
Sandrina nampak penasaran dengan permintaan apa yang hendak Regan minta padanya hingga akhirnya Regan pun meminta Sandrina untuk membantunya dapat keluar dari rumah ini. Sandrina tentu saja terkejut dengan permintaan Regan ini, Sandrina mengatakan kalau ia tidak dapat untuk mengabulkan permintaan Regan yang satu itu.
“Kenapa kamu tidak mau mengabulkan permintaanku? Aku hanya memintanya padamu sekali ini saja,” ujar Regan yang nampak tak terima dengan keputusan Sandrina saat ini.
Sandrina meminta maaf pada Regan atas keputusannya barusan namun ia tidak mau kalau harus berurusan lebih panjang dengan Helga karena kalau ia menuruti apa yang Regan inginkan saat ini maka sudah pasti justru dirinya yang akan menjadi bulan-bulanan Helga.
“Tolong kamu mengerti posisiku di sini Regan, aku tidak mau melakukannya.”
“Kamu harus menolongku saat ini Sandrina, hanya kamu yang dapat menolongku dari tempat ini.”
“Maaf, akan tetapi aku sungguh tak bisa melakukannya.”
Sandrina pergi begitu saja dari rumah ini walaupun Regan sudah mencoba menghalangi dan memohon padanya namun nyatanya Sandrina tetap saja memilih untuk pergi. Sandrina nampak emosional sekali saat meninggalkan rumah ini, ia menangis di dalam mobilnya untuk beberapa saat hingga akhirnya Sandrina pun berhasil menguasai dirinya, Sandrina kemudian melajukan mobilnya untuk menemui Helga di rumah wanita itu. Kedatangan Sandrina disambut oleh Helga dengan ramah, wanita itu mempersilakan menantunya untuk duduk di sofa ruang tengah rumah.
“Jadi kenapa kamu datang ke sini, Sandrina?”
“Ma, ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan dengan Mama.”
“Sepertinya ini adalah masalah yang serius, ya?”
Sandrina menghela napasnya panjang sebelum akhirnya ia menganggukan kepalanya, Helga kemudian mendesak Sandrina segera memberitahukannya apa yang sebenarnya terjadi karena sejujurnya saat ini firasat Helga mengatakan tidak enak.
“Sebenarnya aku sudah sepakat dengan Regan untuk berpisah.”
Sontak saja ucapan Sandrina barusan membuat Helga terkejut bukan main, ia menggelengkan kepalanya tanda tak memercayai apa yang barusan ia dengar secara langsung dari mulut Sandrina.
****
Helga menanyakan apa motif Sandrina ingin berpisah dari anaknya, Sandrina menjawab bahwa saat ini hubungannya dengan Regan sudah tidak dapat diselamatkan lagi. Sandrina mengatakan bahwa ia sebenarnya tidak mau mengambil keputusan ini namun pada akhirnya ia terpaksa melakukan semua ini.
__ADS_1
“Tolong Mama mengerti keputusanku ini.”
“Apakah semua ini karena ada hubungannya dengan Regan yang masih mengejar wanita itu?”
“Ma aku….”
Helga menggelengkan kepalanya, ia menggenggam tangan Sandrina dan mengatakan bahwa ia akan mengurus semua itu, Helga meminta Sandrina untuk bertahan dengan Regan namun Sandrina meminta maaf karena tidak dapat melakukan seperti yang Helga katakan barusan.
“Aku benar-benar minta maaf, akan tetapi keputusan yang sudah aku buat ini sudah bulat dan tidak dapat diubah lagi.”
Helga tentu saja sedih mendengarnya, Sandrina sendiri kemudian memutuskan untuk pulang namun sebelum Sandrina pulang nampak Helga masih mencoba untuk merayu Sandrina supaya tidak bercerai dengan Regan namun sayangnya Sandrina tetap pada keputusan awalnya.
“Maafkan aku, Ma. Aku tetap tidak dapat untuk kembali pada Regan.”
Sandrina kemudian masuk ke dalam mobilnya dan Helga nampak sedih bukan main setelah firasat buruknya benar-benar terjadi. Helga tentu saja tidak dapat membiarkan semua ini terjadi begitu saja, ia harus bicara dengan Regan mengenai langkah yang harus mereka tempuh selanjutnya.
****
“Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Ariyani?”
Ariyani awalnya bingung apakah ia harus bicara yang sejujurnya pada sang suami atau tidak hingga akhirnya Ariyani pun menjelaskan semuanya pada sang suami. Suaminya itu nampak diam dan mendengarkan semua penjelasan Ariyani hingga akhirnya suaminya itu mengatakan sesuatu.
“Bukankah sebelumnya kamu bilang sudah tidak mau lagi tahu dengan kehidupan Sakti? Kenapa kamu sekarang jadi berubah pikiran?”
“Iya, aku memang sudah pernah mengatakan itu karena saat itu aku benar-benar sedang marah dan kecewa padanya. Akan tetapi sekarang setelah melihat keadaannya dan mendengar cerita apa yang pernah terjadi padanya akibat nekat memilih menikah dengan wanita itu maka aku tidak dapat menutup mataku dan berpura-pura tidak kenal dengan Sakti, tidak bisa.”
Ariyani mengatakan pada suaminya bahwa ia benar-benar tidak ingin kalau hal buruk kembali menimpa Sakti dan oleh sebab itu ia ingin melakukan sesuatu namun sang suami nampak keberatan dengan permintaan Ariyani itu.
****
__ADS_1
Helga mendatangi rumah di mana Regan ditahan, di sana Helga langsung menumpahkan kekesalannya pada Regan karena sudah membuat Sandrina memilih berpisah dengannya namun Regan mengatakan kalau ini adalah jalan terbaik untuk mereka.
“Kami tidak saling mencintai namun kami dipaksa untuk menikah oleh Mama.”
“Omong kosong, kamu mencintai Sandrina pun dengan dia yang juga mencintaimu.”
Regan tentu saja membantah ucapan mamanya barusan, Regan mengatakan satu-satunya orang yang ia cintai adalah Ambar dan mendengar nama Ambar membuat Helga meledak.
“Jangan pernah sebut nama wanita miskin itu di depan Mama lagi, Regan.”
“Kenapa memangnya? Ambar adalah mama dari Daisy, cucu Mama.”
Helga nampak berang bukan main dengan fakta menyakitkan yang Regan katakan barusan karena memang kenyataannya seperti itu. Ambar adalah mama kandung dari cucunya yang mana membuat Helga kesal, kenapa dulu Regan tergila-gila pada wanita itu bahkan setelah mereka menikah pun Regan masih saja mengejar-ngejar wanita itu bahkan rela melakukan hal buruk pada suami Ambar supaya mereka dapat kembali bersama.
“Sepertinya Mama harus membawamu ke rumah sakit jiwa kalau kamu terus bersikap seperti ini terus, Regan.”
“Apa maksud Mama membawaku ke rumah sakit jiwa? Apakah Mama pikir aku ini tidak waras? Aku masih waras!”
Namun Helga menggelengkan kepalanya, Helga mengatakan bahwa ia tidak memiliki pilihan lain untuk Regan dan ini adalah jalan terbaik untuk mereka.
****
Sakti diizinkan pulang oleh dokter mengingat kondisi Sakti sudah membaik saat ini namun dokter menyarakankan bahwa Sakti harus masih rajin kontrol ke rumah sakit supaya dokter bisa memantau perkembangan Sakti saat ini. Semua orang bahagia mengantarkan Sakti kembali ke rumah keluarga Ambar. Di sana Sintia dan Valdo juga merayakan kepulangan Sakti ke rumah ini hingga akhirnya ponsel Sintia berdering dan ketika Sintia melihat nama yang tertera di layar ponselnya ia melihat nama Helga di sana, Sintia pun kemudian pamit untuk menjawab telepon dari Helga ini.
“Ada apa Tante menelponku?”
“Kapan kamu akan melakukan rencanamu? Kalau kamu tidak becus melakukan itu biar aku saja yang turun tangan!”
“Tante harus sabar, ini masih ditahap yang awal, aku janji akan melakukan seperti yang pernah aku janjikan pada Tante.”
__ADS_1
“Baiklah, aku percaya padamu namun kalau sampai tidak berhasil awas saja kamu.”
Sintia menghela napasnya panjang dan kemudian ia mematikan sambungan teleponnya dan berbalik badan namun Sintia terkejut ketika menemukan seseorang berdiri di belakangnya saat ini.