Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Meminta Mama Mengerti


__ADS_3

Alih-alih marah dengan apa yang dikatakan oleh Ambar barusan justru malah Helga tersenyum pada mantan menantunya itu, Helga bertanya kenapa Ambar dapat menuduhnya seperti itu dan Ambar pun meminta maaf jika tuduhannya salah. Ambar mengatakan bahwa orang yang membenci dirinya dan keluarga adalah Helga dan ia berpikir kalau Helga adalah dalang di balik semua ini. Helga mengatakan pada Ambar untuk jangan sembarangan dalam menuduh orang jika Ambar memang belum mengantongi bukti.


“Bukankah kamu juga sudah diajarkan pada hal tersebut?”


Ambar terdiam mendengar ucapan Helga barusan, Helga pun kemudian masuk ke dalam ruangan inap Warsinih dan tentu saja Ambar terus mengawasi Helga karena ia tidak mau kalau wanita ini akan melakukan sesuatu hal yang buruk pada ibunya. Helga sama sekali tidak melakukan sesuatu hal yang buruk pada Warsinih namun kalau dilihat dari ekspresi wajah ibunya, Warsinih nampak tidak suka dengan kedatangan Helga di ruangan ini. Helga tidak berlama-lama tinggal di sini, ia langsung berbalik badan dan hendak pulang dan Ambar mengantarkan wanita itu sampai depan ruangan inap sang ibu.


“Aku benar-benar tidak melakukan apa pun pada ibumu barusan kan?”


“Iya Nyonya, saya minta maaf.”


Helga kemudian baru benar-benar pergi dari rumah sakit setelah Ambar mengatakan itu, Helga sempat berpapasan dengan Sakti yang hendak menjenguk Warsinih di lobi rumah sakit. Helga menahan Sakti dan mengatakan ingin bicara dengan pria ini sebentar.


“Kamu Sakti kan?”


“Iya, kenapa memangnya?”


“Apakah kamu yakin ingin mendekati Ambar?”


“Kenapa anda menanyakan itu?”


“Tidak, hanya saja aku ingin mengingatkan padamu untuk jangan mendekati Ambar karena ibunya itu suka mengambil keuntungan dari pria yang mendekati Ambar, contohnya saja anakku. Dia dihabisi uangnya oleh wanita itu dan sekarang kamu dapat lihat karma buruk yang wanita itu dapatkan bukan?”


“Maaf Nyonya, tapi saya tidak memiliki waktu untuk mendengar ocehan anda, saya permisi dulu.”


Sakti langsung pergi meninggalkan Helga yang mana tentu saja ucapan Sakti barusan membuat Helga kesal bukan main.


“Bagaimana bisa dia mengatakan  hal seperti itu padaku?”


****


Sakti tiba di ruangan inap Warsinih dan ia menceritakan kalau tadi ia bertemu dengan Helga di lobi rumah sakit, Ambar bertanya apa saja yang sudah dibicarakan oleh Helga pada Sakti dan Sakti mengatakan bahwa Helga meminta Sakti untuk tidak mendekati Ambar karena Warsinih akan mengambil keuntungan darinya. Warsinih terdiam mendengar ucapan Sakti barusan, Ambar pun juga terdiam namun Sakti mengatakan bahwa ia tetap tidak akan mundur untuk memperjuangkan cintanya pada Ambar.

__ADS_1


“Sakti aku….”


“Aku sama sekali tidak peduli pada hal itu, percayalah.”


Ponsel Sakti berdering tanda ada telepon yang masuk, Sakti melirik sekilas ke arah ponselnya yang mana di sana tertera nama sang mama, Sakti memutuskan untuk tidak menjawab telepon tersebut dan tentu saja membuat Ambar penasaran kenapa Sakti tidak menjawab teleponnya.


“Kenapa kamu tidak menjawab teleponnya?”


“Bukan sesuatu hal yang penting.”


Namun Ambar merasa kalau ada sesuatu hal yang tengah disembunyikan oleh Sakti saat ini dan tidak lama kemudian ponsel pria itu kembali berdering dan kali ini Ambar meminta Sakti untuk menjawab teleponnya karena bisa saja itu adalah telepon yang penting.


“Jawablah Sakti, jangan tidak dijawab lagi.”


Akhirnya Sakti pun melakukan seperti yang Ambar katakan barusan, ia berbalik badan dan langsung keluar dari ruangan inap Warsinih untuk menjawab telepon ini.


****


“Yang barusan adalah mamamu kan? Dia pasti memintamu untuk jangan dekat-dekat dengan aku lagi.”


“Ambar, kamu jangan memikirkan itu, walau mamaku mengatakan jangan mendekatimu lagi namun aku tetap akan mendekatimu karena aku mencintaimu.”


Namun Ambar menggelengkan kepalanya, Ambar mengatakan bahwa sebaiknya Sakti mengikuti apa yang menjadi keinginan mamanya, Ambar tidak ingin kalau Sakti menjadi anak yang durhaka karena dirinya.


“Tolong jangan melakukan hal yang tidak diinginkan oleh mamamu, Sakti.”


“Aku tidak peduli akan itu, aku sudah dewasa dan dapat menentukan keputusanku sendiri, ketika hatiku memilihmu maka aku akan memperjuangkannya.”


Ambar menggelengkan kepalanya dan ia tak sanggup untuk melanjutkan percakapan ini dengan Sakti dan memilih untuk berbalik badan meninggalkan pria ini.


****

__ADS_1


Sandrina mengadukan apa yang dilakukan oleh Regan pada Helga yang mana tentu saja Helga langsung menghampiri Regan di kantornya, Regan nampak kesal sekali karena mamanya datang ke kantor dan malah membicarakan soal Sandrina.


“Ma, tolong jangan membicarakan soal Sandrina di kantor.”


“Kenapa memangnya? Kalau kamu memerlakukan Sandrina dengan baik maka aku tidak akan datang ke sini dan memarahimu.”


“Aku melakukan semua ini karena Mama, bukankah Mama tahu kalau satu-satunya orang yang aku cintai adalah Ambar, kenapa Mama masih saja menolak hal itu?”


“Kamu masih saja membicarakan hal omong kosong seperti itu, karena kamu memaksa menikahi Ambar maka kamu berselingkuh dengan Sintia dan ujung-ujungnya kamu dan dia bercerai kan? Itu akibatnya kamu tidak mau mendengarkan apa yang Mama katakan.”


Regan nampak tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh mamanya, Helga mengatakan kalau Regan jangan pernah sekali-kali menyakiti hati Sandrina lagi dan Helga mengingatkan bahwa wanita itu adalah istrinya sekarang bukannya Ambar.


“Ambar sudah bahagia dengan pilihannya, dia memilih Sakti dan kamu harus ingat itu!”


“Bagaimana bisa Mama mengatakan hal itu?”


“Karena nyatanya begitu, Mama selalu melihat Sakti ada disekeliling Ambar.”


Regan nampak marah dengan ucapan mamanya barusan, namun Helga mengatakan kalau Regan jangan sekali-kali mencoba untuk pergi pada mereka.


“Jangan pernah melakukan itu, Mama tahu apa yang ada dalam pikiranmu saat ini.”


****


Ariyani mendatangi apartemen Sakti menunggu sampai Sakti kembali ke sini dan benar saja tidak lama kemudian Sakti tiba di apartemen dan ia sama sekali tidak terkejut menemukan mamanya di sini karena sebelumnya ia sudah melihat sepasang sepatu sang mama di rak. Ariyani langsung bertanya dari mana Sakti dan Sakti tidak mau menjawab pertanyaan dari mamanya itu, Ariyani menahan Sakti jangan masuk dulu ke dalam kamar karena mereka belum selesai bicara.


“Aku habis menemui Ambar, apakah Mama puas sekarang?”


“Kenapa kamu tidak mau mendengarkan Mama, Nak?”


“Ma, tolong mengertilah bahwa hanya Ambar yang aku cintai.”

__ADS_1


__ADS_2