Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Melarikan Diri


__ADS_3

Ambar berusaha melarikan diri dari bos besar yang nampak begitu ingin melakukan perbuatan tidak baik padanya dan akhirnya Ambar pun dapat melarikan diri dan menghindar namun bos besar nampak menyeringai pada Ambar yang berhasil untuk melarikan diri.


“Kamu pikir dapat melarikan diri begitu saja, Ambar?” seringai bos besar.


Ambar akhirnya tiba di rumah dan disambut oleh Warsinih yang nampak penasaran apa yang terjadi pada Ambar, sebenarnya Ambar tidak mau memberitahu ibunya mengenai apa yang terjadi padanya namun Warsinih tahu kalau sesuatu hal yang tidak baik baru saja terjadi pada Ambar.


“Ada apa, Nak?”


“Tadi bos tempatku bekerja hendak melakukan hal yang buruk padaku.”


Warsinih nampak menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, ia memeluk Ambar dan menenangkan Ambar bahwa saat ini dia sudah aman. Setelah merasa sudah jauh lebih baik kini Ambar pamit untuk mandi dan berganti pakaian. Warsinih nampak menghela napasnya panjang, ia tidak menyangka kalau akan terjadi hal mengerikan seperti itu pada Ambar namun ia bersyukur karena Tuhan masih melindungi Ambar.


“Ada apa ini?” tanya Danu pada istrinya.


“Bos Ambar tadi hendak melakukan hal yang tidak baik pada Ambar namun untungnya saja tidak berhasil.”


Sebagai seorang ayah tentu saja Danu merasa marah mendengar cerita istrinya barusan yang mana Ambar hendak dilecehkan oleh bosnya dan tentu saja Danu tidak dapat tinggal diam begitu saja ketika mendengar itu.


“Aku akan buat pelajaran dengan pria itu.”


“Iya, aku sendiri juga tidak terima dengan apa yang sudah dilakukan olehnya.”


Keesokan harinya nampak bos Ambar sudah berdiri di depan pintu dan hendak menemui Ambar namun Warsinih tidak memberikan jalan untuknya.


“Maaf namun Ambar saat ini sedang tidak dapat diganggu oleh siapa pun.”


“Apakah dia sakit? Tolong izinkan saya melihatnya.”


“Saya tidak dapat memberikan izin pada orang yang hendak melakukan tindakan tidak terpuji pada anak saya.”


“Jadi kamu sudah tahu semuanya?”


****


Sakti masih memikirkan di mana keberadaan Ambar saat ini, ia mencoba mencari tahu di mana keberadaan Ambar namun hasilnya belum seperti apa yang ia harapkan. Ariyani mencoba membuat Sakti untuk mau mendengarkannya dan tinggal bersama dengannya di rumah keluarga namun Sakti menolak dan mengatakan bahwa ia sudah diusir dari rumah itu.

__ADS_1


“Kamu bisa kembali ke rumah, Nak.”


“Tidak Ma, ku tidak akan kembali ke sana.”


“Kenapa kamu tidak mau kembali ke sana? Ambar sudah tidak ada di kota ini, Nak.”


“Bagaimana bisa Mama mengetahui hal itu? Apakah Mama memang mengetahui sesuatu?”


Ariyani menghela napasnya dan mengatakan bahwa ia tidak tahu soal di mana Ambar saat ini namun satu hal yang pasti bahwa Ambar sudah pergi meninggalkan Sakti dan seharusnya tidak ada alasan bagi Sakti untuk tetap menanti Ambar.


“Sudah Mama katakan bahwa dia bukanlah wanita baik-baik, Sakti. Kamu tidak boleh memercayai wanita itu lagi. Buktinya sekarang dia pergi meninggalkanmu tanpa mengatakan sepatah kata pun.”


“Aku tidak akan memercayai ucapan Mama sampai aku mendengarnya secara langsung dari mulut Ambar, selain itu aku merasa bersalah atas apa yang pernah aku lakukan padanya di masa lalu. Setidaknya aku harus mengucapkan permintaan maaf pada Ambar sebelum semuanya menjadi lebih buruk.”


****


Valdo mengunjungi Sakti di rumah kontrakannya, Valdo nampak sedang ada masalah namun ia berusaha untuk tidak menunjukannya di depan Sakti namun tentu saja Sakti tahu bahwa Valdo datang ke sini karena ia memiliki masalah. Valdo meminta maaf pada Sakti karena ia pernah mengatakan bahwa mereka tidak perlu bertemu lagi dan kini Valdo menceritakan bahwa sebenarnya Sintia tidak sebaik dan seperti apa yang ia impikan dulu.


“Dia sekarang sudah mulai menampakan wajah aslinya.”


Valdo menceritakan semuanya yang ia ketahui soal Sintia, Sintia menikah dengan Valdo untuk menghancurkan Ambar dari dekat dan rencananya berhasil bahkan kini Sintia tengah mengandung namun Valdo meragukan bahwa anak yang dikandung oleh Sintia adalah anak kandungnya karena sebelum itu pun Sintia pernah tidur dengan Sakti.


“Valdo aku….”


“Aku sama sekali tidak marah padamu kalau memang anak yang dikandung oleh Sintia memang anak kandungmu, Sakti.”


“Aku benar-benar minta maaf karena hari itu aku terperdaya oleh bujuk rayunya, aku benar-benar menyesalinya sekarang.”


“Sudahlah kamu tidak perlu merasa begitu, bagaimana keadaan Ambar saat ini? Kok aku tidak pernah melihatnya lagi?”


Sakti terdiam ketika mendengar pertanyaan dari Valdo barusan yang mana diamnya Sakti ini membuat Valdo penasaran dan yakin kalau sesuatu tengah terjadi.


“Sakti, ada apa dengan Ambar?”


“Sebenarnya saat ini Ambar tidak diketahui keberadaannya.”

__ADS_1


****


Regan kembali dari Amerika setelah beberapa minggu ia menghilangkan stresnya, kini ia siap untuk bekerja kembali seperti biasa di kantor dan secara mental juga dia sudah mulai membaik. Helga nampak bahagia dengan kabar baik yang dibawa oleh Regan sepulang dari Amerika itu namun satu hal yang mengganjal Helga yaitu Regan masih saja memedulikan Ambar.


“Bagaimanapun juga dia adalah mamanya Daisy.”


“Mama juga tahu akan hal itu akan tetapi bisakah kita tidak perlu membahas soal wanita itu lagi?”


“Kamu ini kenapa sih sensi sekali ketika nama Ambar disebut?” tanya Fadi heran.


“Tentu saja aku sensi, sekarang kamu bayangkan karena wanita itu Regan menjadi seperti ini,” jawab Helga dengan sangat kesalnya.


Regan mengatakan bahwa mamanya tidak perlu bersikap berlebihan begini, tentu saja ucapan Regan sangat tidak dapat diterima oleh Helga karena Helga bersikap seperti ini akibat ia membenci Ambar dan keluarganya. Ambar dan keluarganya sudah menarik mereka dalam konflik tak berkesudahan yang mana sekarang akhirnya keluarga itu mendapatkan balasan yang buruk atas perbuatan mereka.


“Apa maksud Mama mengatakan itu?”


“Sekarang Amabr dan keluarganya sudah tidak ada di kota ini, mereka sudah pergi jauh.”


“Benarkah? Di mana sekarang mereka tinggal? Mama tahu alamatnya?”


“Kalaupun Mama tahu di mana mereka tinggal, Mama tidak akan memberitahumu.”


****


Bos besar mendatangi rumah keluarga Ambar untuk bicara dengan Warsinih, awalnya Warsinih nampak menolak pembicaraan dengan bos besar karena ia membenci apa yang sudah coba pria tua lakukan ini pada putrinya namun akhirnya Warsinih pun luluh juga dan mau diajak bicara oleh bos besar.


“Jadi kenapa anda mau bicara denganku?”


“Aku tahu bahwa saat ini kamu sedang kesulitan ekonomi dan ini aku memiliki sedikit uang yang dapat kalian gunakan untuk kehidupan sehari-hari.”


“Maaf namun saya tidak dapat menerima uang ini.”


“Sudahlah, aku tahu bahwa kamu ingin uang ini maka ambillah.”


“Aku…aku….”

__ADS_1


“Ambilah, aku tahu kamu menginginkan ini.”


__ADS_2