Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Sang Penjahat Keluar Penjara


__ADS_3

Ambar begitu terkejut karena orang yang datang ke tokonya saat ini adalah Sintia yang seharusnya tengah ada di penjara, Sintia nampak begitu murka padanya dan begitu melihat Ambar wanita itu seperti langsung hilang kendali dan hendak melukai Ambar. Tentu saja Ambar langsung menghindar dan berusaha menenangkan Sintia supaya jangan melakukan hal yang buruk di sini namun Sintia tidak memedulikan apa yang Ambar katakan. Sintia


sedang dikuasai oleh emosi yang berlebih hingga membuatnya tidak dapat berpikir dengan jernih.


“Semua ini gara-gara kamu Ambar, kamu memang layak untuk mati!”


Sintia mendorong Ambar hingga Ambar jatuh ke lantai dan ie hendak melukai Ambar namun sebelum aksinya itu berhasil dilakukan pemilik toko sudah terlebih dahulu muncul dan melerai apa yang hendak Sintia lakukan. Sintia akhirnya memutuskan tak melakukan aksinya lagi namun sebelum Sintia pergi, wanita itu sempat memberikan sebuah ancaman pada Ambar bahwa dirinya akan kembali dan membuat Ambar membaya semua hal yang telah ia lakukan pada hidupnya.


“Kamu ingat itu baik-baik Ambar.”


Setelah mengatakan itu Sintia langsung pergi dari toko itu sementara Ambar dibantu oleh pemilik toko untuk berdiri, pemilik toko begitu khawatir dengan keadaan Ambar saat ini hingga beliau ingin benar-benar memastikan bahwa Ambar dalam keadaan yang baik-baik saja.


“Saya baik-baik saja Bu, terima kasih banyak sudah menolong saya.”


“Aku benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa dia keluar dari penjara padahal kan seharusnya dia masih di dalam tahanan.”


Ambar tidak dapat menanggapi apa yang dikatakan oleh pemilik toko karena dirinya sendiri juga tidak tahu menahu kenapa Sintia dapat keluar dari penjara saat ini padahal seharusnya Sintia masih harus mendekam di sana. Ambar kemudian ditawari oleh pemilik toko untuk istirahat di rumah saja namun Ambar menolak karena ia baik-baik saja.


“Baiklah kalau memang kamu tidak mau pulang ke rumah dan istirahat akan tetapi jangan memaksakan dirimu kalau memang kamu tidak sanggup lagi, mengerti?”


****


Warsinih terkejut ketika mendengar cerita Ambar bahwa Sintia sudah keluar dari penjara, rasanya sangat tidak mungkin sekali kalau wanita itu dapat keluar dari penjara begitu mudahnya bahkan seingatnya Sintia sendiri belum sampai ke tahap peradilan namun kenapa wanita itu sudah dapat keluar dari penjara dengan cepat?


“Apakah ada seseorang yang sengaja untuk membebaskannya?”


“Aku tidak tahu soal itu Bu, saat ini aku tidak mau memikirkan itu.”


“Iya, syukurlah kalau kamu baik-baik saja karena Ibu khawatir sekali kalau dia melakukan tindakan kejahatan padamu.”


“Iya untungnya pemilik toko langsung datang dan membuat Sintia menghentikan aksinya.”

__ADS_1


Ambar pun pamit untuk masuk ke dalam kamar pada Warsinih, kini setelah Ambar masuk ke dalam kamar terdengar suara pintu diketuk dari depan. Warsinih segera berjalan menuju pintu depan untuk membukakan pintu


dan ketika ia sudah membukakan pintu nampaklah sosok Regan di sana yang membuat Warsinih marah bukan main.


“Mau apa kamu datang ke sini?”


“Apakah Ambar ada di sini? Aku ingin bertemu dengannya.”


“Untuk apa kamu ingin menemui putriku? Sudah tidak ada lagi yang perlu kalian bicarakan lagi, lebih baik sekarang juga kamu pergi dari sini!”


“Tapi ini bahaya, Sintia sudah keluar dari penjara dan aku takut kalau dia akan mencelakai Ambar.”


“Dia sudah nyaris melakukan itu tadi.”


“Apa?”


****


dapat melanjutkan proses hukum yang berlaku namun semuanya tidak berjalan dengan semestinya dan Regan curiga bahwa di sini ada campur tangan seseorang. Entah kenapa Regan curiga pada sang mama karena entah kenapa ia yakin bahwa mamanya tahu mengenai hal ini dan Regan pun segera menuju rumah sang mama untuk


membicarakan perihal hal ini. Helga terkejut sekaligus senang ketika melihat Regan datang ke rumah, ia mempersilakan Regan masuk ke dalam dan mereka pun bicara di ruang tengah rumah. Helga sangat penasaran dengan apakah gerangan yang membawa Regan sampai ke rumahnya malam-malam begini.


“Apakah Mama sudah tahu kalau Sintia dibebaskan dari penjara?”


“Iya, Mama sudah mendengarnya dan Mama dengar bahwa dirinya membuat ulah di kantormu bukan tadi siang?”


“Iya, dia tadi sempat membuat ulah di kantorku tadi siang namun ada satu hal yang ingin aku tanyakan pada Mama dan aku harap Mama mau menjawab pertanyaanku ini dengan jujur.”


“Apa yang hendak kamu tanyakan pada Mama, Nak?”


“Apakah Mama adalah dalang di balik kebebasan Sintia ini?”

__ADS_1


“Kamu ini bicara apa, Nak? Kenapa menuduh Mama seperti itu?”


****


Kabar mengenai Sintia yang bebas dari penjara sampai juga ke telinga Sakti, ia tak menyangka kalau Sintia dapat bebas begitu saja dari penjara tanpa proses peradilan yang adil dan tentu saja Sakti sangat tidak puas dengan keputusan itu. Sakti jadi berpikir bahwa orang yang melakukan semua ini adalah Valdo hingga Sakti menelpon Valdo untuk memberikan keberatannya mengenai tindakan Valdo itu namun Valdo membantah semuanya, Valdo mengatakan bahwa ia tidak tahu apa pun mengenai kebebasan Sintia.


“Aku berani bersumpah bahwa aku tidak tahu apa pun mengenai Sintia yang bebas dari penjara, Sakti.”


Sakti terdiam, ia yakin bahwa temannya ini tidak mungkin membiarkan Sintia bebas walaupun Valdo masih mencintai Sintia. Sakti pun jadi berpikir bahwa siapa gerangan yang menjadi dalang di balik semua ini.


Selepas pembicaraan singkatnya dengan Valdo kini Sakti pun pergi ke toko di mana Ambar bekerja untuk memastikan kalau Ambar baik-baik saja dan di sana Sakti bertemu dengan Ambar yang tengah berjaga di tokonya.


“Sakti, kenapa datang ke sini?”


“Ambar, aku mendengar bahwa Sintia sudah bebas dari penjara dan aku khawatir sekali dengan keselamatanmu.”


“Oh soal Sintia, aku sudah tahu kalau dia sudah bebas dari penjara karena kemarin dia datang menemuiku.”


“Apa katamu?”


****


Sandrina sedang duduk di sofa ruang tengah ketika suaminya datang ke rumah, Regan sama sekali tidak menatap ke arahnya dan langsung berjalan ke arah kamar. Sandrina pun mengikuti Regan masuk ke dalam kamar dan bertanya ada apa yang terjadi pada Regan namun pria itu sama sekali tidak mau mengatakan apa pun pada Sandirna.


“Apakah kali ini soal Ambar lagi?”


“Iya, kamu memang benar namun ada sesuatu hal yang membuatku sangat kecewa sekali yaitu mamaku telah membebaskan wanita itu dari penjara untuk membuat hidup Ambar celaka.”


“Siapa yang kamu sedang bicarakan ini?”


“Tentu saja Sintia, wanita itu seharusnya masih dipenjara namun akibat perbuatan mamaku dia bisa bebas berkeliaran dan ingin sekali dimanfaatkan oleh mama untuk membuat Ambar dan keluarganya menderita.”

__ADS_1


__ADS_2