
Ambar nampak terkejut ketika mendapati Sintia membawa Daisy pulang ke rumah, Ambar meminta Daisy untuk pergi ke kamarnya dulu karena ia ingin bicara dengan Sintia dan anaknya itu pun segera pergi ke kamar seperti
apa yang Ambar perintahkan barusan. Sintia nampak masih tersenyum penuh arti pada Ambar yang membuat Ambar kesal dengan apa yang Sintia lakukan ini.
“Kenapa Daisy bisa ada padamu?”
“Karena mas Regan yang memintaku menjemputnya.”
“Apa katamu? Mas Regan yang memintamu?”
“Iya, mas Regan yang memintaku, dia ingin supaya aku dekat dengan Daisy.”
Mendengar ucapan Sintia barusan membuat Ambar mendidih, ia tidak mau kalau Daisy dekat dengan wanita yang merusak rumah tangganya dengan sang suami. Ambar pun mengusir Sintia untuk pergi dari rumahnya sekarang juga, Sintia nampak tidak marah dengan apa yang Ambar lakukan ini justru ia malah senang melihat Ambar marah padanya.
“Terimalah kenyataan Ambar bahwa rumah tanggamu dengan mas Regan tidak akan dapat diselamatkan.”
“Pergi kamu dari rumah ini sekarang juga!”
Sintia pun kemudian pergi dari rumah ini seperti yang diperintahkan oleh Ambar namun sebelum ia pergi dari sini, justru ia bertemu dengan Helga yang juga ingin bertamu ke rumah Ambar. Helga yang baru saja turun dari mobil menatap Sintia dari ujung rambut hingga sepatu yang dikenakan olehnya.
“Halo Tante.”
“Kamu yang menjalin hubungan dengan anakku kan?”
“Iya Tante, saya memang menjalin hubungan dengan mas Regan.”
Helga nampak berusaha meredakan emosinya mendengar ucapan Sintia yang begitu polosnya mengakui bahwa ia dan Regan memiliki hubungan khusus.
“Semoga Tante bisa menerimaku menjadi menantu Tante yang baru.”
“Percaya diri sekali kamu akan menjadi menantuku.”
“Tentu saja karena tidak lama lagi mas Regan akan bercerai dengan Ambar dan dia akan segera menikahiku.”
Helga nampak menggelengkan kepalanya dan kemudian pergi meninggalkan Sintia begitu saja, sementara itu Sintia masih tersenyum penuh arti saat ini.
“Aku akan segera menikah dengan mas Regan apa pun yang terjadi.”
****
Helga masuk ke dalam rumah yang membuat Ambar terkejut, ia menyapa mama mertuanya itu namun respon Helga begitu dingin padanya, Helga tidak mau bicara dengan Ambar terlalu banyak, ia malah meminta Ambar untuk segera berpisah dengan putranya.
“Kenapa Mama mengatakan ini?”
__ADS_1
“Kamu masih bertanya kenapa aku mengatakan ini? Sebab sejak awal aku sudah tidak suka denganmu, aku terpaksa menerimamu karena Regan yang memohon di depanku untuk menerimamu sebagai istrinya, asal kamu tahu saja Ambar, kamu tidak selevel dengan keluarga kami!”
“Tapi Ma ….”
“Kenapa? Rumah tanggamu dengan Regan sudah tidak baik-baik saja dan itu dapat menjadi alasan kalian untuk berpisah kan?”
“Mas Regan tidak mau berpisah denganku, dia mengatakan bahwa apa pun yang terjadi dia tidak akan pernah mau menceraikanku.”
“Dan apakah kamu pikir aku akan memercayai apa yang kamu katakan barusan? Kamu pikir dapat membodohiku?”
“Ma, aku mengatakan yang sebenarnya, mas Regan memang tidak mau berpisah denganku.”
“Cukup, kamu tidak perlu berbohong lagi Ambar, aku sudah muak denganmu, lebih baik kamu segera pergi dari rumah ini dan tinggalkan Regan serta Daisy.”
“Tidak, kalaupun aku dan mas Regan harus berpisah namun Daisy harus ikut denganku.”
“Aku tidak akan membiarkan cucuku ikut denganmu, Daisy akan tinggal bersama kami.”
****
Regan pulang ke rumah dan menemukan mamanya ada di sana, Regan tentu saja terkejut dengan kedatangan sang mama yang tidak ia duga saat ini. Helga nampak langsung mendorong Regan untuk bicara serius mengenai
nasib rumah tangganya dengan Ambar yang saat ini sudah berada diujung tanduk.
“Menurut Mama kalian berdua harus segera berpisah bagaimanapun caranya.”
“Kamu sudah mengkhianati dia namun kamu tidak mau bercerai dengannya? Apakah kamu sudah kehilangan akal sehatmu?”
“Aku tidak mau kehilangan Ambar, pokoknya aku tidak mau kehilangan dia.”
“Kamu sudah berselingkuh dengan Sintia namun kamu tak mau melepaskan Ambar, astaga Regan apa yang sebenarnya terjadi padamu?”
“Ma, tolong jangan ikut campur lebih dalam soal urusan rumah tanggaku.”
Helga nampak terkejut dengan ucapan Regan barusan, Helga pun kemudian pergi namun sebelum ia pergi lagi-lagi Helga mengatakan bahwa Regan dan Ambar harus berpisah karena itu adalah jalan terbaik untuk mereka.
“Pikirkan baik-baik apa yang barusan Mama katakan, Nak.”
Barulah setelah itu Helga pergi dari rumah ini, selepas Helga pergi barulah Regan dapat menghela napasnya lega. Tidak lama kemudian Regan mencari di mana Ambar berada yang rupanya istrinya itu ada di dapur.
“Sejak kapan mama datang?”
“Sejak tadi siang, Mas.”
__ADS_1
****
Keesokan harinya adalah hari libur dan Ambar pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan yang sudah habis di kulkas, Ambar terbiasa berbelanja sendiri ke supermarket tanpa bantuan asisten rumah tangganya
setelah selesai berbelanja itu, Ambar hendak pulang ke rumah namun lagi-lagi ia bertemu dengan Sakti yang sama sekali ia tidak menduganya.
“Kamu dari mana?”
“Tentu saja dari supermarket, apakah kamu tidak lihat belanjaanku ini?”
“Biar aku bantu membawakannya ke mobil.”
“Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri.”
Namun walau Ambar menolak, Sakti tetap saja membantu Ambar untuk membawakan belanjaannya ke dalam mobil. Ambar berterima kasih pada Sakti yang sudah mau membantunya dan pria itu hanya tersenyum saja.
“Apakah hari ini kamu ada acara?”
“Tentu saja, aku akan memasak untuk suami dan anakku seharian ini.”
“Sayang sekali padahal aku ingin mengajakmu jalan-jalan.”
“Sakti, aku tidak tertarik untuk itu, aku pergi dulu.”
Setelah mengatakan itu Ambar langsung masuk ke dalam mobinya, Sakti hanya dapat melihat kepergian Ambar tersebut tanpa dapat melakukan banyak sesuatu supaya membuat Ambar tetap tinggal bersamanya.
“Tidak apa, aku yakin bahwa nanti aku dan Ambar akan memiliki waktu supaya dapat menghabiskan waktu bersama.”
Ambar sendiri nampak benar-benar tidak habis pikir, kenapa tiba-tiba ia bisa bertemu dengan Sakti di supermarket barusan.
****
Ketika baru saja pulang ke rumah, Ambar sudah disambut oleh Regan yang raut wajahnya nampak marah padanya. Ambar tentu saja tidak paham dengan apa yang terjadi saat ini dan tiba-tiba saja Regan langsung menarik tangannya dengan kasar yang membuat Ambar merintih kesakitan.
“Mas, lepaskan aku!”
Namun Regan tetap bergeming dan terus melakukan aksinya itu seraya membawa Ambar menuju ruangan kerjanya untuk mereka berdua bicara.
“Mas, kamu ini kenapa? Kenapa menarik tanganku dengan kasar seperti tadi?”
“Kamu bertanya kenapa aku melakukannya? Apakah kamu senang ketika berduaan dengan pria lain di belakangku barusan?”
“Mas Regan bicara apa, sih?”
__ADS_1
Regan memerlihatkan foto Ambar dan Sakti tadi di supermarket, Ambar terkejut dan mencoba menjelaskan semuanya pada Regan namun Regan tak mau mendengarkan penjelasan Ambar.
“Aku tidak akan pernah membiarkanmu berselingkuh dengan pria lain Ambar, kamu adalah istriku!”