Afra, A Life From AI

Afra, A Life From AI
Pengenalan


__ADS_3

Pengenalan tokoh



Afra Afifah


Ras : manusia (menyamar menjadi ras monster)


Gender : pr


Umur : 12 th


Tinggi : 152 cm


Kelas : I 1


Karakter : polos



Ilva Ilyani


Ras : monster


Gender : pr


Umur : -


(monster yang terlahir kembali menjadi alter dari Afra)


Karakter : misterius



Aura


Ras : penyihir


Sihir : teleportasi


Gender : pr


Umur : 120 th \= 12 th


Tinggi : 150 cm


Kelas : I 2


Karakter : labil



Vendry


Ras : iblis ; tingkat setan


Kekuatan : api hitam


Gender : lk


Umur : 130 th \= 13 th


Tinggi : 149 cm


Kelas : I 1


Karakter : serius



Iliya Viely


Ras : penyihir


Sihir : -


Gender : pr


Umur : 190 th \= 19 th


Tinggi : 163 cm


Kelas : III 1


Karakter : iseng-iseng saja


__ADS_1


Rye Else


Ras : iblis ; tingkat iblis


Kekuatan : -


Gender : pr


Umur : 180 th \= 18 th


Tinggi : 164 cm


Kelas : III 1


Karakter : dingin



Verrine De Luna


Ras : hewan ; bangsa kelelawar/vampir


Kekuatan : -


Gender : pr


Umur : 170 th \= 17 th


Tinggi : 162 cm


Kelas : III 1


Karakter : aneh



Viesta Olivia


Ras : iblis ; tingkat jin


Kekuatan : sihir waktu


Gender : pr


Umur : 190 th \= 19 th


Tinggi : 163 cm


Kelas : III 1


Berikut adalah peraturan-peraturan di akademi Arknest


1) Akademi berada di tangan keempat kerajaan


2) Para murid dilarang melakukan tindakan kekerasan tanpa ijin dari senior


3) Senior bertanggungjawab atas segala kesalahan dan tindak tanduk para junior dan seangkatannya


4) Senior \= guru


5) Peraturan ini tidak bisa diganggu gugat


Kelas-kelas yang ada di akademi Arknest (dimulai dari yang terendah, menggunakan romawi)


1) Kelas I : I 1, I 2, I 3


2) Kelas II : II 1, II 2


3) Kelas III : III 1


Ras yang ada di akademi Arknest adalah ras iblis, penyihir, siluman, dan hewan. Hanya Afra saja yang ras monster, meski sebenarnya jika semuanya tahu identitas Afra maka … hanya Afra yang manusia di akademi Arknest ini.


lk \= laki-laki


pr \= perempuan


*Tidak ada orang, adanya makhluk


*Informasi bertahap


-------------------------------------------------------


----------------------------


Pagi pun datang, dan kini Afra sudah siap untuk kembali ke kelas dan mengawali harinya. Entah apa yang akan datang menanti di kelas.


Awan putih langit biru, beberapa menjadi jingga kekuningan. Matahari yang menyinarkan dua warna, mengubah yang berada di dekatnya. Selama awan dan langit terbuka, maka … takdirnya akan berubah.

__ADS_1


Mentari kan selalu bersinar, tetapi tetap saja … awan bisa menutupinya. Namun, bukan berarti awan tidak akan menghilang setelah berkumpul lama.


.


.


.


Ini adalah hari kedua, dan Afra sudah masuk ke kelasnya tanpa ada hambatan. Ya, artinya Afra berangkat terlalu pagi di mana kelas dan akademi Arknest masih sepi dan kosong. Matahari baru saja terbit, dan Afra sudah sampai di kelas. Tentu saja kosong!


Akademi Arknest ini memiliki halaman yang luas, dengan bangunannya yang dibuat memanjang. Walau begitu, ada dua bangunan di samping kiri dan kanan sebagai ruang tambahan meski tidak digunakan sementara ini. Menara sihir berada di tengah-tengah, ruang kelas di samping kanan dan kirinya, dan ruang asrama berada di samping kanan dan kiri ruang kelas. Tak perlu dijelaskan juga sudah cukup sepertinya.


Kamar asrama Afra ada di lantai dua, dan itu sebabnya ia bisa melihat pemandangan dan makhluk-makhluk yang berlalu-lalang di luar akademi.


.


.


.


Apa … hari ini libur? batin Afra bertanya-tanya.


Afra pun duduk di kursinya dan melihat keluar jendela. Matahari terlihat mulai memunculkan diri, meski baru setengah. Kelas masih sepi, dan Afra sudah ada.


"Eum, lebih baik aku membaca buku yang diberikan Iliya!" ucap Afra bangkit dari bangkunya dan kembali ke kamarnya untuk mengambil buku.


Afra pun mengambil buku dan memasukkan nya ke dalam tas.


"Baiklah, sudah siap!" ucap Afra langsung pergi keluar dari kamarnya.


Sejauh ini tidak ada makhluk yang keluar dari kamarnya. Matahari juga masih belum terbit sempurna. Setelah beberapa menit berjalan, Afra pun sampai di depan kelasnya. Ia masuk dan berjalan menuju bangkunya lalu duduk. Namun, Afra merasa ada yang berbeda.


"Kenapa … ada yang aneh, ya…?" tanya Afra sambil melihat sekeliling kelas. Tidak ada apapun, tetapi saat Afra melihat ke belakang….


"Waaaa!" teriak Aura tiba-tiba muncul di belakang Afra dan membuat Afra terkejut.


"Aura!" ucap Afra dengan nada tinggi sambil berusaha menenangkan dirinya yang tiba-tiba gemetaran karena Aura.


Aura tertawa kecil, "maaf, ya … aku tiba-tiba muncul, hehehe."


Afra hanya bisa terdiam dan sedikit berpikir. Sikap Aura sedikit berbeda, batin Afra


"Tapi … aku sebenarnya bukan Aura, lho, Afra!" ucap Aura seketika langsung berubah menjadi sosok lain. Tidak, dari awal dia bukanlah Aura!


Afra terbelalak dan tak bisa berkata-kata saat melihat sosok itu menunjukkan wujud aslinya. Ras hewan dari kelompok serigala, atau biasa disebut werewolf. Telinga serigala, rambut putih panjang dengan mata berwarna biru langit. Ya, itulah wujud dari mahluk itu. Dan dia tentu saja gadis!


Gadis werewolf itu tersenyum miring pada Afra, dan Afra hanya bisa terbelalak dan tak bisa berkata-kata. Ia benar-benar tak percaya.


"Kau … siapa?" tanya Afra sedikit ketakutan dan tak bisa apa-apa.


Gadis werewolf itu tertawa mendengar pertanyaan Afra, "kita satu kelas, lho! Apa kau tidak melihat ku kemarin?"


Afra kembali terkejut. Afra tak tahu kalau gadis werewolf itu satu kelas dengannya. Ya, Afra tidak sempat berkenalan dan menyapa para murid kemarin karena … semuanya tampak menjauhi dirinya.


"A-apa aku boleh tau namamu?" tanya Afra lagi berusaha untuk tidak merasa gugup dengan gadis werewolf itu.


Gadis werewolf itupun tersenyum manis, "namaku Yuu, salam kenal, ya!"


Yuu, si gadis werewolf itu langsung menarik tangan Afra dan berjabat tangan. Afra hanya bisa terdiam dan membiarkan Yuu selesai berjabat tangan.


"S-salam kenal, Yuu…," ucap Afra masih sedikit gugup.


.


.


Matahari pun sudah terbit sempurna, dan para murid mulai berdatangan masuk ke kelas. Hari ini, Afra mendapat kenalan baru, tetapi … apa Afra menganggap nya sebagai teman? Eh, apa Afra tahu apa itu teman?


"Eh, itu buku apa, Afra?" tanya Yuu sambil menunjuk buku yang dibawa Afra.


Afra pun melihat ke buku yang ada di tasnya itu, lalu mengambilnya dan menunjukkannya pada Yuu.


"I-ini buku bacaan ku…," jawab Afra masih terbata-bata.


Yuu tersenyum, "jangan gugup gitu, lah! Kita kan teman!"


Afra terkejut mendengar perkataan Yuu, "t-teman? Apa itu?"


------------------------------------------------


-----------------------


Informasi!


Gambar bukanlah buatan author, author hanya meminjam dan menggunakannya sebagai karakter!


Jangan lupa like, komen, dan tinggalkan jejak! Dukungan kalian berarti juga lho!

__ADS_1


__ADS_2