Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Katakan Padaku


__ADS_3

Ambar mencari di mana ibunya berada setelah ia menyelesaikan pekerjannya, ia sudah mencari ke seluruh penjuru rumah namun ia tak juga menemukan keberadaan sang ibu. Ambar bertanya pada ayahnya pun sang ayah juga tak tahu hingga akhirnya Ambar pun bertanya pada Ariyani karena siapa tahu wanita itu tahu di mana ibunya.


“Permisi Nyonya.”


“Kenapa kamu bicara padaku? Bukankah aku sudah mengatakan jangan pernah bicara padaku untuk sesuatu hal yang tidak penting?”


“Namun ini penting Nyonya, ibu saya tidak dapat saya temukan di rumah ini.”


“Bisa saja kalau dia sedang pergi keluar kan? Kenapa juga kamu menanyakan itu padaku.”


“Kalau begitu bisakah saya izin mencari ibu saya keluar?”


“Aku tidak akan mengizinkanmu keluar dari rumah ini, paham?”


Ambar hanya dapat mengikuti apa yang Ariyani katakan, ia sadar bahwa ia tak dapat melawan apa yang diperintahkan oleh wanita itu hingga Ambar terpaksa harus menuruti apa yang Ariyani katakan. Ambar kemudian bingung harus bagaimana, ia tidak yakin kalau ibunya keluar rumah karena selama ini ibunya tak pernah keluar dari rumah ini karena Ariyani tidak pernah mengizinkan mereka semua keluar.


“Bagaimana, Nak? Apakah dia tahu?” tanya Danu.


Ambar menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa Ariyani tidak tahu menahu soal di mana keberadaan Warsinih, Ambar sudah meminta izin pada Ariyani untuk keluar sebentar mencari sang ibu namun wanita itu tidak mengizinkannya keluar.


“Kalau begitu kita tunggu saja Sakti sampai dia pulang ke rumah dan bicarakan semua ini dengannya.”


Ambar menganggukan kepalanya, pada akhirnya memang ia harus menantikan Sakti sampai pulang ke rumah dan ketika Sakti pulang ke rumah kini Ambar langsung menceritakan apa yang sedang terjadi.


“Apa katamu? Ibu tidak ditemukan di seluruh penjuru rumah?”


“Iya, aku sudah mencoba mencarinya namun tidak kunjung aku temukan, aku sudah meminta izin pada mamamu untuk pergi mencarinya namun dia tidak mengizinkanku untuk pergi keluar.”


****


Pada akhirnya karena bantuan dari Sakti, Ambar bisa pergi keluar rumah untuk mencari sang ibu namun sampai hari sudah beranjak malam pun Ambar belum juga menemukan sang ibu, Ambar khawatir kalau sesuatu hal yang buruk terjadi pada sang ibu. Sakti mengatakan kalau sampai besok Warsinih belum ditemukan maka ia akan melaporkan kasus ini pada polisi.


“Semoga saja ibu bisa segera ditemukan, aku khawatir kalau sesuatu hal yang buruk tengah terjadi padanya.”


“Kita berdoa saja yang terbaik untuk ibu.”


Maka Sakti dan Ambar pun kembali ke rumah dengan tangan hampa, Ariyani sudah menunggu mereka dan menanyakan bagaimana hasil pencarian Warsinih dan Sakti mengatakan bahwa mereka belum menemukan Warsinih.

__ADS_1


“Mama ingin bicara dengan Ambar sebentar, kamu masuk dulu sana.”


“Aku tidak mau meninggalkan Mama dengan Ambar.”


“Apakah kamu tak percaya kalau Mama tak akan melakukan apa pun padanya?”


“Mama bisa melakukan apa pun pada Ambar, aku tak mau mengambil risiko.”


Ariyani menghela napasnya dan kemudian ia batal untuk bicara dengan Ambar karena Sakti begitu memertahankan Ambar untuk tidak bicara sendirian dengan Ariyani. Ketika mereka sudah sampai di kamar dan Sakti sedang mandi, pintu kamar diketuk dan Ambar membukakan pintu, ketika ia membukakan pintu itu nampak sosok Ariyani yang tengah menatapnya.


“Aku ingin bicara denganmu.”


****


Sintia kembali ke apartemen dan Valdo sama sekali tidak menyambutnya bahkan menganggap kalau Sintia tidak ada, Sintia tentu saja kesal dengan sikap Valdo yang acuh begini padahal dirinya baru saja pulang.


“Valdo, apakah kamu tidak merindukanku?”


“Aku pikir kamu tidak akan pernah kembali ke sini.”


Namun ucapan Sintia barusan sama sekali tidak ditanggapi oleh Valdo dan pria itu masih saja bersikap dingin padanya. Sintia berusaha menahan diri supaya tidak marah dengan sikap Valdo ini, ia kemudian mengikuti ke mana perginya pria itu dan mencoba merayunya namun Valdo sama sekali tidak mempan dengan rayuannya.


“Kenapa sikapmu berubah begini, Valdo?”


“Aku tidak ingin memertahankan pernikahan ini lebih lama lagi, setelah anak itu lahir ketika aku tahu bahwa dia bukan anakku maka aku akan menceraikanmu.”


Sintia nampak terkejut dan tak percaya dengan ucapan Valdo barusan, Sintia mencoba meyakinkan pada Valdo bahwa anak yang tengah dikandungnya ini adalah anak kandungnya namun Valdo tetap saja tak mau mendengarkan apa yang Sintia katakan, Valdo memilih untuk pergi meninggalkan Sintia masuk ke dalam kamar.


“Kenapa pria itu sangat sulit untuk dibujuk?” geram Sintia.


Namun tentu saja ia tak akan menyerah begitu saja, Sintia akan membuktikan bahwa anak yang dikandungnya ini memang anaknya Valdo dan bukannya Sakti.


****


Daisy meminta Regan untuk bertemu dengan Ambar karena ia merindukan mamanya, Regan mencoba menghubungi Ambar untuk menanyakan apakah Ambar ada di rumah atau tidak namun sayangnya ponsel Ambar sama sekali tidak aktif.


“Sebentar sayang, Papa masih mencoba menghubungi mama saat ini.”

__ADS_1


“Pokoknya aku mau pergi menemui mama.”


Regan masih saja mencoba menghubungi Ambar dan berharap kalau mantan istrinya itu mau menjawab telepon darinya namun hasilnya nihil hingga kemudian Regan mencoba menghubungi Sakti karena tidak ada jalan lain.


“Mau apa kamu menghubungiku?”


“Aku mau bertanya kenapa ponsel Ambar tak dapat untuk dihubungi?”


“Itu sama sekali bukan urusanmu, jangan hubungi istriku lagi.”


“Namun anaknya ingin bertemu dengannya, apakah kamu tidak memiliki perasaan?”


“Baiklah, sebenarnya kami sekarang bukan lagi tinggal di desa melainkan di rumah keluargaku.”


“Jadi kalian sudah kembali ke kota ini?”


Setelah mendapatkan kabar itu Regan langsung menutup sambungan teleponnya, ia mengajak Daisy untuk bertemu dengan sang mama yang tentu saja Daisy bahagia bukan main dengan kabar baik itu.


“Ayo sayang kita pergi.”


“Ayo.”


Maka kemudian Regan dan Daisy masuk ke dalam mobil untuk menuju rumah di mana Ambar tinggal saat ini.


****


Ambar nampak tidak fokus kalau Sakti perhatikan sejak tadi seperti ada sesuatu yang mengganggu Ambar saat ini namun ketika ia bertanya apa yang terjadi, Ambar seperti menutupi sesuatu.


“Kamu pasti sedang ada masalah kan? Kenapa tak mau jujur padaku?”


“Aku baik-baik saja.”


“Tidak, kamu tak dapat berbohong padaku kalau saat ini kamu sedang ada masalah, apakah kali ini juga menyangkut soal mamaku?”


Ambar menggelengkan kepala dan saat itulah Regan dan Daisy datang, untuk sementara Ambar bisa mengalihkan masalahnya karena ada anaknya yang datang berkunjung namun tetap saja Sakti penasaran dengan apa yang mengganggu pikiran Ambar saat ini.


“Aku yakin sekali kalau kamu menyembunyikan sesuatu dariku, kenapa tak mau jujur padaku?”

__ADS_1


__ADS_2