
Pada akhirnya Warsinih pun dibawa ke balai desa untuk disidang, ia langsung mendapatkan pertanyaan dari para warga desa yang ingin membuatnya mengakui semua perilaku tidak buruknya namun Warsinih tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak bersalah dalam hal ini yang mana penduduk desa sangat marah dengan ucapan Warsinih yang masih tak mau mengakui perbuatannya padahal mereka sudah menemukan bukti. Danu berusaha membela sang istri namun tentu saja warga desa tidak mau mendengarnya, warga desa mengatakan bahwa mereka harus mengusir keluarga Ambar dari desa ini yang mana tentu saja membuat Warsinih sedih karena ia tidak dipercaya oleh warga desa padahal ia benar-benar tidak melakukan itu.
“Aku tidak melakukan itu.”
Namun tentu saja tidak ada warga desa yang mau mendengarkannya dan mereka sudah sepakat untuk mengusir Warsinih dan keluarganya dari desa ini, Danu mengatakan pada Warsinih bahwa mereka tidak dapat berbuat apa-apa saat ini selain pergi namun Warsinih merasa bahwa ini semua tidak adil.
“Sudahlah jangan membuat masalah semakin rumit, lebih baik mulai kemasi barang-barang kita.”
Ambar yang mendapatkan kabar buruk yang menimpa keluarganya tentu saja langsung pergi menemui keluarganya namun sebelum ia sempat menemui mereka, bos besar menghadang jalannya yang membuat Ambar kesal.
“Apa lagi yang anda inginkan?”
“Aku tahu bahwa kamu sedang buru-buru namun aku memiliki sesuatu hal yang perlu dibicarakan denganmu.”
“Aku tidak memiliki waktu untuk bicara denganmu, lebih baik menyingkir sekarang.”
Namun tentu saja bos besar tidak membiarkan Ambar pergi begitu saja, bos besar mengatakan bahwa ia bisa membantu Ambar dan hal tersebut membuatnya terkejut.
“Apa maksud anda?”
“Kamu tahu siapa aku kan? Bukanlah hal yang sulit untukku membantumu dan keluargamu.”
Namun Ambar paham bahwa semua ini adalah permainan pria ini, Ambar mengatakan bahwa ia tidak membutuhkan bantuan pria ini namun langkahnya kembali dihalangi.
“Saya harus menemui keluarga saya sekarang.”
“Pikirkan sekali lagi Ambar.”
****
Ariyani datang menjenguk Sakti dan kali ini ia membawa berita bahwa ia sudah mempersiapkan seorang wanita pengganti Ambar untuk Sakti. Sakti tentu saja tak percaya dengan yang dikatakan oleh mamanya barusan, Sakti mengatakan kalau ia tidak akan pernah bercerai dengan Ambar dan ia hanya mencintai Ambar.
“Kenapa Mama masih saja bersikap seperti ini?”
“Karena Mama ingin yang terbaik untukmu, Sakti. Mama tidak ingin kejadian buruk seperti ini kembali terjadi padamu.”
__ADS_1
“Kalau memang Mama ingin yang terbaik untukku maka Mama tidak seharusnya menghalangiku memilih jalan hidupku sendiri.”
“Sakti!”
Namun Sakti tidak mau memperpanjang masalah ini, Sakti mengatakan pada mamanya bahwa sampai kapan pun ia hanya akan menjadi suami Ambar dan ia tidak berniat untuk menceraikan wanita itu walaupun saat ini Ambar sudah meninggalkannya.
“Bagaimana bisa kamu senaif ini, Sakti?”
“Aku tidak peduli dengan apa yang Mama katakan, tolong jangan ganggu aku lagi.”
Ariyani nampak tak percaya dengan yang Sakti katakan barusan, Sakti meminta mamanya untuk pergi sekarang juga karena ia tidak mau diganggu dan Ariyani pun menuruti apa yang Sakti katakan barusan namun sebelum wanita itu pergi nampak Ariyani memberikan sebuah pesan pada Sakti bahwa ia tidak akan pernah berhenti sebelum Sakti mau menuruti apa yang ia perintahkan.
“Mama melakukan semua ini karena Mama mencintaimu.”
****
Regan meminta Helga untuk membantunya mencari di mana Ambar dan keluarganya berada namun Helga menolak itu, Helga mengatakan bahwa Regan tidak perlu tahu soal Ambar dan keluarganya sekarang karena sekarang mereka bukan siapa-siapa.
“Apakah kamu sudah kehilangan akal sehatmu, Regan?”
“Namun kamu sudah keterlaluan Regan, biarkan saja Ambar pergi jauh.”
“Baiklah kalau Mama tidak mau membantuku, maka aku akan mencarinya sendiri.”
Regan pun pergi meninggalkan Helga walaupun mamanya itu sudah berulang kali memanggil namanya, sikap Regan yang keras kepala membuat Helga kesal. Ia mengumpat Ambar dan keluarganya karena mereka adalah sumber masalah dalam keluarga ini.
“Mereka memang sudah bukan menjadi bagian keluarga ini namun mereka tidak hentinya menjadi sumber masalah dalam keluargaku.”
Helga kemudian menelpon seseorang dan di sana Helga meminta supaya orang itu menghalangi Regan mencari tahu di mana Ambar berada.
“Pokoknya kalian cari cara supaya anakku tidak tahu di mana keberadaan wanita itu, kalian paham?”
Setelah itu Helga menutup sambungan teleponnya dan berbalik badan hendak pergi namun ia terkejut karena rupanya sang suami berdiri tepat di belakangnya.
“Kamu membuatku terkejut saja.”
__ADS_1
“Siapa barusan yang kamu telepon?”
“Bukan urusanmu.”
“Apa hubungannya dengan Ambar?”
****
Ambar terkejut ketika mendengar bahwa mereka harus pergi dari desa ini karena tuduhan warga desa bahwa Warsinih telah mencuri perhiasan padahal Warsinih sama sekali tidak melakukan semua ini. Ambar percaya bahwa ibunya tidak melakukan hal ini dan sepertinya memang mereka harus pergi dari desa ini namun bos besar datang ke rumah mereka untuk bicara dengan Ambar.
“Bukankah saya sudah mengatakan bahwa tidak ada yang perlu lagi kita bicarakan?”
“Kamu jangan gegabah Ambar, aku tahu bahwa saat ini kamu sudah mulai nyaman tinggal di sini kan? Lagi pula kamu juga sudah mendapatkan pekejeraan bukankah akan jauh lebih baik kalau kamu memutuskan untuk tetap tinggal di sini?”
“Tapi saya tidak mau dipengaruhi oleh anda, apalagi anda melakukan semua ini supaya membuat saya menuruti semua keinginan anda.”
“Kamu terlalu berburuk sangka padaku, Ambar. Aku sama sekali tidak sejahat apa yang kamu pikirkan.”
Namun tentu saja Ambar tidak memercayai apa yang dikatakan oleh pria ini, Ambar mengatakan bahwa ia tetap pada keputusannya yaitu pindah dari desa ini namun lagi-lagi ia coba untuk digoyahkan oleh bos besar mengenai keputusan yang sudah ia ambil ini.
“Apakah kamu yakin dengan keputusanmu itu? Aku tidak ingin kamu menyesali semuanya dikemudian hari.”
“Aku yakin dengan keputusan yang sudah aku ambil.”
****
Tidaklah sulit bagi Fadi untuk menemukan keberadaan Ambar dan keluarganya, semenjak ia mencuri dengar secara tak sengaja obrolan Helga dengan seseorang ditelepon maka Fadi diam-diam mencari tahu di mana Ambar dan keluarganya tinggal saat ini dan ia terkejut saat tahu bahwa Ambar dan keluarganya pindah ke tempat yang sangat jauh dari kota ini. Fadi kemudian pergi menuju kota di mana Ambar dan keluarganya tinggal dan ketika ia tiba di sana nampak Ambar terkejut dengan kedatangan sang mantan mertua.
“Tuan? Apa yang Tuan lakukan di sini?”
“Tentu saja aku ingin bertemu denganmu, memangnya apalagi?”
“Kenapa Tuan bisa tahu saya di sini?”
“Itu semua tidak penting, Ambar. Aku ke sini untuk menawarkan bantuan.”
__ADS_1
“Apa?”