Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Menyelamatkan Wanita Terkasih


__ADS_3

Ambar terkejut karena dirinya dibawa menuju sebuah tempat yang sangat sepi dan dirinya hendak dilecehkan oleh kedua orang yang mabuk ini saat Ambar mengira bahwa dirinya akan mendapatkan perlakuan yang buruk dari orang mabuk ini justru terjadi sesuatu hal yang tidak ia duga di mana Sakti datang untuk menyelamatkannya. Ambar ditarik oleh Sakti untuk masuk ke dalam mobilnya dan di dalam mobil pun Ambar masih nampak begitu shock dengan kejadian yang baru saja ia alami.


“Kamu baik-baik saja kan? Mereka belum melakukan hal yang buruk padamu kan?”


Ambar menggelengkan kepalanya dan Sakti pun melajukan kendaraannya untuk pergi dari tempat itu menuju rumah di mana Ambar saat ini tinggal, setelah mereka berdua tiba di sana nampak Ambar langsung membuka sabuk pengaman dan hendak turun dari mobil ini akan tetapi Sakti menahan Ambar untuk jangan turun dulu.


“Ambar, kamu istirahatlah.”


“Iya Sakti, terima kasih.”


Ambar kemudian turun dari dalam mobil dan kemudian pergi masuk ke dalam rumah, Warsinih menantinya dan ia merasa heran dengan Ambar yang datang ke rumah namun raut wajahnya tidak seperti biasanya. Sakti


pun kemudian turun dari dalam mobil untuk menjelaskan apa yang barusan terjadi pada Ambar yang mana tentu saja Warsinih terkejut dan sedih namun Warsinih berterima kasih pada Sakti karena telah menolong Ambar dari orang-orang jahat tersebut.


“Tidak masalah Bu, kalau begitu aku permisi dulu.”


“Iya, terima kasih banyak karena sudah menyelamatkan anakku, hati-hati di jalan, ya?”


Sakti pun kemudian berbalik badan dan langsung masuk ke dalam mobilnya untuk kembali pulang ke apartemennya sementara Ambar sudah masuk ke dalam rumah, ia masih begitu shock dengan kejadian yang nyaris saja terjadi padanya andai saja Sakti tidak datang dan menolongnya mungkin saja dirinya sudah mendapatkan perlakuan buruk dari orang-orang mabuk tersebut.


“Syukurlah kalau tadi Sakti datang untuk menyelamatkanku,” lirih Ambar.


****


Keesokan harinya Regan datang ke toko untuk menjenguk Ambar namun ketika tiba di toko ia sama sekali tidak menemukan Ambar di sana, ia bertanya pada pemilik toko mengenai di mana Ambar saat ini dan pemilik toko


mengatakan bahwa saat ini Ambar tidak masuk kerja karena ia sedang sakit. Regan yang mendapatkan kabar bahwa Ambar sakit pun langsung memutuskan untuk pergi ke rumah di mana Ambar tinggal karena ia benar-benar khawatir kalau memang saat ini Ambar sedang sakit, ia khawatir kalau Ambar sakit parah. Ketika tiba di rumah itu, Warsinih yang membukakan pintu untuk Regan dan tentu saja mantan mertuanya ini sangat tidak menyukai kedatangan Regan.


“Mau apa lagi kamu datang ke sini?”


“Aku mendengar kalau saat ini Ambar sakit, apakah dia baik-baik saja saat ini? Bagaimana kondisinya?”

__ADS_1


“Kamu tidak perlu mengetahui apakah anakku baik-baik saja atau tidak, pergi sekarang dari rumah ini.”


Warsinih nampak tidak mau beramah tamah pada Regan, sakit hatinya pada mantan menantunya ini masih begitu dalam, jika Warsinih mengingat apa yang telah Regan lakukan pada putrinya dengan berselingkuh dan kemudian mamanya Regan juga melakukan hal buruk membuat Warsinih semakin tidak dapat untuk memaafkan Regan dan keluarganya.


“Lebih baik sekarang juga kamu pergi dari sini karena kami tidak mau melihatmu,” ujar Warsinih yang langsung menutup pintu walaupun Regan sudah berusaha memohon untuk bertemu dengan Ambar.


****


Helga menyambut Sandrina di rumah, Helga sangat ingin tahu apakah ada hal baik yang terjadi antara Regan dan Sandrina setelah mereka menikah. Sandrina pun mengatakan bahwa ia dan Regan baik-baik saja namun Regan


masih suka mengungkit soal mantan istrinya.


“Apa katamu? Dia masih suka mengungkit soal mantan istrinya?”


“Iya, dia mengatakan bahwa dia hanya mencintai mantan istrinya dan dia menikahiku karena permintaan Mama saja.”


Helga yang mendengar ucapan Sandrina barusan tentu saja merasa marah pada Regan, ia berniat untuk membuat pelajaran pada Ambar karena wanita itu lagi-lagi menjadi perusak rumah tangga anaknya dengan Sandrina namun


“Aku tahu bagaimana cara untuk membuat Regan menyukaiku jadi tolong Mama jangan bertindak gegabah.”


“Aku minta maaf atas apa yang telah Regan lakukan padamu, aku salah dulu ketika membiarkan dia menikah dengan wanita miskin itu, seharusnya aku tidak pernah memberikan izin supaya mereka berdua menikah kalau


ujungnya akan menjadi seperti ini.”


Sandrina nampak menggelengkan kepalanya dan mengatakan Helga tidak perlu menyalahkan dirinya sendiri, setelah berbincang cukup lama akhirnya Sandrina pun memutuskan untuk pamit dari rumah ini.


“Tolong kamu jangan cerita apa pun pada kedua orang tuamu mengenai hal ini, ya?”


“Tentu saja Ma, tenang saja.”


****

__ADS_1


Sakti datang ke rumah Ambar untuk menemui Ambar dan berbeda dengan Regan ketika datang yang langsung diusir oleh Warsinih justru kedatangan Sakti ke rumah ini disambut baik oleh Warsinih, wanita itu menyambut


Sakti dan langsung memerlakukan Sakti dengan sangat baik. Rupanya tanpa sepengetahuan Warsinih, Regan sama sekali belum pergi jauh dari rumah itu, ia masih menunggu di dalam mobilnya sampai Sakti akhirnya datang dan Regan melihat dengan pasti bahwa Warsinih begitu sangat bahagia ketika Sakti yang datang dibandingkan dirinya. Regan turun dari dalam mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumah yang mana tindakan Regan ini membuat Warsinih terkejut.


“Kenapa kamu masih ada di sini?”


“Ibu memerlakukan pria ini dengan baik namun tidak memerlakukanku dengan baik? Apakah Ibu lupa bahwa aku ini adalah papanya Daisy?”


“Kamu sudah menghancurkan hati anakku dengan berselingkuh, mamamu juga sudah melakukan hal yang buruk selama ini pada anakku, apakah menurutmu aku harus bersikap baik padamu setelah semua luka yang


kamu torehkan pada anakku?”


“Apakah Ibu sangat ingin pria ini menjadi penggantiku? Apakah menurut Ibu dia jauh lebih kaya dan lebih loyal dari padaku yang selalu memberikan kalian uang bulanan?!”


“Jaga bicaramu, Regan!”


****


Ambar mendengar keributan dari luar kamarnya dan ia pun melihat bahwa Warsinih tengah berdebat dengan Regan dan Sakti berusaha menenganhi perdebatan mereka namun Regan sama sekali tidak suka dengan Sakti. Regan menganggap bahwa Sakti adalah sumber keretakan hubungan rumah tangganya dan Ambar yang mana tentu saja Warsinih membantah itu dan mengatakan semua itu karena ulah Regan sendiri yang sudah berselingkuh dengan Sintia.


“Kenapa kalian ribut-ribut di sini?”


“Ambar, apakah kamu baik-baik saja?” tanya Regan yang nampak khawatir dan langsung menghampiri Ambar.


“Jangan pernah mencoba mendekati anakku apalagi menyentuhnya, kamu memang pria tidak tahu diri karena sudah beristri namun mencoba mendekati mantan istrinya!” ujar Warsinih mendorong Regan untuk menjauh


dari putrinya.


“Mas tolong pergi, aku tidak mau Mas membuat keributan di sini,” pinta Ambar.


“Tapi Ambar ….”

__ADS_1


“Aku mohon.”


__ADS_2