Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Berbuat Tak Baik


__ADS_3

Ambar sebenarnya bingung apa yang harus ia lakukan ketika Sakti mengajaknya pergi dari rumah ini dan memulai kehidupan mereka yang baru. Tentu saja Ambar bahagia namun di sisi yang lain ia tahu bahwa Ariyani tidak akan menyukai keputusan yang telah Sakti buat ini walaupun Ambar tidak terlibat dalam pengambilan keputusan yang diambil oleh Sakti namun ia yakin kalau Ariyani akan langsung menyalahkannya karena Sakti jadi membangkang terhadap perintahnya.


“Ambar, kamu baik-baik saja? Sepertinya kamu tidak bahagia ketika kita pergi dari rumah itu?”


“Aku bingung Sakti.”


“Sudahlah aku kan mengatakan padamu untuk jangan memikirkan mamaku, aku akan mengurus soal mamaku. Kalau mamaku bertindak kurang ajar padamu segera adukan padaku, kamu mengerti?”


Ambar menganggukan kepalanya patuh dan akhirnya mereka tiba di sebuah rumah kontrakan sederhana yang sudah Sakti bayar, di sana mereka harus membersihkan rumah itu karena nampak kotor dan sangat berdebu.


“Kamu tak perlu membantuku, Sakti. Aku sudah terbiasa melakukan ini.”


“Jangan bilang seperti itu, aku akan membantumu membersihkan rumah ini karena bukan hanya kamu saja yang tinggal di sini.”


Ucapan Sakti barusan membuat Ambar bahagia, Sakti mau membantunya membersihkan rumah ini dan itu sudah membuktikan komitmen Sakti sebagai seorang suami yang mau menanggung suka dan duka dalam berumah tangga.


“Terima kasih.”


“Jangan mengucapkan terima kasih padaku.”


Akhirnya mereka mulai membersihkan rumah itu secara bersama-sama hingga tak terasa setelah hampir 3 jam lamanya mereka bersih-bersih mulai terlihat bahwa rumah ini lebih baik setelahnya jika dibandingkan ketika mereka pertama kali datang.


“Lihat kan? Kalau kita melakukannya secara bersama-sama maka semua akan lebih mudah untuk dikerjakan,” ujar Sakti.


Ambar hanya menganggukan kepalanya, Sakti kemudian pamit untuk mencari makan malam untuk mereka, setelah Sakti pergi kemudian Ambar pergi untuk melihat apa saja yang perlu ia beli ketika di rumah ini ia tak menemukan hal tersebut namun ketika Sakti pergi itulah, ponsel Ambar berdering dan ketika ia melihat layarnya tertera nama Ariyani di sana.


****


Ambar kemudian menjawab panggilan dari mama mertuanya ini, Ariyani tanpa basa-basi langsung bertanya di mana mereka tinggal namun Ambar mengatakan bahwa ia tak dapat memberitahu Ariyani di mana mereka tinggal. Ariyani yang mendengar ucapan Ambar itu sontak saja merasa kesal bukan main, ia menuduh bahwa Ambar ingin melarikan diri darinya namun Ambar membantah hal tersebut.


“Saya bukannya mau melarikan diri atau menghilangkan jejak Nyonya, hanya saja untuk hal ini saya perlu komunikasikan dulu dengan Sakti supaya tidak ada salah paham.”

__ADS_1


“Kamu pandai sekali dalam mencari alasan.”


Ambar bingung apalagi yang harus ia katakan pada mama mertuanya namun untungnya tak lama kemudian Sakti muncul dan langsung merebut ponsel Ambar, Sakti mengatakan bahwa mamanya tak perlu mencoba mengganggu rumah tangganya lagi dan setelahnya Sakti langsung menutup sambungan telepon barusan.


“Kenapa kamu menjawab telepon dari mama?”


“Kalau aku tak menjawab telepon darinya maka masalah akan jauh lebih buruk kan?”


“Kamu benar, kalau dijawab pun juga serba salah seperti tadi. Sudahlah lebih baik kita jangan membahas soal hal itu, aku sudah membelikan makan malam untuk kita.”


Sakti kemudian menyiapkan makan malam untuk mereka berdua, Sakti meminta maaf karena ia hanya dapat membelikan makan malam yang sederhana untuk Ambar namun Ambar sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut.


****


Regan mendatangi rumah keluarga Sakti untuk menemui Ambar, ia ingin mengajak Ambar pergi keluar sebentar namun ketika ia tiba di sana justru Regan mendapati bahwa rupanya Ambar sudah tidak lagi tinggal di sini.


“Lalu ke mana perginya mereka?”


Regan pun mencoba menghubungi Ambar namun ponsel Ambar tak dapat untuk dihubungi, Ariyani menanyakan kenapa Regan masih saja mengejar-ngejar Ambar padahal wanita itu bukan lagi menjadi istrinya dan tidak lagi mencintainya.


“Aku tahu bahwa aku sudah bukan suaminya lagi namun dia tetaplah ibu dari anakku.”


Ariyani nampak menggelengkan kepalanya dan Regan pun pergi dari rumah ini sembari masih mencoba untuk menghubungi Ambar namun sayangnya ponsel Ambar selalu saja tak dapat untuk ia hubungi.


“Kenapa Ambar tidak dapat dihubungi saat ini? Di mana mereka tinggal sekarang? Apakah sesuatu hal yang buruk terjadi pada mereka?”


Dan masih banyak lagi pertanyaan yang ada di dalam kepala Regan saat ini ketika Ambar tak dapat untuk dihubungi, Ariyani sendiri masih memerhatikan Regan dari tempatnya berdiri. Ia menggelengkan kepalanya dengan kelakuan mantan suami Ambar itu.


“Dia benar-benar menyedihkan, mau sampai kapan mengharapkan Ambar kembali padanya?”


****

__ADS_1


Atas saran dari Sakti maka Ambar mengganti nomor teleponnya supaya Ariyani tak dapat menghubunginya dan mengganggunya, Ambar tentu saja setuju dengan saran dari Sakti itu dan kini Ambar pun juga sudah berhasil menghubungi ayahnya dan sudah tahu juga di mana sang ayah dan adik tinggal. Danu nampak terharu ketika dapat dikunjungi oleh putrinya, mereka saling berpelukan untuk beberapa saat hingga kemudian Ambar menceritakan bahwa sekarang dirinya dan Sakti sudah tidak tinggal lagi di rumah itu.


“Benarkah? Bagaimana bisa?”


Ambar kemudian menceritakan semuanya pada sang ayah, Danu nampak terkejut dengan keputusan Sakti tersebut namun ia juga bahagia karena setelah Ambar pergi dari rumah itu maka Ariyani tidak akan dapat lagi berbuat kasar dan sewenang-wenang padanya.


“Itu dia yang Sakti katakan padaku, Ayah.”


“Memang sudah sepatutnya kalian tidak tinggal dengan mertua, apa yang Sakti lakukan sudah benar.”


“Bagaimana kondisi Ayah saat ini?”


“Seperti yang dapat kamu lihat, Ayah baik-baik saja pun dengan adikmu.”


Ambar begitu bahagia dapat mengobrol dengan ayahnya sementara saat ini adiknya sedang bekerja dan oleh sebab itu ia tidak ada di sini, Ambar kemudian membuatkan makan siang untuk ayahnya dan nanti juga ia akan menyiapkan makan malam untuk adiknya.


“Kamu tak perlu melakukan semua ini, Nak.”


“Tidak apa Ayah, hanya ini yang dapat aku lakukan untuk kalian.”


****


Ambar kembali ke rumah kontrakannya dengan Sakti setelah selesai memasak di rumah kontrakan ayahnya, ketika Ambar kembali ke rumah nampak seseorang sudah menantinya dan orang tersebut adalah Ariyani. Ambar menghela napasnya panjang karena ia tentu saja tak akan bisa dengan mudah melarikan diri dari wanita tersebut.


“Akhirnya kamu kembali juga ke rumah ini.”


“Apakah Nyonya sudah lama di sini?”


PLAK


Ariyani menampar keras wajah Ambar yang membuat Ambar terkejut, Ariyani kemudian memaki Ambar dengan kata-kata yang buruk, Ariyani begitu emosi karena Ambar membawa pengaruh yang buruk pada Sakti namun tidak lama aksinya itu berhenti karena dipergoki oleh Sakti.

__ADS_1


“Mama, hentikan!”


__ADS_2