Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Menumpang Tinggal


__ADS_3

Ambar terkejut ketika terbangun rupanya rumah yang ia huni saat ini terbakar dan tentu saja semua anggota keluarganya berhasil menyelamatkan diri namun sekarang tidak ada yang tersisa selain pakaian yang mereka kenakan saat ini. Warsinih nampak tak percaya dan jatuh pingsan hingga harus dibawa menjauh dari lokasi kebakaran sementara itu Ambar tentu saja sedih dan tak percaya bahwa saat ini ia harus menghadapi kemalangan lagi sementara ia pikir sudah tidak ada lagi kemalangan yang mampir ke dalam hidupnya. Ambar ikut bersama ibunya ke sebuah rumah warga untuk disadarkan, Ambar berusaha menyadarkan sang ibu dan tidak lama kemudian Warsinih pun bangun dan ia bertanya pada Ambar bagaimana ia ada di sini.


“Tadi Ibu pingsan dan oleh sebab itu maka sekarang Ibu ada di sini.”


“Bagaimana soal rumah? Aku tadi hanya berhalusinasi saja kan?”


Ambar nampak tak kuasa mendengar pertanyaan dari sang ibu barusan, Ambar mengatakan pada Warsinih bahwa apa yang terjadi tadi bukanlah mimpi melainkan sebuah kenyataan. Warsinih nampak sedih bukan main karena rupanya ia tidak bermimpi, ia bingung bagaimana mereka dapat tinggal setelah ini. Ketika Ambar dan keluarganya bersedih sang pemilik rumah kontrakan datang dan memarahi Ambar karena menganggap bahwa semua ini adalah salahnya Ambar.


“Pokoknya aku tidak akan melepaskan kalian semua sebelum membayar semua kerugian yang aku alami akibat hal buruk yang sudah kalian lakukan di rumahku.”


“Namun kami sekarang baru saja ditimpa kelamangan, bagaimana bisa anda memperlakukan kami seperti ini? Di mana hati nurani anda?” tanya Warsinih tak habis pikir dengan ucapan pemilik rumah kontrakan yang seperti ingin mencari kesempatan dalam kepedihan yang dialami oleh keluarganya.


“Memangnya aku peduli dengan semua itu? Pokoknya jangan harap kalian bisa pergi sebelum membayar semua kerugian yang kalian buat,” ujar pemilik kontrakan galak dan menunjuk Warsinih.


Ambar menenangkan ibunya yang emosi dan mengtatakan bahwa nanti mereka akan mencari solusi dari masalah yang tengah dihadapi saat ini.


****


Helga yang mendengar bahwa Ambar dan keluarganya selamat dari kebakaran yang sengaja dibuat oleh Sintia tentu saja tidak dapat menerima semua itu. Helga memaki Sintia yang tidak becus dalam menjalani tugasnya dan rupanya obrolan antara Helga dan Sintia itu didengar oleh Fadi yang tentu saja Fadi tidak bisa tinggal diam ketika mendengar ucapan istrinya yang ingin mencelakai Ambar dan keluarganya.


“Helga.”


“Fadi?”


“Apa yang sedang kamu bicarakan ini? Kamu mencoba untuk mencelakai Ambar dan keluarganya?”


Helga menutup sambungan teleponnya dengan Sintia, Helga kemudian mengatakan bahwa ia melakukan semua ini karena ia ingin Ambar menderita dan kalau perlu Ambar meninggal dunia saja karena Helga menganggap bahwa semua hal buruk yang menimpa keluarga mereka bersumber dari Ambar.


“Aku tidak percaya mendengar semua ini dari mulutmu, Helga.”

__ADS_1


“Kenapa memangnya? Kamu tidak suka dengan apa yang aku katakan barusan? Sejak awal aku tidak pernah mau menerima wanita miskin itu menjadi istri Regan karena aku memiliki firasat bahwa ia membawa masalah dan rupanya apa yang aku khawatirkan benar saja terjadi.”


Fadi mengatakan bahwa ia tidak dapat membiarkan semua ini terjadi, Fadi akan melaporkan Helga ke polisi dengan tuduhan akan melakukan kejahatan berencana namun Helga sama sekali tidak takut dengan hal itu.


“Silakan saja kamu lakukan itu karena aku sama sekali tidak takut!”


****


Ariyani yang mendengar rumah kontrakan yang dihuni oleh anaknya terbakar tentu saja khawatir kalau Sakti tidak akan selamat namun untungnya saja Sakti selamat dan kini Ariyani kembali pergi ke lokasi kejadian untuk bertemu Sakti. Sakti di sana dan menolak untuk diajak oleh Ariyani kembali ke rumah karena ia ingin di sini bersama dengan Ambar.


“Sakti, bisakah kamu dengarkan Mama sekali saja?”


“Aku tidak dapat pergi, Ma. Ambar di sini dan aku tidak dapat pergi meninggalkannya.”


Ariyani nampak menghela napasnya panjang dan kemudian ia mengatakan pada Sakti bahwa Ambar dan keluarganya dapat tinggal di rumah mereka, Sakti nampak terkejut dengan ucapan Ariyani barusan dan meminta Ariyani untuk jangan bercanda.


“Tentu saja Mama serius, kamu baru akan mau kembali kalau Ambar ikut bersama kita kan? Mama akan turuti keinginanmu.”


Ariyani kemudian bertemu dengan pemilik rumah kontrakan dan memberikan sebuah cek berisi uang ratusan juta rupiah sebagai ganti rugi supaya Ambar dan keluarganya dapat ikut bersama dengannya pulang ke rumah.


“Sudah puas kan?”


“Terima kasih banyak, Ma.”


“Tidak masalah.”


****


Ambar tidak menyangka bahwa ia diperbolehkan untuk ikut Ariyani ke rumah keluarga Sakti, ini bukanlah pertama kali Ambar datang ke rumah ini namun suasana di rumah ini kurang membuat Ambar nyaman karena Ariyani tidak menyukainya apalagi setelah insiden kebakaran yang terjadi kemarin. Ariyani memang tidak mengatakan apa pun pada Ambar namun kalau Ambar perhatikan dari raut wajah dan sorot mata Ariyani tidak dapat berdusta bahwa wanita itu memang masih membencinya.

__ADS_1


“Ambar, kamu sedang memikirkan apa?” tanya Sakti.


“Tidak apa-apa, kok.”


“Aku tahu bahwa sejak tadi kamu memikirkan sesuatu.”


Ambar kemudian menceritakan bahwa ia memikirkan soal mamanya Sakti, ia tahu bahwa mamanya Sakti tidak menyukainya saat ini dan ia merasa tidak nyaman jika dipaksa untuk tinggal di sini.


“Kita hanya akan tinggal di sini sementara saja, Ambar.”


Ambar menganggukan kepalanya dan kemudian ia merebahkan diri di atas kasur bersama dengan Sakti berusaha untuk tidur namun sayangnya mata Ambar tidak dapat terlelap tidur walaupun ia lelah sekali tubuhnya saat ini. Ambar kemudian memutuskan untuk keluar dari dalam kamar untuk mencari udara segar dan tidak disangka justru ia malah bertemu dengan Ariyani yang juga tengah berada di luar kamar.


“Kebetulan sekali kita bertemu di sini.”


“Iya Nyonya.”


“Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan denganmu.”


****


Ariyani tidak ingin basa-basi dengan Ambar, Ariyani mengatakan bahwa ia tidak akan memaafkan Ambar setelah apa yang sudah wanita ini lakukan hendak mencelakai anaknya. Ambar menjelaskan bahwa semua itu bukanlah kesalahannya namun Ariyani mengatakan semua itu kesalahan Ambar.


“Kamu ini membawa sial dalam kehidupan anakku, anakku jadi melawanku karena kamu padahal selama ini dia selalu menjadi anak yang baik dan tidak pernah melawan.”


“Saya minta maaf akan hal itu.”


“Kamu harus membayarnya Ambar, hidup di rumah ini tidaklah gratis kamu harus melakukan apa pun yang aku perintahkan.”


“Baik Nyonya, saya paham.”

__ADS_1


“Dan satu hal lagi, jangan harap kamu bisa keluar dari rumah ini karena Sakti akan selamanya tinggal di sini, paham?!”


__ADS_2