itu.


------------------------------------------------------


Malam pun tiba, dan Afra sudah sampai di kawasan netral sejak pagi tadi. Hanya saja, situasi nya tidak terlalu mendukung, sepertinya. Afra tiba dengan selamat, tetapi ia malah langsung bertemu dengan gadis penyihir. Meski gadis penyihir itu terlihat lebih muda dari Afra.


Masalahnya bukan hanya itu saja. Gadis bermata merah itu juga muncul dan membuat Afra … tak sadarkan diri. Ya, sepertinya gadis bermata merah itu benar-benar mengambil alih tubuh Afra dan melakukan sesuatu yang besar sampai … Afra berada di sebuah asrama akademi Arknest. Akademi tempat para makhluk di dunia bawah belajar dan mengasah kemampuan mereka.


-----------------------


---------------------------------


Baiklah, mungkin akan ku jelaskan tentang pembagian wilayah di kawasan netral ini.


Kawasan netral dan kawasan terlarang. Kawasan ini bagaikan cermin. Kawasan netral wujud aslinya, dan kawasan terlarang adalah pantulannya. Keduanya seperti atas dan bawah. Kawasan netral ada di atas dan kawasan terlarang ada di bawah.


Dimulai dari kawasan netral. Ada empat wilayah yang ada di kawasan netral, dan wilayah itu berbentuk kerajaan.



Kerajaan Hewan

__ADS_1


Kerajaan Siluman


Kerajaan Iblis


Kerajaan Penyihir



Kerajaan hewan berada di utara, kerajaan siluman berada di timur, kerajaan iblis di selatan, dan kerajaan penyihir di barat.


Anggap saja pembagian wilayah kerajaan ini seperti sebuah lingkaran yang dibagi menjadi empat bagian.


Lalu, di mana kerajaan monster? Kenapa hanya ada empat wilayah kerajaan di kawasan netral?


Ya, tentu saja karena … kerajaan monster memang dari awal sudah tidak ada di kawasan netral. Kerajaan monster tidak ada di kawasan netral, melainkan berada di kawasan terlarang.


Ya, seluruh kawasan terlarang adalah wilayah kerajaan monster. Dan itu artinya … ada kejanggalan lain dalam pembagian wilayah kerajaan ini.


---------------------------------


----------------------------------------------------


Akademi Arknest. Ini adalah akademi yang didirikan atas Keputusan para raja dan ratu di kawasan netral. Akademi ini dibangun untuk mengasah dan melatih para makhluk yang masih di bawah rata-rata. Dan di sini lah Afra berada saat ini.


Akademi Arknest terletak di tengah-tengah kawasan netral. Anggap saja, akademi ini berada di titik temu antara empat kerajaan. Namun, masalahnya bukan tentang akademi ini.


***


Malam sudah larut, dan Afra masih berada di kamar asrama tempat ia terbangun. Ia sedang duduk di kasur sambil melihat ke arah jendela. Dan ya, Afra belum keluar dari kamar asrama nya semenjak ia mendapatkan kesadarannya.


Aku … ingin melihatnya….


Ingatan sebelum aku dikendalikan oleh mu….


Ku mohon … aku tau kau ingin aku melihatnya, kan?


Aku … ingin melihatnya …!


"Dasar manusia!" ucap gadis bermata merah itu seketika muncul di depan Afra, "kau benar-benar ingin mati ya?"


Afra tertegun dan hanya melihat gadis bermata merah itu dengan tatapan kosong … setelah Afra mendapatkan bayang-bayang ingatan setelah dirinya diambil alih.


.

__ADS_1


.


.


Sebelumnya….


"Aku … harus apa sekarang?" gumam Afra bertanya pada dirinya sendiri sambil melihat matahari yang sudah terbenam di jendela. Setelah gadis penyihir itu pergi, Afra hanya bisa terdiam sejenak lalu duduk di kasur sambil melihat ke jendela.


Meski pemandangan matahari terbenam di kamar asrama tempat Afra berada saat ini terlihat berbeda dari pemandangan yang terlihat di kamar rumah pohon Afra, Afra tetap bisa menikmatinya, meski sedikit.


Afra sudah merasa lebih tenang, walau masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum ia ketahui jawabannya. Ya, Afra masih tidak tahu dengan apa yang terjadi padanya.


Apakah aku dikendalikan olehnya? batin Afra bertanya-tanya, sampai….


Deg deg


Jantung Afra berdetak kencang dan membuat Afra kesakitan. Nafasnya mulai memburu dan sekujur tubuhnya terasa sakit. Dan … bayang-bayang ingatan muncul di kepala Afra.


"A-apa … itu?" tanya Afra sambil berusaha untuk mengatur nafasnya dan tetap tenang. Ia terkejut melihat bayang-bayang ingatan tentang apa yang terjadi padanya setelah ia pingsan.


Yang Afra lihat dari bayang-bayang ingatan di pikiran nya adalah … dirinya tiba-tiba terbaring tak sadarkan diri dan … sesuatu berwarna merah muncul menyelimuti semuanya dan membuat semuanya menghilang.


"Aaaakkhh!"


"Afra!" teriak gadis penyihir itu seketika langsung mendobrak pintu kamar asrama Afra setelah mendengar suara teriakkan. Ya, Afra lah yang berteriak tadi.


Hah … hah … hah …


Suara nafas Afra yang terdengar masih terengah-engah membuat gadis penyihir itu semakin panik dan langsung menghampiri Afra.


"Hei! Apa yang terjadi!" tanya gadis penyihir itu sambil berusaha melihat wajah Afra, tetapi Afra langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Afra tidak menjawab pertanyaan gadis penyihir itu. Sekujur tubuhnya masih terasa sakit. Dadanya terasa sesak dan kepalanya mulai terasa pusing. Semuanya terasa menyakitkan … setelah Afra melihat sesuatu berwarna merah itu dalam bayang-bayang ingatan nya.


Ding … ding


Suara bel malam yang mulai berbunyi membuat gadis penyihir itu melihat ke jendela.


"Sudah malam, ya…," gumam gadis penyihir itu sejenak lalu kembali melihat Afra yang masih menutup wajahnya itu.


"K-kau istirahat dulu ya, Afra! A-aku harus pergi!" ujar gadis penyihir itu langsung beranjak pergi keluar dari kamar asrama Afra.


Afra masih menutup wajahnya dengan kedua tangannya sembari berusaha untuk tenang dan mengatur nafasnya. Perlahan, ia pun mulai menurunkan tangannya yang menutupi wajahnya dan membuka matanya.

__ADS_1


Afra hanya diam dengan eskpresi wajahnya yang … mulai terlihat kosong. Ya, pikiran Afra mulai kembali seperti saat itu. Kosong dan hampa. Afra hanya melihat sekelilingnya tanpa memikirkan apapun dalam benaknya. Dan … yang pertama kali muncul di benak Afra setelah diam dengan tatapan kosong adalah….


"Apa … kau itu aku?"


__ADS_2