
Warsinih nampak heran dengan ucapan putrinya yang mengatakan bahwa Regan adalah orang yang menyelamatkannya dari penculikan yang dilakukan oleh orang jahat. Setelah Regan pamit kini Ambar dan Warsinih masuk ke dalam rumah, di dalam rumah nampak Warsinih dan suaminya mengintrograsi Ambar mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Ambar pun menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya. Kini Warsinih jadi curiga bahwa Regan adalah dalang di balik penculikan yang dialami oleh Ambar.
“Bagaimana bisa kamu menuduh bahwa Regan dalang di balik semua ini?” tanya Danu pada sang istri.
“Tentu saja kalau bukan Regan siapa lagi dalang di balik semua ini? Sekarang coba kita pikir saja, Ambar diculik dan diselamatkan olehnya, itu semua jelas sekali rencananya.”
Warsinih begitu berapi-api saat menuduh bahwa Regan adalah dalang di balik kejadian buruk yang menimpa putrinya namun Ambar mengatakan bukan seperti itu karena Regan adalah orang yang menyelamatkannya.
“Tapi Bu, lebih baik kita jangan berburuk sangka dulu pada mas Regan, aku yakin bahwa bukan mas Regan dalang di balik semua ini.”
“Bagaimana bisa kamu begitu memercayai pria itu, Nak? Dia itu bukan orang yang baik.”
“Karena bukan mas Regan melainkan mamanya yang menjadi otak dari semua ini.”
Danu dan Warsinih terkejut dengan ucapan Ambar barusan, Ambar menjelaskan bahwa Helga memang dalang di balik semua ini karena Helga membencinya dan ingin sekali membunuhnya namun untungnya saja sebelum Helga melalui tangan orang suruhannya membunuh Ambar, Regan datang menyelamatkannya. Cerita dari Ambar barusan sungguh sangat diragukan oleh Warsinih, ibunya itu sangat yakin kalau sebenarnya Helga dan Regan bersekongkol untuk semua itu, Ambar tidak mau membahas hal ini lebih jauh, ia ingin istirahat di kamarnya.
“Regan, dia mencoba memanipulasi pikiran putriku, akan tetapi aku tidak akan membiarkan Ambar kembali pada pria kurang ajar yang telah menghancurkan hati anakku itu.”
Danu tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh istrinya, ia masih bingung apakah harus memercayai apa yang Ambar katakan barusan atau tidak.
****
Sakti datang untuk menjenguk Ambar setelah kemarin Warsinih menelponnya dan mengatakan kalau Ambar sudah kembali. Sakti tentu saja begitu bahagia karena Ambar sudah kembali ke rumah dan ia langsung bertanya pada Ambar mengenai apa yang sebenarnya terjadi padanya kemarin. Ambar menceritakan semuanya pada Sakti namun raut wajah Sakti seketika berubah saat mendengar cerita Ambar bahwa orang yang menyelamatkan Ambar adalah Regan.
“Apa katamu? Regan yang menyelamatkanmu?”
“Iya Sakti, mas Regan yang menyelamatkanku kemarin.”
“Bukannya aku tidak percaya, hanya saja apakah kamu percaya padanya?”
“Apa maksudmu?”
Sakti kemudian mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh Warsinih kemarin ketika Regan datang untuk mengantarkannya pulang ke rumah. Ambar menolak ucapan Sakti itu, ia yakin bahwa Regan bukan dalang di
__ADS_1
balik penculikannya dan ia datang di waktu yang tepat sebelum orang suruhan Helga membunuhnya.
“Apa maksudmu? Mamanya Regan dalang di balik semua ini?”
“Iya, aku sempat bertemu dengannya di tempat itu dan ia mengatakan menculikku untuk membunuhku karena dia membenciku, dia menuduhku menggoda mas Regan terus menerus hingga mas Regan tidak mau menikah dengan
wanita pilihannya.”
Sakti sangat tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Ambar barusan yang terdengar sangat memihak Regan namun Sakti berusaha menahan diri supaya tidak mengatakan apa pun, ia tidak ingin membuat suasana panas dan
memilih diam.
****
Helga mendatangi Regan dan mengaih janji Regan untuk tetap menikah dengan Sandirna, Regan mengatakan bahwa ia tetap akan menikah dengan Sandrina dan Helga tak perlu khawatir namun tentu saja Helga tetap tak
dapat memercayai apa yang Regan katakan barusan begitu saja.
“Kamu harus menandatangani ini.”
“Apa ini?”
“Tentu saja perjanjian, kalau kamu melanggar salah satu poin perjanjian maka Ambar akan langsung Mama bunuh.”
Regan tidak habis pikir dengan mamanya yang begitu membenci Ambar hingga ingin sekali membunuh wanita malang itu padahal selama ini Ambar bersikap sangat baik pada Helga dan menjadi menantu yang baik namun
rupanya Helga sama sekali tidak terkesan dengan hal itu, ia tetap saja menganggap bahwa Ambar hanya parasit yang ada dalam hidup anaknya dan tentu saja parasit itu harus dimusnahkan.
“Sampai kapan Mama bersikap seperti ini?”
“Tentu saja sampai wanita itu tidak ada lagi di dunia ini, asal kamu tahu saja Mama sudah menahan ini sejak awal pertama kali kamu mengenalkan dia pada Mama dan bilang kalau ingin menikahinya, sekarang lihatlah
pernikahan kalian bahkan berakhir bukan? Ini semua karena kamu tak mau mendengarkan perkataan Mama.”
__ADS_1
****
Hari pernikahan Regan dan Sandrina akhirnya tiba juga, Regan terpaksa menikah dengan Sandrina akibat perjanjian yang telah ia sepakati dengan sang mama. Regan nampak tidak begitu bahagia dengan pernikahan keduanya ini namun ia harus tetap tersenyum di depan banyak tamu undangan yang hadir di pesta pernikahannya. Menjelang hari pernikahannya dengan Sandrina, banyak media yang memberitakan mengenai masa lalu Regan dan Sintia namun pemberitaan itu tidak berlangsung lama akibat Helga yang langsung turun tangan dan mengganti
semua berita negatif menjadi positif bahkan kini acara pernikahannya menjadi sorotan banyak media lokal dan nasional. Regan nampak mencari seseorang di antara banyaknya orang yang datang ke acara pernikahannya ini.
“Kamu mencari Ambar, ya?” tanya Sandrina yang membuat Regan terkejut.
“Kenapa kamu menanyakan itu?”
“Sudahlah, kamu jangan mencoba untuk berdusta, aku tahu itu.”
Regan menghela napasnya, ia dapat berbincang dengan Sandrina karena saat ini sedang tidak ada tamu yang datang untuk menyalami mereka akan tetapi mereka harus bicara bisik-bisik karena Helga sedang berada
di sebelahnya yang mana Regan takut kalau Helga mendengar perbincangan mereka berdua.
“Kalian berdua kenapa bisik-bisik begitu?” tanya Helga yang menaruh curiga dengan sikap Regan yang tak biasa ini.
“Bukan apa-apa, Ma.”
Helga menatap sekilas kemudian mengalihkan pandangannya lagi, tidak lama tamu undangan kembali datang dan menyalami Regan dan Sandrina yang sudah resmi menikah.
****
Ambar sudah berada di depan gedung tempat di mana Regan dan Sandrina menikah, Regan menyerahkan undangan pada Ambar secara khusus dua hari yang lalu sebelum acara pernikahan ini berlangsung. Ambar awalnya tak mau datang karena Helga pasti tidak akan menyukai ini namun ia datang demi Regan, Regan telah menyelamatkannya waktu itu dan ia harus datang untuk membalas kebaikan Regan.
“Baiklah Ambar, kamu dapat melakukan ini.”
Ambar kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu masuk gedung dan petugas yang berjaga meminta Ambar menunjukan kode undangan supaya dapat masuk ke dalam, setelah melalui serangakaian pemeriksaan ketat dan
verifikasi kode undangan akhirnya Ambar diizinkan masuk ke dalam gedung. Ambar nampak begitu terpukau dengan pesta pernikahan Regan dan Sandrina yang mewah hingga akhirnya Ambar pun tiba di dekat di mana kedua mempelai duduk, Regan begitu bahagia saat melihat Ambar datang namun tidak dengan Helga.
“Kenapa dia bisa datang ke sini?”
__ADS_1