Afra, A Life From AI

Afra, A Life From AI
Mati


__ADS_3

"Temukan aku, atau satu persatu dari kalian akan mati, Rye Else!" ucap Vendry membaca tulisan di papan tulis itu.


Afra dan Yuu terkejut dan tak percaya mendengar perkataan Vendry itu. Semua murid terlihat panik, dan ini tidak terlihat seperti biasanya. Ya, seperti ada yang aneh.


"A-apa maksudnya itu?" tanya Afra kebingungan.


Vendry tersenyum tipis, "itu tantangan, lho! Tidak ada pelajaran diam di kelas untuk kita!"


"Semuanya! Jika kita bisa menemukan Kak Rye dan mengalahkannya, maka jam pertama ini akan berakhir!" sambung Vendry bangkit dari bangkunya dan mengatakannya dengan lantang.


Semua murid yang mendengar perkataan Vendry pun langsung mengubah rasa panik itu menjadi semangat.


"Ya, dengan begitu kita—"


.


.


.


"Mati!" ucap Rye tiba-tiba muncul di belakang murid yang berbicara itu.


Seketika, pintu dan jendela tertutup, dan kelas mulai menjadi gelap. Semua murid terkejut dan tak percaya, begitu juga dengan Afra.


Suara angin berhembus kencang pun terdengar dan membuat suasana terasa mencekam. Afra tidak bisa melihat sekitarnya dengan baik, begitu juga dengan beberapa murid.


"Cepat! Nyalakan cahaya!" perintah Vendry dengan tegas.


Para penyihir pun mulai merapal sihir dan cahaya pun mulai tercipta. Afra sudah bisa melihat lebih baik sekarang, meski perasaan takut mulai terbesit.


.


.


Suara tawa pun terdengar. Para murid mulai bersiap untuk menyerang.


Para murid dari ras penyihir memberi penerangan, sedangkan para murid dari ras iblis, hewan, dan siluman bersiap untuk menyerang. Ada yang mengeluarkan cakar panjang dari tangannya, dan ada yang mengeluarkan pedang. Yuu juga termasuk pengguna pedang. Sedangkan Afra, tentu ia hanya bisa diam dan melihat semua murid-murid bersiap dan siaga untuk menyerang.


Suara tawa kembali terdengar, dan….


"Aakh!" teriak salah satu murid dari ras penyihir tiba-tiba ditarik sesuatu dan menghilang. Tongkat sihir yang dipegang murid itu terjatuh dan alhasil, satu cahaya padam.


"Semuanya! Dengarkan dan rasakan di sekeliling kalian! Jangan menyerang secara tiba-tiba!" teriak Vendry memberi arahan. Vendry benar-benar ahli menjadi pemimpin! Namun….


"Aaakh!" teriak semua murid dari ras penyihir bersamaan. Semua murid dari ras penyihir sekarang sudah menghilang ditarik sesuatu dan cahaya sihirnya pun juga ikut padam. Afra semakin gemetar ketakutan.


"Iblis tingkat hantu," ucap Yuu menarik pedangnya dan memegangnya secara vertikal. Afra yang berada di belakang Yuu terkejut mendengar perkataan Yuu.


"Assassin sword, pierce!" ucap Yuu seketika langsung menghilang menjadi kabut putih. Ruangan kelas yang sebelumnya gelap seketika mulai bercahaya karena kabut putih itu. Namun….


"Ghost light!" ucap sesosok makhluk tiba-tiba muncul di belakang Afra.

__ADS_1


Seketika, cahaya berwarna layaknya api yang berkobar mulai bersinar di dalam kelas, dan cahaya itu membuat Afra dan murid-murid yang lain tak bisa melihat. Cahayanya terlalu silau!


Afra semakin ketakutan saat dirinya merasakan sesuatu memegang pundaknya, dan … hembusan nafas dingin yang sangat terasa di telinga Afra.


"Ucapkan sekarang, Afra!" bisik Ilva di dalam pikiran Afra. Afra pun langsung membuka matanya dan….


"Afrafair!" ucap Afra dengan lantang.


Seketika, sabit berwarna putih dengan garis biru keluar dari tangan Afra. Afra pun langsung mengayunkan sabitnya dan menebaskannya ke cahaya api itu.


Perlahan, cahaya api itu mulai hilang, dan … para murid mulai terlihat. Para murid dari ras penyihir yang sebelumnya menghilang terlihat terduduk di lantai, begitu juga dengan murid-murid yang lain. Hanya Afra dan Vendry saja yang masih berdiri tegak, dan juga … Yuu yang kembali ke wujudnya dan berdiri di atas meja.


Yuu tepat berdiri di meja paling depan dan masih menggenggam pedangnya. Seketika, Rye pun muncul dan berdiri di depan kelas, dengan … satu makhluk lain disampingnya.


"Hai, hai! Para junior yang berbakat! Apa kalian menikmatinya?" sapa makhluk itu yang mirip sekali dengan manusia. Namun, makhluk itu bukan dari ras penyihir, meski ia membawa tongkat sihir. Karena … ada hantu putih yang terbang di sampingnya.


Yuu langsung mengarahkan pedangnya ke makhluk itu, "siapa kau!"


Makhluk itu langsung menunjukkan wajah kebingungan layaknya tidak tahu apa-apa, sedangkan Rye yang berada di samping makhluk itu terlihat tidak peduli dan malah melihat ke arah Afra. Ya, Afra sekarang masih memegang sabit putih itu, dan itu membuat mata Rye melebar.


Para murid yang terduduk di lantai pun perlahan bangun satu persatu dan melihat ke depan kelas. Dan … mata mereka langsung melebar melihat Rye dan makhluk di sampingnya.


"Xi Xiania!" ucap para murid bersamaan. Afra dan Yuu terbelalak dan terkejut mendengar perkataan para murid dari ras penyihir dan siluman itu.


"Begitu, ya … pantas saja aku merasa kenal," ucap Vendry lirih sambil melihat makhluk perempuan itu.


Yuu perlahan menurunkan pedangnya dan menatap kembali makhluk perempuan berambut panjang berwarna kecoklatan itu. Makhluk perempuan itu tersenyum.


Para murid hanya bisa terdiam mendengar perkataan Xiania, termasuk Afra yang terdiam karena hal lain. Ya, Rye masih menatapnya dengan tatapan dinginnya. Afra tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Rye saat melihat dirinya memegang sabit.


***


Pelajaran pun dimulai dengan Xi Xiania sebagai pengajar. Hari ini tidak ada kegiatan luar kelas, hanya pelajaran mengenal sihir dan kekuatan. Seperti yang dilakukan oleh Xiania sendiri, ia bisa menggunakan sihir dan kekuatan iblis nya bahkan menyatukannya.


Kelas pun berakhir dengan tenang, dan Rye pun pergi dengan Xiania sebagai akhir dari kelas hari ini. Para murid pun pulang dan kembali ke asrama mereka masing-masing, kecuali Afra yang masih berada di kelas karena … suatu hal.


"Bagaimana caranya menghilangkan senjata mengerikan ini!" ucap Afra dengan nada tinggi sambil melihat sabit putihnya yang masih ada di tangannya.


"Afra?"


Afra langsung melihat ke arah pintu kelas dan melihat Aura berdiri di sana.


"Aura!" ucap Afra dengan perasaan lega.


Aura pun masuk ke kelas Afra dan menghampiri Afra. Ia terkejut saat melihat sabit putih yang berada di meja Afra, "a-apa itu sabit?"


Afra pun mengangguk, "i-iya, i-itu sabit ku…," jawabnya terbata-bata.


"A-apa! I-itu milikmu! Apa itu kekuatan mu!" tanya Aura terkejut dan hampir tak percaya mendengar perkataan Afra.


Afra pun menganggukkan kepalanya lagi, "t-tolong bantu aku … agar bisa menghilangkannya, Aura!"

__ADS_1


Aura semakin terbelalak dan tak percaya mendengar perkataan Afra. Ia mulai merasa keheranan dan … kebingungan.


"Me-menghilangkannya? Bagaimana?" tanya Aura kebingungan.


"A-aku juga tidak tahu," jawab Afra dengan nada lirih sambil menundukkan kepalanya. Aura pun tersenyum dan memegang bahu Afra.


"Kau bawa saja dulu, mungkin nanti akan ada hal baru yang akan datang," ucap Aura sambil tersenyum.


Afra langsung menatap mata Aura, "h-hal baru?"


"Ya, mungkin sabit itu akan melindungi mu malam ini, Afra!"


 


Tokoh baru lainnya



Yuu


Ras : hewan ; werewolf


Kekuatan : assassin


Gender : pr


Umur : 120 th \= 12 th


Tinggi : 153 cm


Kelas : I 1


Karakter : riang



Xi Xiania


Ras : iblis ; tingkat hantu


Kekuatan : pengendali hantu


Gender : pr


Umur : 150 th \= 15 th


Tinggi : 156 cm


Kelas : II 2


Karakter : riang

__ADS_1


__ADS_2