
Regan nampak tak puas hati dengan permintaan Ambar yang mengatakan bahwa dirinya harus pergi dan Warsinih pun juga seperti sangat tidak suka dengan kehadirannya di sini, akan tetapi yang membuat Regan emosi adalah Sakti yang seolah ingin menarik perhatian Ambar dan Warsinih bahwa dia adalah pria yang baik. Regan pun memilih untuk mengalah dan akhirnya ia pergi namun sebelum pergi Regan mengatakan pada Sakti bahwa masalah mereka belum selesai dan Regan mengatakan akan membuat perhitungan dengan Sakti.
“Kamu lihat dan tunggu saja apa yang dapat aku lakukan.”
Setelah itu Regan pun pergi, Warsinih meminta Sakti untuk tak perlu mendengarkan apa yang Regan katakan barusan karena Warsinih sangat yakin bahwa Regan mengatakan itu hanya sebatas ancaman saja namun tidak
dengan Ambar, ia tahu betul sifat mantan suaminya seperti apa dan tentu saja Ambar menjadi khawatir mengenai keselamatan Regan.
“Ambar, apa yang terjadi padamu?”
“Bukan apa-apa.”
Ambar tidak mau memberitahu apa yang terjadi padanya saat ini namun Ambar meminta pada Sakti untuk berhati-hati pada ancaman Regan barusan karena ia tahu dengan pasti seperti apa sifat asli mantan suami. Sakti mengatakan bahwa Ambar tak perlu khawatir karena ia tidak takut dengan ancaman Regan dan selain itu dirinya dapat menjaga diri dengan baik.
“Terima kasih karena telah mengkhawatirkanku, Ambar namun aku akan baik-baik saja.”
Ambar nampak tersipu dengan ucapan Sakti barusan namun kemudian Ambar memalingkan wajah dan Sakti pamit untuk pulang. Ambar mengantarkan sampai depan dan ia menunggu sampai mobil yang Sakti kemudikan sudah pergi, Ambar pun baru masuk ke dalam rumah dan Warsinih pun langsung memberondong pertanyaan pada Ambar mengenai bagaimana perasaan Ambar saat ini setelah Sakti datang untuk menjenguknya.
“Ibu ini kenapa menanyakan hal itu?”
“Tidak, Ibu hanya ingin tahu bagaimana perasaanmu saat Sakti ingin tahu keadaanmu yang sekarang kalau Ibu perhatikan dia adalah pria yang baik.”
“Sudahlah aku tak ingin membahas ini.”
****
Sintia masih saja mencoba mendekati Valdo dan membuat Valdo menjadi terperdaya oleh bujuk rayunya hingga Sintia dihubungi oleh Helga dan wanita itu menagih apa yang sudah Sintia janjikan padanya.
“Kamu jangan keenakan ya mentang-mentang sudah bebas jadi tidak mengingat tugas utamamu.”
“Tentu saja saya tidak akan lupa tugas utama saya, Nyonya jangan khawatir karena dapat mengandalkan saya.”
“Pokoknya aku tidak mau tahu kalau Ambar harus segera mati, apa pun caranya kamu harus melakukan itu dengan baik!”
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Helga langsung menutup sambungan teleponnya dan Sintia berdecak kesal dengan ucapan Helga yang memerintah barusan. Tentu saja tanpa Helga perintahkan maka Sintia akan melakukan itu namun Sintia memiliki rencana yang jauh lebih baik dari pada langsung membunuh Ambar seperti yang diinginkan oleh Helga barusan.
“Ambar, aku tidak akan lupa dendamku padamu, maka aku bersumpah akan melakukan apa pun untuk membalaskan rasa sakit ini.”
Sintia kemudian hendak pergi dari restoran ini namun secara tak sengaja ia berpapasan dengan Sakti yang mana Sakti langsung menahan tangan Sintia, Sakti mengatakan bahwa Sintia jangan mendekati Valdo lagi dan memperdaya pria itu.
“Kenapa memangnya kamu mengatakan itu, Sakti? Apakah sebenarnya diam-diam kamu menyukaiku juga?”
“Jangan begitu percaya diri, Sintia, siapa juga yang menyukaimu?!”
****
Sintia mendatangi toko tempat Ambar bekerja pada hari ini yang membuat Ambar tentu saja waspada, ia ingat betul apa yang sudah pernah Sintia coba lakukan padanya dan Sintia nampak tidak melakukan hal yang buruk padanya justru Sintia menghampirinya dan meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan pada waktu itu.
“Kamu tahu aku waktu itu tidak dapat berpikir dengan jernih setelah tahu mas Regan menikah dengan wanita lain ketika aku dipenjara.”
“Aku mengerti.”
Ambar menggelengkan kepalanya dan membuat Sintia tersenyum, Sintia kemudian mengatakan bahwa ia ingin berbaikan dengan Ambar dan menjadi teman Ambar seperti dulu lagi namun Ambar tentu saja terkejut dengan
ucapan Sintia barusan, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan ketika mendapatkan permintaan seperti itu dari Sintia.
“Apakah kamu tidak mau kalau kita kembali berteman seperti dulu lagi, Ambar? Sekarang mas Regan telah menikah dengan wanita lain dan bukannya aku, bukankah tidak ada alasan kamu tidak menerimamu sebagai
temanmu lagi?”
Namun Ambar menggelengkan kepalanya dan meminta maaf pada Sintia bahwa sampai saat ini ia belum dapat memaafkan sepenuhnya Sintia atas apa yang telah ia lakukan dengan Regan di masa lalu.
“Ambar, kenapa kamu masih mengungkit soal itu?”
“Maafkan aku Sintia, akan tetapi tolong hargai keputusanku.”
****
__ADS_1
Helga benar-benar geram karena Sintia seolah mengulur waktu untuk melakukan aksinya pada Ambar dan yang membuat Helga semakin geram adalah Regan yang mengabaikan istrinya dan sibuk mencari perhatian pada mantan istrinya. Helga tentu saja tidak dapat menerima itu, ia langsung menemui Regan dan mengatakan bahwa Regan seharusnya berhenti untuk mengejar-ngejar Ambar namun tentu saja Regan membantah apa yang Helga katakan barusan.
“Aku sama sekali tidak mengejar-ngejar Ambar, aku dan dia sudah berpisah hanya saja dia tetap mama dari Daisy.”
“Kamu tak dapat berbohong pada Mama, Mama tahu dengan pasti bahwa kamu masih mencintai Ambar dan kamu sangat ingin sekali membuat wanita itu kembali padamu.”
Regan masih saja menyangkal dengan apa yang Helga katakan barusan, ia mengatakan bahwa Helga sudah salah paham padanya namun Helga tentu saja tidak mudah dibodohi oleh Regan, Helga mengatakan kalau Regan
masih mencoba untuk mendekati Ambar lagi maka Helga tidak akan segan membunuh Ambar.
“Kalau Mama berani membunuh Ambar, bukankah Mama harus berurusan dengan polisi? Berhentilah membencinya, Ma. Bagaimanapun juga dia selalu bersikap baik pada Mama selama menjadi menantu Mama namun Mama menolak semua itu.”
“Tentu saja Mama menolak semua itu walaupun dia sudah memberikan Mama cucu, asal kamu tahu saja Mama tidak suka pada keluarganya yang meminta-minta itu, keluarganya itu seperti benalu dan asal kamu tahu saja
mereka sekarang menggantungkan hidup pada Sakti.”
“Apa maksud Mama?”
“Sakti, pria yang menjadi selingkuhan Ambar itu diperdaya oleh keluarga wanita itu hingga mereka dapat tinggal di rumah mewah itu.”
Tentu saja ucapan dari sang mama barusan membuat Regan terkejut, ia harus segera pergi menemui Warsinih dan menanyakan soal kebenarannya.
“Mau ke mana kamu? Jangan coba-coba pergi menemui wanita itu lagi.”
****
Namun nyatanya Regan tetap saja pergi menemui Warsinih di rumah itu, ia langsung disambut dengan Warsinih yang tidak ramah, wanita itu mengusir Regan dan mengatakan bahwa ia tidak diterima di rumah ini.
“Aku datang ke sini untuk menanyakan satu hal padamu, Bu.”
“Apa yang hendak kamu tanyakan?”
“Apakah yang mamaku katakan bahwa Ibu hanya memanfaatkan Sakti untuk dapat tinggal di rumah ini?”
__ADS_1