
Ambar pergi ke pernikahan Sintia dan Valdo karena sebelumnya ia sudah diundang oleh Sintia untuk datang ke pesta pernikahannya. Hubungan Ambar dan Sintia yang sudah membaik tentu saja membuat Ambar mau datang ke pernikahan sahabatnya itu, ketika Ambar datang ke sana ia langsung menemui Sintia dan Valdo untuk mengucapkan selamat atas pernikahan mereka berdua dan Ambar sama sekali tidak melihat di mana keberadaan Sakti saat ini.
“Kamu pasti mencari Sakti kan?” tanya Valdo yang membuat Ambar terkejut.
“Eh, tidak kok.”
“Sudahlah Ambar, aku tahu bahwa kamu saat ini sedang mencari Sakti, saat ini Sakti tengah pergi sebentar ke suatu tempat namun sebelum dia pergi, dirinya sempat menitipkan pesan padamu, jika kamu sudah datang ke sini jangan pulang dulu sebelum dia datang menjemputmu.”
Ambar merasa heran dengan pesan yang diberikan oleh Sakti lewat Valdo barusan namun Ambar akhirnya menuruti saja apa yang menjadi pesan dari Sakti itu. Ambar menunggu sampai Sakti datang namun sebelum ia melihat Sakti justru ia malah melihat Helga dan Regan yang datang ke pesta pernikahan ini.
“Ambar, senang sekali aku dapat bertemu denganmu.”
Regan nampak bahagia sekali dapat bertemu dengan Ambar hingga ia lupa kalau datang ke pesta ini dengan sang mama, Helga tentu saja tidak suka kalau Regan masih saja menggatal dengan Ambar.
“Jangan mendekati wanita ini, Regan.”
Ambar meminta Regan untuk tidak mendekatinya untuk menjaga perasaan Helga yang masih membencinya, Regan sempat memprotes apa yang dilakukan oleh sang mama namun Helga sama sekali tidak bergeming. Helga justru menarik Regan untuk ikut bersamanya masuk ke dalam gedung ini.
“Ambar, jangan pergi ke mana pun, tunggu aku karena aku akan segera datang.”
Namun Helga terus saja menarik Regan masuk ke dalam gedung itu dan akhirnya mereka tidak lagi terlihat dari pandangan Ambar, untuk sejenak Ambar dapat menghela napasnya lega karena tidak bertemu mereka untuk beberapa waktu.
****
Di dalam gedung itu nampak Regan gelisah, setelah salaman dengan Sintia dan Valdo ia langsung pergi keluar gedung walaupun Helga sebenarnya sudah sempat menahannya namun hal itu tidak berhasil mengingat banyak tamu undangan yang hadir di gedung ini. Regan langsung keluar gedung untuk menemui Ambar namun nyatanya ketika ia keluar gedung sudah tidak menemukan keberadaan Ambar.
__ADS_1
“Di mana Ambar?”
Regan menyisir setiap sudut gedung berharap ia dapat bertemu dengan Ambar namun hingga ia selesai mengelilingi gedung itu, Regan masih saja tetap tidak menemukan di mana keberadaan Ambar. Regan kemudian mencoba untuk menghubungi nomor ponsel Ambar namun sayangnya telepon Ambar sama sekali tidak aktif saat ini yang tentu saja hal tersebut membuat Regan geram setengah mati.
“Astaga, kenapa dia tidak menjawab panggilan dariku?”
Tidak lama kemudian muncul Helga yang seperti tengah mencari seseorang dan setelah menoleh ke arah Regan berada, Helga melangkahkan kakinya menuju Regan dan langsung menarik anaknya itu untuk kembali masuk ke dalam gedung.
“Aku tidak mau masuk ke dalam, Ma.”
“Kenapa memangnya? Bukankah Mama sudah mengatakan jangan temui wanita itu lagi? Apakah kamu tidak mendengarkan Mama?”
“Aku tidak peduli, aku harus menemukan di mana Ambar berada, aku tidak boleh membiarkan dia menikah dengan Sakti.”
“Biarkan dia menikah dengan siapa pun, kamu sudah tidak berhak mengatur hidupnya lagi, Regan.”
****
“Sakti, kalaupun kita harus menikah secara sederhana di KUA saja aku tidak masalah akan hal itu.”
“Tentu saja aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, bagaimanapun juga aku akan mengusahakan paling tidak pesta pernikahan kita bisa berjalan baik dan tidak membuatmu malu.”
Ambar menggelengkan kepalanya, ia tidak mau kalau Sakti harus memaksakan diri, Ambar meminta Sakti untuk jangan berutang apalagi sampai melakukan hal yang buruk untuk memenuhi pesta pernikahan namun Sakti menjamin pada Ambar bahwa ia tidak akan melakukan semua itu.
“Kamu tenang saja Ambar, percayalah padaku karena aku akan menyelesaikan semuanya untukmu.”
__ADS_1
Sakti mengantarkan Ambar pulang walau hanya dengan menggunakan taksi online, sebenarnya Ambar sudah mengatakan bahwa ia dapat pulang sendiri naik bus dari gedung tempat di mana pesta pernikahan berlangsung namun Sakti tidak mengizinkan Ambar melakukan itu.
****
Regan nampak masih marah pada mamanya karena sudah membuatnya kehilangan Ambar, Helga sendiri nampak tidak kalah kesalnya karena kelakuan Regan yang masih mengejar-ngejar Ambar. Helga mengatakan pada Regan untuk berhenti mengejar Ambar karena mustahil kalau Ambar akan mau kembali padanya namun Regan langsung menyanggah ucapan Helga barusan.
“Tentu saja Ambar masih mau kembali padaku, Ma. Aku satu-satunya orang yang Ambar cintai.”
“Kalau memang kamu adalah satu-satunya orang yang ia cintai, maka untuk apa dia menikah dengan pria lain tidak lama lagi, Regan?”
“Tentu saja karena Sakti kurang ajar, dia itu pria perusak rumah tangga orang yang akan melakukan apa pun untuk mendapatkan Ambar dan sekarang Ambar sudah terperdaya olehnya.”
“Berhentilah bicara buruk seperti itu, kamu sendiri juga tidak mencintai Ambar bukan?”
“Bagaimana bisa Mama mengatakan hal itu?”
“Tentu saja karena kamu berkhianat dengan Sintia, kalau kamu tidak bermain api dengan wanita itu maka semua tidak akan pernah terjadi, Mama yakin bahwa sebenarnya kamu tidak mencintai Ambar dan hanya cemburu saja kalau Sakti akan mendapatkan Ambar sebagai istrinya. Sudahlah Regan, kamu sekarang sudah menikah dengan Sandrina jadi buat apa mengurusi masalah orang lain?”
“Tidak, sampai kapan pun aku tidak bisa bersikap masa bodoh begini, Ma. Ambar tidak boleh menikah dengan Sakti.”
****
Ariyani rupanya diam-diam mengumpulkan semua informasi mengenai di mana tempat tinggal anaknya saat ini, walaupun ia sudah mengusir anaknya dari rumah namun Ariyani tetap khawatir dengan keadaan Sakti. Awalnya Ariyani berpikir bahwa setelah Sakti tidak lagi mendapatkan apa yang selama ini ia dapatkan maka Sakti akan berubah pikiran dan mengemis kembali pada keluarganya namun rupanya ia salah karena Sakti tetap memilih Ambar dan tetap ingin menikah dengan wanita itu dibandingkan kembali pada keluarganya.
“Bagaimana bisa dia dibutakan oleh wanita itu?” lirih Ariyani.
__ADS_1
Ariyani menunggu di dalam mobilnya sampai akhirnya muncul sosok Sakti yang baru pulang, Sakti rupanya menyadari mobil Ariyani dan berjalan menghampiri mobil Ariyani.
“Apakah dia mengenaliku? Bagaimana bisa?”