Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Ketika Ibu Sudah Terdesak


__ADS_3

Warsinih tentu saja terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh mantan menantunya yang tiba-tiba saja seolah menuduhnya hanya memanfaatkan kebaikan hati Sakti. Tentu saja Warsinih menolak semua yang dikatakan oleh Regan barusan, Warsinih mengatakan dirinya tidak pernah memanfaatkan kebaikan hati Sakti untuk mendapatkan apa yang ia inginkan namun kemudian Regan pun mengingatkan apa yang sudah pernah Warsinih lakukan dulu


ketika ia menikah dengan Ambar.


“Apakah Ibu melupakan semua itu?”


“Kamu jangan bicara sembarangan, ya! Aku tidak pernah meminta Ambar untuk membelikan semua itu, Ambar sendiri yang membelikannya untukku.”


Namun Regan nampak tak memercayai itu karena Regan mengatakan kalau dirinya memiliki bukti kuat bahwa sebenarnya Warsinih yang menginginkan semua itu dan ia menggunakan Ambaar sebagai anaknya untuk


mendapatkan apa yang ia inginkan. Warsinih nampak geram karena selalu dituduh yang tidak-tidak oleh Regan, ia meminta Regan untuk segera pergi saja dri sini karena hanya membuatnya emosi saja, tentu saja reaksi Warsinih ini membuat Regan tertawa, pria itu mengatakan bahwa Warsinih harus mengakui semua kesalahannya di masa lalu secara jujur pada Ambar dari pada dirinya sendiri yang akan membongkar semuanya pada Ambar.


“Bagaimana menurut Ibu kalau Ambar akan tahu mengenai hal ini?”


“Jangan bicara sembarangan kamu Regan, aku sudah mengatakan kalau semua yang kamu katakan itu tidaklah benar.”


Namun Regan tentu saja tidak memercayai apa yang Warsinih katakan karena memang ia memiliki bukti kuat, Regan mengatakan bahwa ia akan segera memberitahu Ambar mengenai apa yang sudah dilakukan oleh


Warsinih di masa lalu dan membuat wanita itu menjadi panik.


“Kamu jangan coba menyebar fitnah kepada anakku.”


“Aku tidak melakukan fitnah, aku justru ingin mengatakan yang sebenarnya pada Ambar, supaya dia tahu sebenarnya Ibu itu seperti apa.”


Setelah mengatakan itu maka Regan pun berbalik badan dan masuk ke dalam mobilnya, dari dalam mobilnya nampak Regan memerhatikan bagaimana reaksi Warsinih dan tentu saja membuatnya bahagia sekali.


****


Ambar sedang bekerja di toko seperti biasa sampai Regan datang ke sini, Ambar nampak berusaha menjaga jarak dengan Regan seperti biasanya namun Regan mendekatinya dan mengatakan bahwa ia ingin bicara dengan Ambar sekarang namun Ambar menolak karena ia sedang bekerja.


“Mas bisa lihat sendiri kalau saat ini aku sedang bekerja, bukan?”

__ADS_1


“Iya, kamu memang sedang bekerja saat ini namun aku datang ke sini untuk bicara denganmu dan pembicaraan ini tidak memakan waktu yang lama, kok.”


“Apa maksud, Mas?”


“Aku datang ke sini untuk memberikan bukti mengenai sesuatu di masa lalu.”


Ambar nampak penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Regan barusan, Regan sendiri hendak memberitahu Ambar mengenai bukti yang ia miliki namun tiba-tiba saja Warsinih muncul dan menghalangi Regan untuk melakukan itu.


“Kenapa Ibu tiba-tiba datang ke sini?”


“Ambar, lebih baik kamu tidak perlu mendengarkan apa yang dikatakan oleh pria ini karena semua yang dikatakan oleh pria ini tidaklah benar.”


“Kalau memang apa yang hendak aku katakan tidak benar, kenapa Ibu datang ke sini dengan raut wajah panik begini?”


Warsinih terkejut dengan pertanyaan yang Regan ajukan ini, Warsinih menampik bahwa dirinya panik dan mengatakan bahwa Regan jangan sembarangan bicara. Warsinih mengusir Regan dari toko di mana Ambar bekerja


karena Warsinih menganggap bahwa Regan hanya mengganggu Ambar bekerja saja namun agaknya Ambar penasaran dengan semua ini.


****


yakin bahwa Ambar tidak akan pernah kembali pada Regan dan ia berharap kalau Regan berhenti mengusik kehidupan putrinya.


“Sejujurnya Ibu berharap kamu segera mendapatkan pengganti Regan supaya pria itu tidak lagi mengganggumu.”


“Soal itu sampai saat ini aku belum kepikiran, Bu.”


Warsinih menganggukan kepalanya dan kemudian ia memutuskan untuk pulang ke rumah, setelah sang ibu pergi kini Ambar jadi semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya tengah sang ibu tutupi darinya.


“Jelas sekali kalau ada sesuatu hal yang tidak beres di sini.”


****

__ADS_1


Ambar terus memikirkan apa yang terjadi hingga akhirnya Ambar pun penasaran, ia awalnya ragu untuk menghubungi Regan namun karena didorong oleh rasa penasaran yang tinggi mengenai apa yang sebenarnya


hendak Regan katakan sebelum diusir oleh sang ibu membuat Ambar akhirnya mau mencoba menghubungi sang mantan. Regan langsung menjawab telepon dari Ambar, tentu saja pria itu sangat bahagia ketika mendapatkan telepon dari Ambar ini.


“Halo Ambar, kenapa kamu menelponku?”


“Anu Mas, sebenarnya ada sesuatu hal yang ingin aku tanyakan padamu.”


“Memangnya kamu ingin menanyakan soal apa?”


Ambar kemudian menanyakan soal apa yang hendak Regan katakan padanya tadi siang di toko, Regan mengatakan bahwa ia ingin menemui Ambar supaya mereka dapat bicara secara langsung saat ini dan Ambar pun setuju, ia memberikan alamat pada Regan supaya mereka bertemu di sana. Ambar berjalan menuju lokasi itu untuk menunggu Regan dan tentu saja tidak lama setelah ia menunggu Regan sudah muncul di sana dan kemudian pria itu segera menghampiri Ambar.


“Aku tidak memiliki banyak waktu karena harus pulang ke rumah, bisakah Mas langsung mengatakannya saja padaku?”


“Baiklah kalau memang kamu ingin tahu sekarang juga tetapi jangan terkejut, ya?”


“Memangnya ada apa, sih?”


****


Ambar tiba di rumah dan Warsinih menyambutnya, akan tetapi ia dapat melihat ada sesuatu hal yang berbeda ketika Ambar pulang ke rumah. Warsinih tentu saja penasaran dan kemudian menanyakan pada Ambar apa


yang sebenarnya terjadi saat ini namun Ambar tidak mau menjawab pertanyaan dari Warsinih. Sikap Ambar yang seperti ini tentu saja semakin membuat Warsinih yakin bahwa ada sesuatu hal yang tidak baik-baik saja pada putrinya.


“Ambar, Ibu tahu kalau saat ini kamu tengah menyembunyikan sesuatu, apa yang sebenarnya terjadi padamu, Nak?”


“Apakah Ibu yakin ingin tahu yang sebenarnya?”


“Iya, tentu saja, katakan pada Ibu, Nak.”


“Baiklah, sebenarnya apa yang selama ini Ibu lakukan pada mas Regan selama aku dan dia masih menikah?”

__ADS_1


“Kamu ini bicara apa, Nak?”


“Mas Regan telah memberitahu semuanya padaku, lebih baik Ibu jujur saja.”


__ADS_2