Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Turun Tangan Akhirnya


__ADS_3

Ambar tahu ketika dirinya memutuskan untuk datang ke pesta pernikahan mantan suaminya maka dirinya akan mendapatkan tatapan buruk dan membunuh dari Helga karena mantan mertuanya itu begitu membencinya akan


tetapi Ambar sama sekali tidak memedulikan hal itu, ia datang ke sini untuk membalas kebaikan Regan yang telah membantunya pergi dari penculikan yang dirancang oleh Helga. Helga nampak sama sekali tidak suka dengan kedatangan Ambar namun Fadi dan Regan begitu bahagia karena Ambar datang, Ambar sebenarnya hendak bersalaman dengan Helga namun wanita itu menolak bersalaman dengan Ambar. Ambar segera pulang dari pesta itu tanpa mencicipi makanan namun baru saja ia keluar dari gedung itu Daisy mengejarnya.


“Mama mau ke mana?”


“Mama mau pulang, Nak.”


“Aku mau ikut dengan Mama.”


Tentu saja Ambar menolak, ia tidak mau kalau Daisy ikut pulang bersamanya maka akan membuat Helga semakin membencinya. Ambar berusaha memberikan pengertian pada Daisy supaya tetap di sini namun Daisy tetap ingin pulang dengan Ambar. Ambar pun jadi bingung sekarang, akhirnya Ambar pun menemani Daisy hingga acara pesta pernikahan selesai, ketika semua tamu undangan sudah pulang hingga tersisa Ambar saja di sana menunggu sampai keluarga mantan suaminya muncul.


“Kenapa kamu masih di sini?” tanya Helga kesal.


“Daisy tadi mau ikut pulang dengan saya, akan tetapi saya tidak mengizinkannya karena takut anda marah,” jawab Ambar.


Helga langsung mengajak cucunya untuk pulang namun Daisy menolak, anak itu bilang ingin tetap mau ikut bersama Ambar. Sontak saja Helga marah namun ditahan oleh Fadi, ia tidak mau istrinya berbuat ulah di saat


seperti ini.


“Terima kasih karena kamu sudah mau menjaga Daisy selama pesta berlangsung,” ujar Fadi.


Helga nampak tak terima sang suami berterima kasih pada Ambar namun suaminya itu tak memedulikan ucapan Helga, ia meminta Helga segera masuk ke dalam mobil.


“Tapi aku belum selesai dengan wanita ini, dia harus diberikan pelajaran.”


“Jangan buat aku marah, masuk ke dalam mobil sekarang juga!”


****


Ambar terkejut ketika keluar dari parkiran gedung tempat di mana pesta pernikahan Regan dan Sandrina berlangsung ada sosok Sakti di sana yang menunggunya, Ambar bertanya kenapa Sakti ada di sini dan Sakti


mengatakan bahwa ia menunggu Ambar.


“Kamu tidak perlu menungguku di sini, aku bisa pulang sendiri.”


“Tapi aku sudah ada di sini dan ingin mengantarkanmu pulang.”

__ADS_1


Ambar tidak dapat menolak permintaan Sakti dan akhirnya ia pun menuruti apa yang Sakti inginkan yaitu mengantarkannya pulang. Sepanjang perjalanan pulang, tidak ada percakapan antara Sakti dan Ambar hingga


akhirnya Sakti pun membuka percakapan dengan Ambar.


“Bagaimana pestanya?”


“Begitulah.”


“Apakah kamu bahagia melihat mantan suamimu menikah lagi dengan wanita lain?”


“Bisakah kita tidak perlu membahas itu lagi?”


“Aku minta maaf.”


Sakti tidak bermaksud menyinggung Ambar dengan pertanyaannya barusan, Sakti bertanya demikian karena ia penasaran dengan perasaan Ambar ketika melihat Regan menikah dengan wanita lain apalagi Sakti tahu bahwa sebenarnya Ambar masih mencintai mantan suaminya itu. Perjalanan terus berlanjut hingga akhirnya mereka tiba di depan rumah, Ambar melepaskan sabuk pengaman dan berterima kasih pada Sakti yang sudah mau mengantarkannya pulang namun sebelum Ambar keluar dari dalam mobil, Sakti menahan tangannya.


“Tunggu dulu, Ambar.”


“Ada apa lagi, Sakti?”


****


masuk ke dalam rumah, Sakti sendiri sudah melajukan mobilnya pergi dari rumah itu menuju apartemennya. Sementara itu Warsinih diam-diam sejak tadi mengintip dari dalam rumah ketika anaknya diantarkan oleh Sakti, ketika Ambar masuk ke dalam rumah sontak saja Warsinih langsung bertanya mengenai apa yang ia lihat


barusan.


“Apakah kamu pergi ke pesta pernikahan itu dengan Sakti?”


“Tentu saja tidak Bu, aku pergi sendiri ke pesta itu tadi aku bertemu Sakti di depan gedung tempat di mana pesta berlangsung.”


“Ibu pikir kamu dan Sakti pergi bersama.”


Ambar hanya menggelengkan kepalanya, ia berpamitan pada sang ibu untuk mandi dan berganti pakaian karena ia lelah sekali saat ini. Warsinih menganggukan kepalanya dan Ambar pun bergegas masuk ke dalam kamarnya


dan duduk di tepian ranjang. Ambar menghela napasnya panjang, ia merasa iba dengan Sakti yang mana pria itu seperti sangat mengharapkannya untuk membalas cintanya namun Ambar tidak mau menyakiti Sakti lebih dalam karena ia tidak dapat membalas cinta pria itu.


“Maafkan aku Sakti akan tetapi aku harap kamu dapat mengerti dengan hal ini.”

__ADS_1


****


Regan dan Sandrina tengah menghabiskan waktu malam pertama mereka di hotel yang sudah disiapkan oleh Helga, mama dari Regan itu ingin sekali Regan dan Sandrina segera memiliki momongan supaya Regan tidak


lagi teringat pada Ambar. Sandrina baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat Regan masih termenung menatap keluar jendela kamar mereka, Sandrina pun bertanya apa yang tengah Regan pikirkan saat ini.


“Biar aku tebak, apakah ini menyangkut soal Ambar?”


“Iya, aku senang sekali karena dia mau datang ke pesta pernikahan tadi.”


“Kamu sepertinya masih sangat mencintainya.”


“Tentu saja, dia adalah cinta pertamaku dan karena kebodohanku maka aku harus berpisah dengannya, ini semua salahku.”


Sandrina nampak tersenyum mendengar ucapan Regan barusan ia berjalan mendekati pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu dan melingkarkan tangannya pada pinggang Regan dan menyandarkan kepalanya pada bahu


pria itu.


“Apakah kamu masih terus memikirkan wanita itu padahal ini adalah malam pertama kita?” bisik Sandrina.


Tangan Sandrina nampak mulai menjelajah di setiap tubuh Regan yang membuat pria itu membalikan tubuh dan menatap Sandrina, wanita itu nampak menatap Regan dengan tatapan menggoda dan akhirnya Regan pun


mendorong Sandrina hingga jatuh ke kasur.


“Kenapa kamu melakukan ini padaku?”


“Karena aku tahu apa yang kamu inginkan, jadi tunggu apa lagi?”


****


Warsinih merasa bahwa ia tidak dapat tinggal diam dengan fakta bahwa Regan masih mencintai Ambar, ia tidak rela jika putrinya terjebak dengan Regan lagi walaupun Regan telah menikah namun Regan bisa saja masih mencoba mendekati putrinya dan kemudian Ambar akan dituduh pelakor oleh Helga yang mana tentu saja Warsinih tidak mau hal buruk itu sampai terjadi.


“Sudah cukup aku berurusan dengan keluarga wanita gila itu, aku tidak akan membiarkan Ambar dan Regan dekat-dekat lagi setelah Regan sudah menikah dengan wanita lain.”


Warsinih terkejut ketika ada orang yang mengetuk pintu rumah dan ketika membukanya, ia terkejut karena mendapati mamanya Sakti berdiri di sana. Warsinih tentu saja langsung mempersilakan wanita itu untuk masuk dan


mereka duduk di sofa ruang tengah.

__ADS_1


“Anda mau minum apa?”


“Tidak perlu repot-repot, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.”


__ADS_2