Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Habis Kesabaran


__ADS_3

Regan meminta Helga untuk tidak perlu membahas soal pernikhannya dengan Sandrina namun ucapan Regan membuat Helga marah, Helga menganggap bahwa Regan sedang mencoba untuk tidak mengikuti apa yang menjadi kehendaknya. Regan meminta Helga untuk pergi dari rumahnya dan tentu saja Helga tak percaya dengan ucapan Regan barusan, Helga mengatakan sebelum pergi dari rumah itu bahwa Regan harus menikah dengan Sandrina apa pun yang terjadi. Helga pun pulang ke rumah dengan keadaan marah besar, ia menganggap bahwa putranya bersikap seperti ini karena ulah Ambar dan ia harus memberikan pelajaran pada wanita itu.


“Semua ini karena Ambar, awas saja wanita itu, aku tidak akan melepaskannya begitu saja.”


Helga yang telah tiba di rumah menelpon seseorang yang mana Helga meminta orang tersebut mencari tahu di mana Ambar sekarang tinggal dan tidak membutuhkan waktu yang lama Helga sudah mendapatkan semua informasi mengenai Ambar, satu hal yang membuat Helga terkejut bahwa Ambar dan keluarganya tinggal di sebuah perumahan yang cukup baik padahal ia sendiri tahu bahwa keluarga itu tidak memiliki cukup uang.


“Ambar, sebenarnya apa yang kamu lakukan? Kenapa bisa dia tinggal di sana?”


Keesokan harinya Helga pergi menuju rumah di mana Ambar serta keluarganya tinggal, kedatangan Helga membuat Warsinih terkejut dan ia tentu saja tak suka kalau Helga datang ke rumah ini.


“Bagaimana bisa kalian tinggal di rumah ini? Apakah Ambar menjual dirinya?”


“Jaga bicara anda, anakku tidak mungkin melakukan tindakan rendahan seperti yang anda katakan barusan.”


“Lantas kalau memang dia tidak menjual diri, kenapa kalian dapat tinggal di rumah ini? Maksudku aku hanya berusaha berpikir realistis saja, tidak mungkin kalian dapat membeli rumah ini.”


Warsinih kemudian memberitahu Helga bahwa ini semua pemberian dari Sakti yang mana tentu saja Helga jadi penasaran siapa gerangan Sakti barusan, Warsinih mengatakan pada Helga bahwa Sakti adalah teman Ambar


namun Helga tidak memercayai hal itu.


“Apakah dia om-om yang Ambar goda untuk membelikan kalian rumah ini?”


“Jaga bicara anda.”


****


Helga menuju toko di mana Ambar bekerja, Ambar sendiri terkejut ketika menemukan Helga di sini, wanita yang pernah menjadi mertuanya selama lebih dari 8 tahun itu nampak memandang rendah toko di mana ia bekerja.


“Nyonya datang ke sini untuk belanja apa?”


Helga sontak menoleh ke arah Ambar dengan tatapan yang begitu merendahkan, Helga tanpa belas kasih langsung mengatakan kalau Ambar sengaja menggoda anaknya untuk kembali padanya. Tentu saja Ambar menolak tuduhan Helga, Ambar mengatakan tidak pernah menggoda Regan untuk kembali padanya namun yang ada justru sebaliknya.


“Apa katamu? Anakku ingin kembali padamu atas dasar pemikirannya sendiri? Apakah kamu pikir apa yang kamu katakan itu semua masuk akal?”

__ADS_1


“Saya mengatakan yang sebenarnya, Nyonya. Saya sama sekali tidak berdusta.”


Namun Helga memang tidak memercayai apa yang Ambar katakan, Helga masih saja menuduh bahwa Ambar telah menggoda Regan untuk kembali padanya hingga membuat Helga marah dan kemudian menyerang Ambar namun


aksi Helga itu tidak berlangsung lama karena Sakti muncul dan kemudian melerai mereka.


“Apa yang anda lakukan?”


“Siapa kamu? Aku tidak memiliki urusan denganmu!”


“Maaf, tapi anda jangan bertingkah kasar pada Ambar.”


“Siapa pria ini, Ambar? Apakah dia pria yang kamu goda? Apakah dia yang memberikan semua hal termasuk rumah itu padamu?”


“Apa yang anda katakan itu benar, saya yang memberikan semuanya.”


****


Helga nampak tercengang dengan ucapan Sakti barusan, Helga mengatakan bahwa Sakti adalah pria yang bodoh karena mau memberikan semua itu pada Ambar. Helga mengatakan bahwa Ambar dan keluarganya yang miskin itu


“Apa? Berani sekali kamu mengusirku dari toko ini!”


“Apakah anda ingin saya viralkan di media sosial supaya anda malu dengan kelakuan anda?”


Helga akhirnya memilih pergi namun Helga mengatakan pada Ambar bahwa semua ini belum berakhir karena Helga akan melakukan pembalasan atas apa yang telah Ambar lakukan pada anaknya.


“Kamu lihat dan tunggu saja pembalasanku, Ambar!”


Setelah Helga pergi, Sakti memastikan bahwa Ambar baik-baik saja, sikap Sakti yang seperti ini membuat Ambar tidak nyaman, ia berterima kasih pada Sakti karena peduli padanya namun Ambar mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.


“Kamu yakin baik-baik saja? Dia siapa?”


“Dia adalah mamanya mas Regan.”

__ADS_1


Sakti menghela napasnya, ia akhirnya tahu bahwa wanita itu adalah mamanya Regan dan kelakuan Regan serta mamanya benar-benar sangat mirip, Sakti mengatakan pada Ambar bahwa ia tidak perlu ragu untuk mengatakan


tidak baik-baik saja.


****


Helga kembali ke rumah dengan raut wajah yang kesal, ia tidak habis pikir kalau Regan memilih kembali pada Ambar dibanding menikah dengan Sandrina. Helga tentu saja tidak dapat tinggal diam, ia sudah susah payah menunggu momen di mana Regan dan Ambar berpisah namun justru Regan ingin kembali pada wanita itu.


“Tidak, aku tidak boleh membiarkan semua itu terjadi, sampai kapan pun Regan tidak akan pernah kembali pada Ambar.”


Helga terkejut ketika suaminya muncul dan memandangnya dengan tatapan heran, Helga pun bertanya kenapa suaminya menatapnya begitu.


“Kenapa menatapku begitu?”


“Kamu sepertinya baru pergi, ya?”


“Itu semua bukan urusanmu.”


“Sepertinya kamu juga sedang marah pada seseorang, kalau memang kamu sedang marah pada seseorang jangan melampiaskannya pada orang lain.”


Setelah mengatakan itu, sang suami pergi ke kamar untuk berganti baju dan mandi sementara Helga nampak masih kesal dengan ulah Ambar dan Sakti di toko itu, Helga tidak akan dapat tenang sebelum Ambar menghilang untuk selama-lamanya.


“Ambar, kenapa dari dulu kamu selalu saja menjadi bantu sandungan dalam kehidupanku? Namun kali ini aku tidak akan membiarkan kamu menang lagi, kali ini akan aku pastikan kamu akan mati!”


****


Regan terkejut ketika datang ke rumah Ambar dan ia dimaki oleh Warsinih dan mantan ibu mertuanya itu mengatakan bahwa tadi mamanya datang ke sini dan menuduh Ambar yang tidak-tidak, sebagai seorang ibu tentu


saja Warsinih merasa sakit sekali. Regan meminta maaf pada Warsinih atas apa yang telah mamanya lakukan namun Warsinih semakin kesal dan meminta Regan untuk pergi saja dari sini. Warsinih begitu emosi rasanya sampai-sampai ia mau meledak, ia melihat jam sudah hampir tengah malam namun Ambar kenapa belum juga


kembali?


“Kok dia belum juga kembali? Biasanya sudah datang jam segini.”

__ADS_1


Warsinih mencoba menghubungi nomor ponsel Ambar namun justru nomor ponsel Ambar tidak aktif yang mana Warsinih pun jadi gelisah dibuatnya.


“Kenapa nomornya Ambar tidak aktif? Tidak biasanya begini, apakah sesuatu hal yang buruk terjadi padanya?”


__ADS_2