Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Membuat Masalah Di Tempat Kerja


__ADS_3

Sintia kemudian memberitahukan pada Ambar untuk membantunya bicara pada Regan supaya ia tidak mendengarkan apa yang mamanya katakan untuk menjodohkan pria itu dengan Sandrina. Sintia mengatakan bahwa ia tidak mau kalau Regan dimiliki oleh orang lain dan Ambar tidak menanggapi apa yang Sintia katakan ini karena ia harus bekerja.


“Aku sudah tidak memiliki hubungan apa pun lagi dengan mas Regan setelah kami bercerai.”


“Kamu mengatakan semua ini karena kamu sudah bercerai dengan mas Regan kan? Kamu cemburu sebenarnya karena mas Regan lebih memilihku kan?”


Ambar hanya dapat menghela napasnya berat, bukan pertama kalinya Sintia datang dan memintanya membantunya bicara dengan Regan namun ketika Ambar menolak maka Sintia langsung tidak terima dan mengatakan kalau Ambar ini dan itu. Ambar tidak mau merusak suasana hatinya akibat Sintia yang bicara macam-macam mengenai dirinya, Ambar meminta Sintia untuk pergi dari toko ini namun tentu saja Sintia menolak dan mengatakan kalau ia tidak akan pernah pergi dari toko ini.


“Kamu harus membayar atas apa yang sudah kamu lakukan padaku, Ambar!”


Sintia secara mengejutkan langsung merusak semua barang yang ada di toko ini, Ambar tentu saja terkejut dengan yang Sintia lakukan ini. Ia berusaha menghentikan aksi tidak terpuji Sintia namun justru Ambar didorong hingga kepalanya membentur ujung meja kasir.


“Kamu memang layak mendapatkan semua ini Ambar, dunia tidak pernah adil padaku!”


Sintia makin menjadi dan merusak semua barang yang ada di sekitarnya namun kegilaan wanita itu baru terhenti ketika pemilik toko datang dan memergokinya. Pemilik toko mengatakan bahwa ia akan melapor pada polisi atas perbuatan Sintia ini dan tentu saja Sintia langsung melarikan diri sebelum dirinya ditangkap dan dilaporkan pada polisi.


“Ambar, apakah kamu baik-baik saja?”


“Iya Bu, saya baik-baik saja.”


Pemilik toko membantu Ambar untuk berdiri dan Ambar pun meminta maaf karena toko ini jadi berantakan dan banyak sekali barang yang dirusak oleh Sintia namun pemilik toko mengatakan pada Ambar untuk jangan memikirkan itu.


****


Ambar bersyukur sekali karena mendapatkan bos yang baik hati dan ia tidak perlu mengganti semua kerugian yang diakibatkan oleh Sintia barusan. Ambar diminta untuk pulang lebih awal saja oleh pemilik toko karena Ambar pasti sangat lelah sekali namun Ambar menolak dan mengatakan bahwa ia baik-baik saja.


“Namun saya tetap meminta kamu untuk pulang Ambar, kamu harus istirahat sekarang juga.”


“Tapi saya ….”


“Kamu tak perlu memikirkan semua ini, sudahlah kamu pulang saja.”


Akhirnya Ambar pun pulang ke rumah seperti apa yang dikatakan oleh pemilik toko barusan, Ambar bersyukur dengan pemilik toko yang baik hati ini. Ketika sampai di rumah tentu saja Warsinih nampak terkejut karena Ambar sudah pulang jam segini.

__ADS_1


“Ambar, kamu kenapa sudah pulang?”


“Pemilik toko yang memintaku untuk pulang lebih awal, Bu.”


“Apa? Apakah kamu dipecat, Nak?”


“Tidak Bu, aku sama sekali tidak dipecat.”


Ambar pun menceritakan apa yang terjadi di toko barusan pada sang ibu dan tentu saja Warsinih makin tidak percaya dengan kelakuan Sintia yang membuat putrinya dalam masalah. Warsinih ingin memberikan pelajaran pada Sintia untuk jangan mengusik Ambar lagi namun Ambar mengatakan bahwa Warsinih tak perlu melakukan hal tersebut.


“Aku dapat mengatasinya sendiri, Bu.”


“Tapi Ibu masih tak dapat menerima apa yang sudah ia lakukan padamu, Ambar.”


****


Sintia makin uring-uringan karena Regan tidak mau menjawab telepon darinya, ia sudah gagal membujuk Ambar untuk mau bicara dengan Regan dan kini ia dalam masalah jika menemui Ambar lagi maka pemilik toko pasti


“Tidak, jangan-jangan dia sudah melaporkanku pada polisi.”


Sintia ketakutan setengah mati saat ini namun ia kemudian mencoba untuk menenangkan dirinya, ia menyakinkan dirinya bahwa dirinya tidak mungkin akan dilaporkan pada polisi oleh orang tersebut.


“Tidak, semua ini hanya sebatas ketakutanku saja, dia tidak akan mungkin melaporkanku pada polisi.”


Sintia berusaha untuk tenang dan tidak memikirkan itu hingga akhirnya ponselnya berdering dan ia langsung meraih benda tersebut, ketika ia melihat siapa yang menelponnya di layar ponsel nampak nama Regan di


sana. Tentu saja Sintia bahagia bukan main dan langsung saja wanita itu menjawab telepon dari Regan.


“Halo Mas, kenapa kamu baru menelponku?”


“Ini aku.”


“Tante? Kenapa Tante menelponku menggunakan ponsel mas Regan?”

__ADS_1


“Karena aku ingin memperingatkanmu untuk jangan mengusik Regan lagi, mulai sekarang Regan sedang fokus untuk melakukan pernikahan dengan Sandrina jadi jangan pernah ganggu anakku lagi.”


Setelah mengatakan itu Helga mematikan sambungan teleponnya dan memblokir semua akses di ponsel Regan untuk dapat menghubungi Sintia. Sintia berusaha mencoba menghubungi nomor Regan dan tentu saja hal tersebut tidak dapat terjadi hingga ia berteriak histeris.


****


Regan sendiri sedang bicara dengan mamanya, Helga mengatakan pada Regan untuk percaya pada pilihan mamanya untuk menikah dengan Sandrina. Sejak tadi Regan hanya diam karena ia sendiri bingung apakah ini


adalah pilihan yang baik atau tidak. Helga sendiri berusaha meyakinkan Regan bahwa semua ini adalah jalan terbaik yang harus Regan lalui.


“Kamu ingat kan ketika kamu memilih menikah dengan Ambar maka berujung bercerai seperti ini?”


“Bisakah Mama tidak perlu mengungkit soal hal itu lagi?”


“Mama tidak mengungkit soal itu hanya saja Mama berusaha mengingatkanmu bahwa ketika kamu memilih untuk menikah dengan orang yang salah maka berakhir seperti itu dan oleh sebab itu Mama tidak ingin hal buruk seperti itu terulang lagi di kehidupanmu berikutnya.”


Regan masih diam dan tidak menanggapi apa yang mamanya katakan, Helga kemudian mengatakan pada Regan untuk jangan membantah apa yang sudah ia putuskan. Helga juga mengatakan bahwa ia melakukan semua ini untuk Regan, ia ingin Regan dan Daisy bahagia dengan kehadiran Sandrina selepas kegagalannya berumah tangga dengan Ambar.


“Mama melakukan semua untuk kebahagiaanmu dan Daisy, Mama yakin kalau Sandrina adalah orang yang cocok untuk kalian berdua.”


****


Keesokan harinya Sakti mampir ke toko tempat Ambar bekerja, Ambar terkejut dengan kedatangan Sakti yang tiba-tiba ini dan Sakti mengatakan bahwa ia khawatir kalau Sintia kembali datang ke toko ini namun Ambar mengatakan bahwa ia baik-baik saja.


“Kamu tak perlu khawatir begitu, aku baik-baik saja.”


“Kemarin dia sudah melakukan apa saja padaku?”


“Tidak melakukan apa-apa kok, dia hanya merusak hampir semua barang yang ada di toko ini.”


“Astaga wanita itu benar-benar, akan tetapi kenapa dia sampai melakukan hal itu? Pasti ada hal yang memicu sampai Sintia melakukan hal seperti itu kan?”


Ambar pun menceritakan apa yang terjadi kemarin pada Sakti, kini Sakti jadi paham kenapa Sintia jadi bersikap seperti itu namun rupanya diam-diam ada seseorang yang tengah memerhatikan mereka dengan tatapan tidak suka dari luar toko.

__ADS_1


__ADS_2