Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Jangan Kecewakan Mama


__ADS_3

Sakti mengatakan pada Sintia bahwa Ambar sudah mengatakan kalau Ambar tidak akan kembali pada Regan lagi namun Sintia masih tak memercayai hal tersebut. Ambar nampak kesal dengan sikap Sintia ini padahal ia sudah mengatakan kalau dirinya tidak akan pernah kembali dengan Regan dan keputusannya untuk berpisah dengan pria itu adalah sebuah keputusan yang sudah bulat dan tidak dapat diganggu gugat.


“Baiklah, aku akan memegang kata-katamu, awas saja kalau kamu berdusta.”


Setelah mengatakan itu Sintia langsung pergi dari rumah itu dan kembali ke apartemennya, ia tidak akan membiarkan Ambar kembali lagi pada Regan apalagi perceraian mereka bisa sampai batal karena hal itu


dapat membuatnya gila.


“Tidak akan pernah mereka kembali, mas Regan sudah mengkhianati Ambar dan tentu saja Ambar tidak mau kembali pada mas Regan.”


Sintia menarik napas dalam-dalam dan berusaha untuk menangkan dirinya saat ini sementara itu ia kemudian mencoba menghubungi Fadi untuk mengajak calon mertuanya itu bicara. Cukup lama Sintia menunggu sampai


akhirnya Fadi menjawab telepon darinya.


“Mau apa kamu menelponku?”


“Aku ingin bertemu dengan Om, apakah Om ada waktu?”


“Kenapa kamu ingin bertemu denganku? Rasanya sudah tidak ada hal yang perlu kita bicarakan lagi.”


“Tentu saja ada, ada sesuatu hal yang sangat penting ingin aku bicarakan dengan Om.”


Fadi kemudian mengatakan bahwa Sintia bisa datang ke rumahnya nanti saat ia kembali dari kantor dan Sintia pun setuju akan hal tersebut. Tanpa banyak basa-basi lagi Sintia bersiap untuk pergi ke rumah Fadi dan ketika tiba di rumah itu Helga nampak heran dengan kedatangan Sintia yang sama sekali tidak diduga olehnya.


“Mau apa kamu datang ke sini?”


“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan om Fadi.”


“Apa katamu? Kamu ingin bicara dengan suamiku? Apakah kamu ingin mencoba menggoda suamiku?”


“Tentu saja tidak Tante, ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan om Fadi.”


****


Akhirnya Fadi tiba juga di rumah dan Helga langsung memberondong suaminya itu dengan pertanyaan mengenai kenapa Sintia datang ke rumah mereka namun Fadi sendiri juga tidak paham akan hal tersebut karena ketika Sintia menelponnya, ia sama sekali tidak mengatakan apa pun mengenai maksud serta tujuannya mendatanginya.

__ADS_1


“Kamu tidak sedang menjalin hubungan dengan wanita itu kan?”


“Bicara apa kamu ini? Jangan bicara omong kosong seperti itu.”


Setelah itu Fadi mengajak Sintia bicara di ruangan kerjanya dan Sintia mengekori Fadi dari belakang sampai ke dalam ruangan kerja pria itu. Fadi nampak tak mau berbasa-basi dengan Sintia dan langsung menanyakan apa maksud serta tujuan Sintia ingin bertemu dengannya.


“Kenapa Om ingin sekali mas Regan dan Ambar tidak bercerai?”


“Karena aku ingin Ambar tetap menjadi menantuku.”


“Kenapa Om ingin Ambar tetap menjadi menantu Om? Bukankah dia itu berselingkuh dengan Sakti?”


“Siapa yang berselingkuh dengan siapa? Justru Regan sendirilah yang berselingkuh denganmu kan? Kenapa kamu malah menyalahkan orang lain?”


Sintia menolak ucapan Fadi barusan, ia mengelak bahwa dirinya dan Regan berselingkuh, malah Sintia mengatakan bahwa ia dan Regan saling mencintai namun Fadi nampak muak dengan ucapan Sintia barusan.


“Jadi kamu hanya ingin membicarakan soal ini saja?”


“Pokoknya Om tidak akan pernah dapat membuat Ambar dan mas Regan berhenti untuk bercerai karena mereka tetap akan bercerai apa pun yang terjadi.”


****


“Ya ampun wanita itu selalu saja membuat kepalaku sakit.”


“Sudahlah Bu, jangan dipikirkan apa yang Sintia katakan.”


“Namun Ibu juga berpikir kenapa Sintia melakukan semua ini padamu? Kita ini sudah menganggapnya sebagai keluarga namun kenapa dia tega sekali melakukan ini padamu?”


Ambar menenangkan ibunya dan mengatakan untuk tak perlu memusingkan dan memikirkan soal Sintia dan lebih baik sekarang mereka menyiapkan makan malam. Ketika Ambar dan Warsinih di dapur kini ibunya itu mengganti topik pembicaraan mengenai Sakti dan ia bertanya kenapa Sakti datang setelah sekian lama pria itu tidak muncul.


“Dia juga salah paham soal kedatangan papanya Regan yang memintaku untuk tidak bercerai dengan mas Regan, Bu.”


“Apa? Ya ampun jadi mereka berdua datang ke sini karena sebuah salah paham saja?”


“Kurang lebih seperti itulah.”

__ADS_1


“Sungguh sulit untuk dipercaya.”


****


Sintia sudah selesai bicara dengan Fadi dan ia memilih untuk segera kembali ke apartemennya namun sebelum Sintia pergi nampak Helga menahan tangan Sintia dan menuduh wanita itu sedang mencoba untuk menggoda


suaminya.


“Kamu ini wanita kurang ajar, kamu sudah mencoba menggoda Regan dan sekarang kamu sedang menggoda suamiku kan?”


“Tante ini bicara apa? Siapa yang menggoda suami Tante? Aku kan sudah mengatakan bahwa aku datang ke sini untuk membicarakan hal penting dengan om Fadi.”


“Dan apakah kamu berpikir bahwa aku akan memercayai apa yang kamu katakan barusan?”


“Kalau memang Tante tidak memercayaiku, silakan Tante tanya sendiri saja pada om Fadi, apakah aku memang melakukan seperti apa yang Tante tuduhkan barusan atau tidak.”


Tidak lama kemudian Fadi keluar dari ruangan kerjanya dan ia nampak terkejut ketika Helga langsung mendatanginya dan bertanya apa saja yang suaminya dan Sintia bicarakan namun Fadi tidak mau mengatakan apa pun pada Helga yang membuat Helga makin curiga dan marah pada suaminya.


“Kenapa kamu tidak mau mengatakan apa pun padaku? Apakah kamu memang menjalin hubungan spesial dengan wanita murahan ini?”


“Jaga bicaramu Helga! Aku sama sekali tidak menjalin hubungan dengan Sintia!”


“Lantas kalau memang kamu tidak menjalin hubungan dengan wanita ini, kenapa kamu tidak mau mengatakan alasan yang sebenarnya kamu dan dia bicara di ruangan kerjamu!”


****


Keesokan harinya Helga mendatangi Regan dan membuat anaknya itu heran karena mamanya datang dengan raut wajah yang kesal. Regan bertanya pada mamanya mengenai apa yang terjadi dan Helga pun menceritakan


semua hal yang ia pendam dan membuatnya kesal pada sang suami.


“Papamu ingin sekali supaya kamu dan Ambar tidak bercerai, dia mengatakan kalau Ambar adalah menantu yang baik dan ia tidak rela jika harus kehilangan menantu sebaik dia.”


Regan terdiam mendengar cerita dari sang mama barusan yang mana tentu saja membuat Helga penasaran dengan tanggapan Regan mengenai ceritanya barusan.


“Kamu kenapa hanya diam saja? Katakan sesuatu dong, kamu dan Ambar tetap akan bercerai kan?”

__ADS_1


“Apa? Oh tentu saja, aku dan Ambar akan tetap bercerai.”


“Baguslah kalau begitu, jangan katakan pada Mama kalau sebenarnya kamu sendiri tidak mau bercerai dengan wanita menyebalkan itu.”


__ADS_2