Afra, A Life From AI

Afra, A Life From AI
Kenapa


__ADS_3

"Kenapa … aku terus ketakutan seperti ini?" batin Afra bertanya-tanya sambil berusaha untuk tetap tenang, "kenapa?"


.


.


.


Hihihi


Suara tawa tiba-tiba terdengar di telinga Afra, tetapi … Afra tahu itu sebenarnya berasal dari pikirannya. Ya, dan itu adalah….


"Aku akan menggantikan posisi mu kalau begitu, Afra Afifah!"


--------------------------------------------------


Malam berlalu, pagi pun datang. Bulan pergi, matahari kembali. Meski yang bergerak adalah bumi, dan matahari hanya diam tak menanti. Namun, bulan selalu mengelilingi … keduanya, dan tak pernah lelah.


Afra, Aura, Yuu, Iylasvi, Phia, Vendry, dan Sira sekarang sudah keluar dari hutan dan sudah berada di pinggiran kota. Lalu, bagaimana kejadiannya?


.


.


Singkatnya, semuanya tiba-tiba menjadi merah dan langsung hitam gelap. Dan saat putih muncul, semuanya sudah kembali.


.


.


.


Sebelumnya….


Hihihi


"Aku akan menggantikan posisi mu kalau begitu, Afra Afifah!" ucap Ilva di dalam pikiran Afra.


Seketika, kesadaran Afra perlahan mulai menghilang, dan … netra birunya berubah menjadi merah.


Tidak ada yang menyadari ataupun mengetahui kalau kesadaran Afra sudah diambil alih oleh Ilva. Mereka saja tidak mengetahui tentang Ilva apalagi tentang Afra yang sebenarnya.


Vendry dan Sira masih menyerang monster-monster sihir yang mengepung mereka, begitu juga dengan Phia yang membuat penghalang sihir sehingga monster-monster sihir yang terkena penghalang langsung lenyap.


Yuu langsung maju dan menebas monster-monster sihir itu, Iylasvi merapal sihir dan menembakkan serangan sihir dari tongkatnya, dan Aura sedang diam dan memejamkan matanya. Sepertinya Aura merencanakan sesuatu.


Afra masih bisa melihat apa yang dilakukan oleh mereka semua, meski kesadarannya sekarang sudah hilang. Ya, kesadarannya sudah diambil alih oleh Ilva, dan sekarang tubuh Afra sudah dalam kendali Ilva. Namun, Afra masih bisa melihat apa yang terjadi dari pandangan Ilva.


"Apa … yang akan kau lakukan?" tanya Afra sambil mendongakkan kepalanya ke atas. Sekarang Afra berada di ruangan gelap itu setelah kesadarannya sudah tidak mendiami tubuhnya.

__ADS_1


Ilva yang sudah mendiami tubuh Afra tersenyum miring saat mendengar telepati dari Afra yang sekarang berada di posisinya. Ya, ini seperti pertukaran posisi. Afra berada di posisi Ilva, dan Ilva di posisi Afra.


"Tidurlah, Afra!" ucap Ilva seketika membuat Afra langsung benar-benar kehilangan kesadarannya.


Afra pun sudah tidak ingat apa-apa setelah itu, tetapi….


.


.


.


Hei, bangunlah


Buka matamu, Afra!


"Ah!" teriak Afra langsung terbangun setelah kehilangan kesadarannya. Ia tidak berada di hutan dengan yang lainnya, tetapi ia masih di ruangan gelap itu. Dan … Ilva sekarang ada di depannya.


"Kehidupan yang menyenangkan, ya," ucap Ilva dengan nada lirih lalu tersenyum tipis.


Afra terkejut dan kebingungan, "a-apa maksudnya?"


Ilva langsung mendekatkan wajahnya ke telinga Afra dan menghembuskan nafasnya. Afra lagi-lagi hanya bisa memejamkan matanya dan membiarkan Ilva melakukan kebiasaan anehnya.


"Tanyakan saja semuanya pada yang kau sebut 'teman' itu, Afra Afifah!"


.


.


.


.


.


.


Sekarang….


"Baiklah, apa selanjutnya?" tanya Iylasvi pada semuanya.


Afra, Aura, Yuu, Iylasvi, Phia, Vendry, dan Sira sekarang sudah ada di depan gerbang masuk kota. Hanya saja….


"Apa kau yakin ini wilayahnya?" tanya Yuu sedikit ragu, begitu juga dengan yang lain.


Iylasvi langsung memasang muka datar, "siapa yang tau? Aku saja bukan dari ras hewan."


Semuanya langsung diam dan merespon perkataan Iylasvi dengan tatapan tajam, kecuali….

__ADS_1


"A-apa yang sebenarnya terjadi padaku semalam?" tanya Afra menambah topik pembicaraan. Semuanya langsung menatap mata gadis polos itu.


"Elu amnesia, ya?" jawab Sira dengan pertanyaan yang … membuat Afra kebingungan, begitu juga dengan yang lainnya.


"E-elu?" ucap Yuu dan Iylasvi berbarengan.


"A-apa maksudmu, Sira?" tanya Afra tidak mengerti maksud perkataan Sira itu. Begitu juga dengan Yuu dan Iylasvi yang keheranan. Sedangkan tiga sisanya….


"Nanti aku jelaskan padamu, ya, Afra! Jangan pikirkan ucapan aneh siluman itu!" ujar Aura sambil tersenyum dengan tangannya yang memegang pundak Afra. Afra hanya bisa mengiyakan dengan wajah yang masih bertanya-tanya.


Elu itu apa? batin Afra bertanya-tanya.


"Kita masuk saja dulu," ucap Phia langsung berjalan menuju gerbang masuk dan mengetuknya.


Gerbang itupun perlahan terbuka dan … pemandangan bangunan-bangunan kota yang kuno dengan para makhluk dari ras hewan pun terlihat jelas di mata ketujuh murid akademi Arknest dari kelas I itu.


"Ayo kita pergi!" perintah Vendry dengan nada tegas dan langsung berjalan masuk ke kota. Phia pun ikut berjalan di belakang Vendry, begitu juga dengan yang lainnya. Meski ….


"Elu? Apa maksudnya, ya?" tanya Iylasvi pada Yuu yang berjalan di sampingnya. Yuu pun menggelengkan kepala sebagai tanda tak tahu.


Sedangkan Sira yang mendengar perkataan mereka berdua hanya bisa terdiam dan menatap dingin keduanya dari belakang. Aura dan Afra lah yang terakhir berjalan masuk menyusul yang lainnya karena….


"Aku merasa aneh akhir-akhir ini," ucap Afra dengan lirih. Aura pun tersenyum pada Afra dan menggenggam tangannya.


"Ayo, kita pergi!" ajak Aura sambil tersenyum agar Afra mengubah ekspresinya yang … terlihat tidak senang.


Afra hanya menganggukkan kepalanya lalu berjalan dengan tangannya yang digenggam oleh Aura.


Sira yang langkahnya terhenti karena menunggu dua gadis itu hanya bisa diam dan menatap dingin keduanya.


"Cewe aneh!" gumam Sira dengan nada lirih.


***


Kota. Itulah tempat di mana ketujuh murid akademi Arknest berada sekarang. Suasana pagi terlihat cerah dan memberikan aura penyemangat untuk beraktivitas, meski … semua makhluk-makhluk yang ada di dunia ini bersikap dingin dan jarang merespon dengan baik.


Enam gadis dan dua laki-laki. Jumlahnya menjadi tujuh. Mereka semua berasal dari ras yang berbeda, dan yang paling berbeda dari semuanya tentu….


"Aku … masih tidak mengerti, Aura," ucap Afra menunjukkan raut wajahnya yang benar-benar tidak mengerti.


Ya, tentu saja itu adalah tokoh utama. Meski tidak ada yang menyadari dan mengetahui kalau Afra adalah manusia, tetapi keberadaannya sebagai ras monster di kawasan netral … sepertinya akan sulit.


Sekarang, para murid kelas I itu sudah mendapatkan tempat menginap di kota. Ya, meski awalnya mereka ditolak, tetapi saat Vendry mengatakan kalau dirinya dan yang lain adalah murid dari akademi Arknest, mereka akhirnya diperbolehkan menerima dua kamar. Dan sekarang….


"Ayolah! Apa tidak ada yang mau mencari makanan! Aku lapar!" ujar Iylasvi sambil memegang perutnya yang sudah kelaparan.


Sekarang berada di kamar para gadis, Iylasvi yang bosan mendengar Aura yang menceritakan kejadian semalam pada Afra langsung mengatakan dirinya yang kelaparan tanpa rasa bersalah.


"Hei, kau tidak bisa melihat kondisi Afra saat ini, ya! Apa kau tak bisa mengerti setelah apa yang dilakukannya semalam!" ujar Yuu dengan tegas. Iylasvi hanya bisa diam dan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"A-aku rasa cukup di sini saja, aku … benar-benar tidak bisa mengerti apa-apa sekarang," ucap Afra dengan lirih. Aura hanya bisa diam dengan raut wajah khawatir melihat teman pertamanya itu. Ya, teman pertamanya.


Phia mengangkat tangannya dan membuat semuanya menoleh kearahnya, "Vendry dan Sira sudah menunggu di luar dari tadi."


__ADS_2