Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Perjodohan Baru


__ADS_3

Sakti tidak menyangka ketika dirinya kembali ke rumah justru dirinya menemukan sang mama dan anehnya sang mama mengetahui apa yang tengah ia lakukan pada keluarga Ambar dan kini mamanya jadi sangat penasaran


sekali siapa Ambar sebenarnya.


“Mama ingat kan Ambar? Dia temanku ketika sekolah dulu.”


Nampak mamanya Sakti terdiam sejenak dan mencoba mengingat nama Ambar yang tadi Sakti sebut setelah cukup lama berpikir kemudian mamanya Sakti akhirnya dapat mengingat soal nama Ambar barusan.


“Oh Mama ingat dia, kenapa dengan dia?”


Sakti kemudian menceritakan semuanya pada mamanya mengenai apa yang terjadi pada Ambr serta keluarganya, mamanya hanya diam dan menyimak semua cerita dari Sakti ini hingga akhirnya mamanya Sakti pun menganggukan kepalanya.


“Begitulah ceritanya, Ma.”


“Namun kalau boleh Mama tahu apakah kamu menaruh hati pada Ambar?”


“Mama ini bicara apa, sih?”


“Mama hanya bertanya saja, kok sepertinya kamu marah begitu.”


“Tidak kok, siapa yang marah? Aku biasa saja.”


Mamanya Sakti tahu bahwa saat ini Sakti tengah tidak jujur padanya namun mamanya memutuskan untuk tidak mengatakan apa pun, mamanya mengatakan bahwa suatu hari nanti ia ingin sekali bertemu dengan Ambar.


“Apa yang akan Mama lakukan padanya?”


“Apa yang akan Mama lakukan? Mama tentu saja ingin bertemu dengannya, mengobrol dengannya karena sudah lama kan Mama tidak berjumpa dengannya? Memangnya kamu pikir Mama akan melakukan apa padanya?”


Sakti menggelengkan kepalanya, mamanya pun hanya menghela napas sebelum akhirnya mamanya Sakti memutuskan untuk pulang dari apartemen Sakti. Selepas mamanya pulang barulah Sakti dapat menghela napasnya lega karena akhirnya mamanya pulang juga.


“Syukurlah kalau akhirnya Mama pulang juga.”


Setelah itu Sakti kemudian meraih ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Ambar, Ambar tidak langsung menjawab telepon dari Sakti itu dan membutuhkan waktu beberapa saat sampai akhirnya Ambar menjawab


telepon dari Sakti ini.


“Kenapa menelponku, Sakti?”


“Tidak, aku hanya ingin memberikan kabar bahwa aku sudah di apartemenku.”

__ADS_1


****


Ambar terkejut ketika ibunya menghampirinya ketika ia tengah terdiam memikirkan sikap Sakti yang menurutnya agak aneh dan ia baru merasakan hal itu. Ambar sebenarnya tidak mau terlalu memikirkan hal yang aneh-aneh namun karena sikap Sakti yang terasa janggal mau tidak mau akhirnya ia jadi berpikiran yang tidak-tidak.


“Kamu sedang memikirkan apa, sih?”


“Bukan apa-apa, Bu.”


Warsinih menggelengkan kepalanya, ia tahu bahwa Ambar tengah berdusta padanya namun ia memilih untuk diam saja, Warsinih tidak mau memaksa supaya Ambar mau menceritakan semuanya padanya namun akhirnya Warsinih


pun mengatakan bahwa mereka harus mengundang Sakti ke sini.


“Kenapa memangnya, Bu?”


“Kenapa? Tentu saja kita harus berterima kasih pada Sakti karena dia telah mengizinkan kita tinggal di rumah ini.”


Ambar diam-diam mengiyakan ucapan ibunya barusan, walau bagaimanapun juga memang mereka harus berterima kasih pada Sakti karena bantuan pria itu maka mereka dapat memiliki rumah. Ambar pun mengatakan pada ibunya bahwa ia akan mulai mencari pekerjaan, ibunya terkejut dengan keputusan Ambar itu namun Ambar mengatakan kalau ia melakukan semua ini karena ia harus membayar kebaikan Sakti ini.


“Namun Sakti bilang dia kan ikhlas dalam melakukan semua ini.”


“Memangnya Ibu tidak merasa sesuatu hal yang mengganjal dengan semua kebaikan Sakti ini? Kita jangan memanfaatkan kebaikannya, Bu.”


****


Helga menelpon Regan dan meminta putranya itu untuk menemuinya di sebuah restoran saat jam makan siang, Regan awalnya menolak dan mengatakan bahwa ia ada rapat penting yang tidak dapat ditinggalkan namun Helga


mengancam akan mengadukan hal ini pada Fadi yang mau tidak mau akhirnya Regan menemui Helga juga seperti apa yang diminta oleh sang mama. Ketika Regan tiba di tempat yang dikirimkan lokasinya oleh sang mama, dirinya melihat sang mama datang tidak sendirian melainkan bersama seorang wanita dan Regan pun duduk di kursi


yang berhadapan dengan sang mama.


“Regan akhirnya kamu datang juga.”


“Kenapa Mama memintaku datang ke sini?”


“Mama ingin memperkenalkanmu dengan Sandrina.”


Regan menatap wanita cantik yang duduk di sebelah mamanya itu, Regan nampak tertarik dengan wanita bernama Sandrina itu apalagi saat ini Sandrina menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Regan.


“Senang bertemu denganmu.”

__ADS_1


“Senang juga bertemu denganmu.”


Helga nampak bahagia sekali karena rencananya untuk menjodohkan Regan dengan Sandrina sepertinya akan berjalan dengan mulus namun rupanya diam-diam ada seseorang yang memerhatikan mereka semua dan tentu saja orang itu adalah Sintia. Sintia nampak begitu kesal dengan kelakuan Regan saat ini.


“Mas Regan, kenapa kamu melakukan semua ini?”


****


Regan baru saja kembali ke rumah dan ia mendapati Sintia muncul di rumahnya, Regan tidak mau bicara apa pun dengan Sintia namun wanita itu mendesaknya untuk bicara karena katanya ada sesuatu hal yang sangat ingin sekali ia bicarakan.


“Memangnya ada apalagi? Rasanya sudah tidak ada hal yang perlu kita bicarakan.”


“Mas tadi siang bertemu dengan siapa?”


Regan nampak menatap Sintia dengan tatapan heran, ia tentu saja bertanya-tanya kenapa Sintia bisa bertanya hal seperti itu padanya? Apakah barusan Sintia diam-diam mengikutinya dan mengetahui semua hal yang ia lakukan hari ini?


“Kenapa Mas Regan hanya diam saja? Katakan sesuatu padaku.”


“Kenapa kamu menanyakan hal itu, Sintia?”


“Kenapa? Memangnya aku tidak boleh bertanya hal itu padamu?”


Regan menghela napasnya dan mengatakan bahwa tadi ia menemui sang mama di restoran namun Sintia kurang puas dengan jawaban Regan barusan, Sintia meminta Regan untuk mengatakan yang sebenarnya mengenai apa


saja yang Regan lakukan di restoran itu bersama sang mama. Regan pun akhirnya jujur pada Sintia bahwa tadi di restoran itu mamanya membawakan seorang wanita yang akan dijodohkan olehnya.


“Dan apakah kamu akan menerima perjodohan yang dilakukan oleh mamamu?”


Regan terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Sintia barusan, sikap Regan yang seperti ini tentu saja membuat Sintia kesal bukan main.


“Kenapa kamu hanya diam saja? Jawab pertanyaanku, Mas.”


****


Helga kembali mendatangi rumah Regan dan ia datang bersama Sandrina, Regan nampak terkejut dengan kedatangan sang mama bersama Sandirina ke rumahnya. Mamanya mengatakan bahwa ia datang ke sini untuk


memperkenalkan Sandrina dengan rumah Regan sekaligus Daisy karena kelak Sandrina akan menjadi ibu sambung dari Daisy. Regan kemudian memanggil Daisy untuk bertemu dengan Helga dan Sandrina, anak itu nampak masih malu-malu dengan kedatangan Sandrina karena wanita itu adalah orang baru di sini. Sandrina bisa


dengan mudah mengambil hati Daisy dan anak itu cepat akrab dengan Sandrina, Helga nampak bahagia karena rupanya tidaklah sulit untuk mendekatkan cucunya dengan calon ibu sambungnya. Ketika Daisy dan Sandrina main di belakang rumah dan Helga serta Regan tengah berbincang, munculah sosok Sintia yang membuat suasana panas.

__ADS_1


“Mau apa kamu datang ke sini?!”


__ADS_2