Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Berita Bohong yang Sengaja Disebar


__ADS_3

Sintia pagi ini datang ke rumah Regan tanpa memberitahu terlebih dahulu pada pria itu yang mana tentu saja Sintia sengaja ingin membuat kejutan untuk pria yang dicintainya itu. Semenjak Ambar sudah tahu hubungannya dengan Regan maka Sintia makin leluasa untuk mendekati Regan tanpa harus menjaga sikap di depan Ambar, Sintia sudah sangat ingin menikah dengan Regan namun pria ini masih saja terus menerus mencari alasan dan mengulur waktu yang membuatnya kesal setengah mati. Ketika Sintia tiba di rumah, ia menemukan Regan tengah menelpon seseorang dan didorong oleh rasa penasaran yang tinggi maka Sintia pun menguping pembicaraan Regan dengan seseorang di telepon sana. Sintia nampak terkejut bukan main saat menguping pembicaraan itu karena rupanya Regan menelpon seseorang untuk mencelakai orang lain.


“Mas Regan mencelakai siapa, ya?”


Sintia penasaran dengan siapa orang yang dimaksud Regan itu dan saat Regan menutup sambungan teleponnya, ia menemukan Sintia yang berdiri tidak jauh darinya dan seperti tengah menguping pembicaraannya sejak


tadi.


“Kenapa kamu bisa ada di sini?”


Sintia sama sekali tidak takut ketika Regan menampakan wajah marahnya padanya, Sintia berjalan santai dan dengan tak kalah santainya ia bergelayut manja di lengan pria itu namun Regan segera menepisnya karena


takut Ambar melihatnya.


“Kok kamu takut kalau Ambar melihatnya? Ambar kan sudah tahu soal ini jadi kamu tak perlu khawatir dong.”


“Katakan apa keperluanmu datang ke sini.”


“Aku merindukanmu.”


“Apa katamu?”


“Aku merindukanmu, Mas.”


“Kalau begitu pergi sekarang juga.”


“Siapa yang barusan bertelepon denganmu, Mas?”


“Itu bukan urusanmu, cepat pergi dari rumah ini sekarang juga!”


Namun Sintia menolaknya, Sintia mengatakan bahwa ia sempat mencuri dengar apa yang sempat Regan bicarakan dengan orang tadi lewat telepon, Sintia sangat penasaran Regan tengah membicarakan siapa.


“Sintia, sudah aku katakan bahwa itu semua bukan urusanmu.”


“Ngomong-ngomong soal pria yang dekat dengan Ambar itu ….”


“Kenapa dengan pria itu? Kamu kenal dia?”


“Tentu saja kenal, dia kan temanku juga, Mas.”


****

__ADS_1


Sintia pergi menjenguk Sakti di rumah sakit, ketika ia tiba di sana tidak seorang pun tengah menjaga Sakti di ruangan inap pria itu hingga Sintia bisa leluasa untuk masuk dan mengobrol dengan pria itu.


“Aku khawatir sekali saat tahu kamu masuk rumah sakit,” ujar Sintia seraya menaruh makanan yang ia bawa sejak tadi di meja.


“Bagaimana bisa kamu tahu aku di sini?”


“Oh itu kamu tahu kan suaminya Ambar.”


“Suaminya Ambar? Kok kamu bisa tahu darinya, sih?”


“Karena suaminya Ambar yang menjadi dalang semua ini.”


Sakti sudah menduga sebenarnya bahwa ini semua ulah Regan namun ia tak mau berspekulasi lebih jauh karena takut salah menuduh orang namun setelah kesakian Sintia barusan yang mengatakan bahwa Regan dalang di


balik semua ini maka Sakti yakin bahwa Regan memang otak di balik semua ini.


“Tapi kamu baik-baik saja kan?”


“Kenapa suaminya Ambar sampai harus melakukan hal ini padaku?”


“Karena dia cemburu padamu tentu saja, maksudku suami mana yang suka kalau istrinya didekati oleh orang lain?”


“Itu sih masalah Ambar, aku tidak peduli soal dia namun yang jelas aku bahagia karena dia akhirnya tahu yang sebenarnya.”


****


Sakti benar-benar tidak habis pikir dengan pola pikir Sintia, ia pikir selama ini Sintia adalah sahabat sejati Ambar namun ternyata Sintia adalah wanita yang licik hingga dapat menusuk Ambar dari belakang seperti yang dilakukannya saat ini.


“Aku tidak merasa bersalah pada Ambar, untuk apa aku merasa bersalah? Aku dan mas Regan saling mencintai asal kamu tahu.”


“Kalau memang kamu mencintai suaminya Ambar maka tidak perlu sampai membuat suaminya menikah dengan Ambar kan? Kamu menyakiti hati Ambar, Sintia.”


“Sakti, kamu sepertinya benar-benar jatuh cinta pada Ambar, ya? Kalau memang kamu sangat ingin memiliki Ambar bagaimana kalau kita bekerja sama?”


“Apa maksudmu? Aku bukan orang jahat sepertimu, Sintia.”


Sintia tertawa mendengar ucapan Sakti barusan, Sintia mengatakan bahwa Sakti terlalu munafik dan seharusnya Sakti saat ini mendekati Ambar karena hubungan wanita itu dengan suaminya sedang tidak baik.


“Mereka tidak lama lagi akan segera bercerai dan kesempatan untukmu mendapatkan Ambar akan terbuka lebar oleh sebab itu kamu harus menggunakan kesempatan ini, Sakti.”


Namun Sakti menolak itu semua, Sakti mengatakan pada Sintia untuk jangan mengatakan omong kosong padanya yang lagi-lagi diremehkan oleh Sintia.

__ADS_1


“Kamu terlalu bodoh untuk menyia-nyiakan kesempatan ini, Sakti.”


Saat Sintia hendak pergi dari ruangan inap ini nampak ada tamu lain yang hendak menjenguk Sakti namun Sintia terkejut karena orang itu ternyata adalah Valdo.


****


Valdo sendiri nampak terkejut saat menemukan Sintia di ruangan inap Sakti, Sintia hendak melarikan diri namun Valdo menahannya, Sintia meminta untuk pria itu melepaskannya sekarang juga namun Valdo menolaknya.


Sakti sejak tadi memerhatikan dan penasaran dengan sebenarnya mereka berdua ini memiliki hubungan apa.


“Kita bicara diluar saja,” ujar Valdo menarik tangan Sintia keluar dari ruangan inap ini menuju tangga darurat.


“Apa-apaan kamu ini? Kenapa memaksamu datang ke sini padahal aku tidak mau.”


“Apa yang akan kamu lakukan pada Sakti?”


“Apa hubunganmu dengan Sakti? Apakah kamu mengenalnya?”


“Tentu saja aku mengenalnya kami adalah teman main basket dulu sewaktu dia masih SMA.”


“Apa katamu?”


“Katakan Sintia, kamu hendak menyakiti Sakti barusan kan?”


“Apakah kamu gila? Tentu saja tidak, Sakti adalah temanku juga dan Ambar, kami berteman sejak masih sekolah hingga kuliah.”


“Kamu jangan bercanda, Sintia!”


“Untuk apa aku bercanda? Kalau kamu tak percaya dengan kata-kataku barusan, silakan pergi dan temui sendiri Sakti. Tanyakan kebenaran ucapanku barusan dan kemudian baru kamu boleh menuduhku yang macam-macam!”


Setelah mengatakan itu Sintia langsung pergi meninggalkan Valdo yang masih terdiam di tempatnya.


“Apakah aku dapat memercayai apa yang dikatakan oleh wanita itu?”


****


Sintia sudah membujuk supaya Regan memberikan kembali ponsel Ambar dan Regan awalnya sempat menolak bujukan Sintia itu namun Regan akhirnya luluh karena Sintia bilang ia memiliki rencana maka Regan pun memberikan kembali ponsel Ambar yang sempat ia sita beberapa hari belakangan. Ambar terkejut ketika mendapatkan kabar bahwa Sakti masuk rumah sakit dan Sintia mengatakan bahwa saat ini Sakti membutuhkannya selain itu kondisinya juga kritis. Ambar meminta izin pada suaminya untuk pergi menjenguk Sakti di rumah sakit dan anehnya Regan langsung memberikan izin pada Ambar, tanpa banyak berpikir Ambar langsung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Sakti namun ketika tiba di ruangan inap pria itu ia sama sekali tidak menemukan Sakti dalam kondisi kritis malah ada Valdo di sana.


“Ambar?”


“Kamu baik-baik saja?”

__ADS_1


__ADS_2