Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Sang Mantan yang Membuat Gelisah


__ADS_3

Ambar sama sekali tidak menyangka bahwa dirinya akan berakhir di taman bermain ini bersama dengan Daisy dan Regan, sebelumnya Ambar tidak menyangka kalau Regan akan ikut bersama mereka karena ia pikir Regan hanya akan mengantarkan Daisy ke rumahnya dan mereka akan pergi berdua ke taman bermain namun justru yang terjadi sebaliknya ketika Daisy meminta Regan dan Ambar untuk ikut dengannya bersama ke taman bermain ini. Tentu saja sudah terlambat bagi Ambar untuk menolak permintaan Regan karena mereka sudah terlanjur tiba di sini, Ambar kurang menikmati waktunya bersama Daisy di taman bermain ini namun ia sangat bersyukur karena setidaknya ia dapat menghabiskan waktu dengan putrinya. Ketika Daisy sedang pergi bermain sendiri di sebuah


wahana taman bermain, Regan dan Ambar menungguinya di sebuah kursi dan kesempatan itu dimanfaatkan oleh Regan untuk berbincang dengan Ambar.


“Apakah kamu menikmati waktumu di sini bersama kami, Ambar?”


“Iya Mas, aku menikmatinya.”


Ambar mengatakan itu dengan raut wajah yang agak terpaksa, ia sejujurnya kurang dapat menikmati waktu di taman bermain ini karena Regan ikut bersamanya dan Daisy padahal Ambar pikir hanya dirinya dan Daisy saja yang akan datang ke sini.


“Kamu tidak dapat berbohong padaku, aku tahu kalau sebenarnya kamu tidak nyaman kan?”


Ambar menghela napasnya mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Regan barusan, Ambar pun kemudian memilih untuk jujur pada Regan mengenai apa yang sebenarnya ia rasakan saat ini. Ambar meminta maaf jika telah


membuat Regan kecewa dengan ucapannya barusan namun Regan sama sekali tidak marah dengan ucapan Ambar.


“Terima kasih karena kamu telah mengatakan yang sebenarnya Ambar.”


“Mas Regan tidak marah dengan ucapanku?”


“Aku tahu bahwa kamu akan mengatakan itu, semua terlihat dengan jelas di wajahmu ketika kamu mengatakan bahwa kamu menikmati semua ini padahal sebenarnya kamu tidak menikmatinya.”


“Sejujurnya aku kurang menikmatinya karena kita sudah tidak seperti dulu lagi, Mas.”


“Aku tahu Ambar.”


****


Pada akhirnya Regan mengantarkan Ambar pulang ke rumah, Daisy nampak memeluk mamanya sebelum Ambar keluar dari dalam mobil dan setelahnya Ambar pun turun dari dalam mobil dan melambaikan tangan pada anaknya


yang nampak bahagia sekali ketika telah menghabiskan waktunya bersama kedua orang tuanya pada hari ini. Setelah mobil yang dikemudikan oleh Regan pergi, kini Ambar berjalan masuk ke dalam rumah dan di sana Warsinih sudah menantinya dengan raut wajah khawatir.

__ADS_1


“Apakah kamu baik-baik saja, Nak?”


“Kenapa Ibu menanyakan itu?”


“Sepertinya tadi Regan mengantarkan kalian kan? Apakah dia melakukan hal yang buruk padamu?”


“Tidak kok Bu, jangan berpikiran buruk pada mas Regan.”


Warsinih mengatakan pada Ambar bahwa Regan telah menikah dan meminta Ambar untuk jangan mendekati mantan suaminya itu karena Warsinih tak mau berurusan dengan Helga lagi, Ambar mengatakan pada Warsinih


untuk jangan mengkhawatirkan soal itu.


“Aku tidak akan pernah kembali pada mas Regan apalagi menjadi orang ketiga dalam hubungan rumah tangganya dengan istri barunya.”


“Iya Ibu mengerti, hanya saja Ibu khawatir kalau kamu akhirnya jadi lupa kalau Regan sudah menikah lagi dan Ibu hanya mengingatkan saja, Ibu tak mau kalau wanita jahat itu kemudian menyakitimu karena masih dekat dengan anaknya.”


“Terima kasih karena Ibu telah mengkhawatirkanku namun aku akan baik-baik saja.”


****


Sintia belakangan ini. Ketika Sintia dan Valdo tengah makan siang bersama, Sakti ikut bersama mereka untuk memerhatikan secara langsung interaksi Sintia pada temannya ini dan ternyata apa yang Valdo ceritakan padanya saat itu terjadi, Sintia berusaha sekali mendekati Valdo dan bersikap manis pada pria itu berharap bahwa Valdo akan luluh dan kemudian akan mau kembali padanya. Sakti sejak tadi menahan kesal karena Valdo sepertinya tergoda oleh Sintia dan Valdo memang masih mencintai Sintia hingga mau saja diperdaya oleh wanita ini


namun tentu saja sebagai teman Sakti tidak dapat menerima ini. Ketika Valdo sudah kembali ke kantor, Sakti memutuskan bicara dengan Sintia mengenai apa yang wanita ini lakukan pada temannya.


“Kamu sepertinya tidak suka sekali kalau aku dekat dengan Valdo lagi, Sakti.”


“Tentu saja aku tidak suka, jelas sekali kalau kamu tidak tulus pada Valdo, kamu menginginkan sesuatu dari temanku.”


Sintia tertawa mendengar ucapan Sakti barusan, Sintia mengatakan pada Sakti untuk jangan mengurusi masalah pribadinya namun Sakti menolak itu.


“Valdo sudah aku anggap seperti saudara kandungku dan aku tidak akan rela jika kamu memperdaya dia.”

__ADS_1


****


Sandrina datang ke kantor Regan untuk mengajak suaminya itu makan siang bersama namun Regan menolak dengan alasan bahwa masih banyak pekerjaan yang perlu ia selesaikan, Sandrina nampak menghela napasnya


panjang namun ia tidak keluar dari dalam ruangan kerja Regan dan malah berkeliling di ruangan kerja pria itu hingga akhirnya ia melihat foto keluarga Regan dengan Daisy serta Ambar yang masih terpasang di meja kerja pria itu dan sontak saja Sandrina langsung mengambilnya, Regan yang melihat apa yang Sandrina lakukan itu sontak saja langsung mengambil kembali foto tersebut dan meletakannya di tempatnya seperti semula.


“Kenapa kamu sepertinya sangat khawatir kalau aku akan melakukan hal buruk pada foto itu hingga langsung bereaksi seperti itu?”


“Tidak, hanya saja aku sedang berjaga-jaga, kalau-kalau kamu akan marah dan hilang kendali kemudian membanting foto itu.”


Sandrina tertawa mendengar ucapan Regan barusan, wanita itu kemudian duduk di sebelah Regan dan menggelayut manja di lengan pria itu hingga membuat Regan menjadi tidak fokus dalam bekerja, Regan meminta


Sandrina untuk pergi saja dan jangan mengganggunya bekerja.


“Kenapa kamu menyuruhku pergi? Apakah kalau Ambar yang melakukan ini maka kamu tidak akan menolaknya?”


“Jangan bawa-bawa Ambar dalam hal ini.”


“Kenapa memangnya? Apakah kamu berharap Ambar ada di sini?”


****


Ambar sedang dalam perjalanan pulang ke rumah dan tiba-tiba saja sebuah motor dengan sengaja menyerempet Ambar yang tengah berjalan hingga jatuh ke aspal, Ambar mengaduh kesakitan dan kemudian ia pun


berusaha bangun. Ketika hendak melanjutkan perjalanan pulang seseorang menarik tangannya dengan kasar dan rupanya ada dua orang pria yang nampak sedang mabuk sedang menatapnya dengan tatapan tidak baik.


“Hai wanita cantik apa yang kamu lakukan malam-malam begini?”


“Lepaskan aku!”


Ambar berusaha melepaskan diri dari pria mabuk ini namun kemudian salah seorang temannya ikut memegangi Ambar dan kemudian Ambar pun dibawa menuju sebuah gang yang gelap dan sepi, Ambar didorong hingga

__ADS_1


punggungnya menabrak dinding.


“Tidak ada orang yang akan menolongmu saat ini, hahaha.”


__ADS_2