
Sakti tidak menyangka bahwa dirinya akan kembali digoda oleh Sintia seperti ini bahkan wanita ini sudah lebih berani untuk menyerangnya terlebih dahulu dan membuat sensasi yang selama ini tidak pernah ia dapatkan dari Ambar namun Sakti segera sadar dan tidak mau terlalu larut dalam permainan yang berusaha Sintia berikan ini. Ia mendorong Sintia untuk menjauh dan pergi dari sini namun tentu saja Sintia menolaknya dan mengatakan bahwa ia tidak akan pernah pergi dari sini karena ia menginginkan Sakti.
“Apa maksudmu menginginkanku?”
“Bukankah semuanya sudah sangat jelas? Untuk apa kamu masih bertanya lagi, Sakti?”
Sakti kembali dicium oleh Sintia dan kali ini jauh lebih ganas dari sebelumnya karena Sintia langsung membuka semua pakaian Sakti dan mereka berakhir di ranjang hingga tertidur pulas semalaman. Ketika pagi tiba, Sakti terkejut dengan apa yang baru saja terjadi semalam, ia merasa bersalah karena sudah membiarkan dirinya melakukan hal yang tidak semestinya dengan Sintia.
“Kenapa semalam aku membiarkan dia melakukan hal itu?”
Sakti begitu frustasi dengan keadaan dirinya saat ini, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Sintia sangat lihai dalam menggoda pria dan mungkin oleh sebab itu Regan sampai jatuh dalam perangkap Sintia hingga akhirnya Regan dan Ambar berpisah.
“Semua ini harus segera diakhiri, wanita itu sudah benar-benar keterlaluan.”
Sakti tidak akan membiarkan Sintia merusak rumah tangganya dengan Ambar seperti apa yang sudah ia lakukan pada Regan dulu. Sakti tidak akan membiarkan wanita itu menang kali ini, Sakti akan memertahankan semuanya dan ia tidak akan pernah rela jika harus berpisah dengan Ambar. Sakti kembali ke rumah keluarga Ambar untuk menemui Ambar namun Warsinih mengatakan saat ini Ambar sedang tidak dapat diganggu dulu.
“Apakah saat ini dia sedang sakit?”
“Tidak, dia tidak sakit sekarang hanya saja dia sedang tidak mau diganggu dulu, tolong pengertianmu.”
Sakti tentu saja tidak dapat mendebat ucapan ibu mertuanya dan dengan berat hati ia pun pergi dari sini namun Sakti bertekad untuk tidak begitu saja menyerah mendapatkan kembali kepercayaan Ambar.
****
Valdo bertanya dari mana saja Sintia semalam dan Sintia diam tidak menjawab pertanyaan Valdo. Sikap diam Sintia ini tentu saja membuat Valdo curiga, ia mendesak Sintia untuk menjawab pertanyaannya ini. Sintia menangis dan memeluk Valdo hingga membuat Valdo bingung, sebenarnya apa yang tengah terjadi saat ini.
“Sakti, semalam aku dibawa ke rumahnya dan kemudian kami…kami….”
__ADS_1
“Apa maksudmu?”
Sintia nampak tak sanggup untuk melanjutkan kalimatnya namun Valdo jelas tahu apa yang hendak Sintia katakan ini, Valdo nampak tak percaya dengan semua ini dan meminta Sintia untuk menjelaskan semuanya. Sintia berbohong pada Valdo bahwa Sakti yang membawanya ke rumah dan kemudian melakukan hal itu padanya karena kemarin ia frustasi pada Ambar dan ia menjadi pelampiasannya. Valdo yang mendengar ucapan itu tentu saja tidak dapat menahan emosinya, ia harus segera mencari Sakti dan memberikan pria itu pelajaran namun Sintia berusaha melarangnya.
“Tolong jangan lakukan itu, Valdo.”
“Kenapa memangnya? Pria itu sudah kurang ajar dan aku tidak dapat membiarkan dia berkeliaran begitu saja.”
“Aku tidak mau hubungan pertemanan kalian jadi renggang seperti ini.”
“Namun bukankah dia yang duluan merusak semuanya?”
Valdo kemudian pergi dari sini untuk menemui Sakti, selepas Valdo pergi nampak Sintia menghentikan aktingnya dan tentu saja ia tersenyum puas.
****
“Apa maksudmu?”
“Kamu tidak perlu pura-pura tidak tahu, Sintia sudah menjelaskan semuanya padaku! Kamu memang pria tidak tahu diri, Sakti! Bagaimana bisa kamu melakukan itu dengan istri temanmu sendiri?”
Sakti tentu saja terkejut dituduh yang bukan-bukan oleh Valdo, ia berusaha menjelaskan semuanya pada Valdo bahwa semua itu hanyalah sebuah salah paham dan tidak benar kalau dirinya yang sengaja melakukan itu justru Sintia yang terlebih dahulu melakukan itu. Valdo tentu saja tidak memercayai apa yang Sakti katakan dan mengatakan bahwa ia akan membawa kasus ini ke jalur hukum.
“Kamu tunggu dan lihat saja, Sakti.”
Setelah mengatakan itu Valdo langsung pergi meninggalkan Sakti yang merasa kecewa dan marah dengan Sintia yang sudah membuatnya jelek di depan Valdo dan kini pertemanannya dengan Valdo terancam rusak oleh wanita itu.
****
__ADS_1
Regan mengatakan pada mamanya bahwa ia ingin mengambil waktu untuk pergi ke Amerika menangkan diri setelah semua hal buruk yang terjadi di sini, Helga tentu saja tidak mempermasalahkan hal tersebut karena memang Regan membutuhkan itu. Sebenarnya Regan ingin membawa Daisy juga namun Daisy masih sekolah dan Helga tidak mengizinkan itu, Helga mengatakan bahwa Regan butuh waktu sendiri dan oleh sebab itu Regan harus pergi sendiri untuk memikirkan semua hal yang telah terjadi dalam kehidupannya belakangan ini.
“Kamu tak perlu khawtir soal Daisy, dia aman bersama Mama dan Papa.”
Regan menganggukan kepalanya dan kemudian pergi ke kamarnya untuk mempersiapkan pakaiannya sementara itu Helga bicara pada Daisy bahwa papanya akan pergi untuk beberapa hari ke Amerika oleh sebab itu Daisy harus tinggal bersama dirinya dan Fadi untuk beberapa waktu. Daisy tentu saja terkejut dan tidak mau ditinggal oleh sang papa untuk pergi, Daisy ingin ikut papanya pergi namun ia harus sekolah.
“Papa tidak akan lama pergi, Papa akan segera kembali,” ujar Regan memberikan penjelasan pada Daisy.
Daisy nampak berat sekali mengizinkan papanya pergi dan Regan sendiri juga berat sekali meninggalkan Daisy sendiri namun apa yang mamanya katakan benar, ia butuh waktu sendiri untuk memikirkan semua masalah yang menimpa hidupnya belakangan ini.
****
Ambar memikirkan bagaimana rumah tangganya dengan Sakti ke depannya, ketika Ambar tengah memikirkan itu tiba-tiba saja Valdo menelponnya dan tentu saja Ambar bingung kenapa Valdo menelponnya saat ini, tanpa banyak pemikiran tentu saja Ambar langsung menjawab telepon dari Valdo ini.
“Halo, kenapa menelponku?”
“Kamu di mana? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.”
“Aku ada di rumah, kenapa memangnya?”
“Kalau begitu datanglah ke taman dekat rumahmu, aku ada di sana.”
Ambar nampak penasaran dengan apa yang sebenarnya hendak Valdo bicarakan dengannya, ia segera bergegas menuju taman dekat rumah dan di sana Valdo sudah menantinya, Ambar pun bertanya apa yang sebenarnya terjadi saat ini.
“Aku ingin mengatakan sesuatu hal yang terjadi antara suamimu dan istriku.”
“Apa?”
__ADS_1