
Sakti berusaha mengetahui di mana Ambar tinggal saat ini ketika dirinya bertelepon dengan Ambar namun sayangnya Ambar tidak mau memberitahu Sakti mengenai di mana ia dan keluarganya tinggal. Pada akhirnya Sakti pun memutuskan untuk pergi ke toko tempat di mana Ambar bekerja namun kata pemilik toko, Ambar telah mengundurkan diri kemarin dan tentu saja ucapan pemilik toko membuat Sakti terkejut karena tak menyangka kalau Ambar pada akhirnya memilih untuk berhenti bekerja di sini. Kini Sakti tentu saja bingung, apa yang harus ia lakukan untuk mencari Ambar karena ponsel Ambar sendiri selalu tidak aktif ketika ia mencoba menghubunginya. Sakti pun akhirnya mendapatkan sebuah telepon, ia pikir bahwa orang yang menelponnya saat ini adalah Ambar namun nyatanya adalah sang mama yang menelpon. Sakti nampak menghela napasnya sebelum akhirnya menjawab telepon dari Ariyani.
“Kenapa Mama menelponku?”
“Mama ingin bicara denganmu sekarang, datanglah ke rumah.”
Setelah mengatakan itu, Ariyani langsung menutup sambungan telepon yang mana tentu saja membuat Sakti heran karena dari nada bicara sang mama sepertinya ada sebuah masalah. Sakti pun segera pergi menuju rumah sang mama untuk mencari tahu apa yang sebenarnya hendak dibicarakan oleh mamanya karena kalau Sakti pikir ini adalah sebuah masalah yang cukup serius. Ketika tiba di rumah nampak Sakti langsung masuk ke dalam rumah yang mana sang mama telah menunggunya di sana.
“Kenapa Mama ingin bicara denganku?”
“Duduklah, Mama ingin bicara.”
Maka Sakti pun melakukan seperti apa yang mamanya perintahkan barusan, Ariyani nampak menghela napasnya sejenak sebelum akhirnya wanita itu pun mengatakan pada Sakti mengenai alasan kenapa ia memanggil Sakti ke sini.
“Apakah sebelumnya kamu benar-benar tidak tahu alasan kenapa Mama memanggilmu ke sini?”
“Tentu saja tidak, kalau aku tahu mana mungkin aku datang, aku datang karena penasaran apa yang hendak Mama katakan padaku.”
“Baiklah, Mama ingin mengatakan sesuatu hal yang mungkin saja akan membuatmu marah pada Mama.”
****
Ariyani mengatakan bahwa ia meminta Sakti untuk tidak lagi berhubungan dengan Ambar dan keluarganya karen Ariyani sudah tahu sifat asli dari Warsinih, Ariyani tidak mau kalau Sakti dimanfaatkan oleh wanita itu seperti yang telah Regan alami dulu. Sakti terkejut dari mana mamanya tahu akan hal ini dan Ariyani mengatakan bahwa Sakti tidak perlu tahu ia tahu dari mana namun yang jelas Ariyani meminta Sakti untuk melakukan apa yang ia katakan barusan.
__ADS_1
“Tapi Ma….”
“Mama melakukan semua ini demi kamu, Nak.”
Namun Sakti menolaknya, Sakti mengatakan apa pun yang terjadi ia sudah memilih Ambar dan ia telah terlanjur jatuh cinta pada wanita itu. Ariyani menggelengkan kepalanya, sang mama tentu saja tidak ingin kalau putranya dimanfaatkan oleh Warsinih namun Sakti mengatakan bahwa ia yakin bahwa Warsinih tetaplah orang yang baik terlepas dari apa yang pernah ia lakukan pada Regan dulu.
“Apa katamu? Dia orang baik? Kalau memang dia orang baik, maka seharusnya dia sudah pergi bersama dengan Ambar bukannya bertahan di rumah itu.”
“Apa maksud Mama? Mama tahu kalau Ambar pergi dari rumah itu?”
“Apakah kamu lupa kalau Mama selalu memiliki mata dan telinga walaupun Mama tidak berada di sana?”
Sakti terdiam mendengar ucapan mamanya barusan, Ariyani sangat meminta pada Sakti untuk melupakan perasaannya pada Ambar namun Sakti tidak dapat melakukannya.
****
“Kamu kenapa, Nak?”
“Apa yang telah Mama lakukan pada Ambar dan keluarganya sampai-sampai mereka tidak tinggal lagi di rumah itu?”
“Kenapa kamu menanyakan itu pada Mama? Mama tidak melakukan apa pun asal kamu tahu saja, yang melakukan semua itu adalah mamanya Sakti. Dia yang mengusir wanita miskin dan tak tahu diri itu dari rumah mewah itu.”
Regan nampak terkejut dengan ucapan sang mama barusan, ia meminta Helga untuk tidak berdusta padanya dan tentu saja Helga mengatakan bahwa ia sama sekali tidak berdusta akan hal itu.
__ADS_1
“Memang seperti itulah kenyataannya Regan, untuk apa Mama berbohong padamu?”
“Lantas kalau begitu sekarang di mana Ambar dan keluarganya tinggal?”
Helga menghela napasnya dan kemudian ia memperingatkan Regan untuk jangan mencoba mencari di mana Ambar sekarang dan tentu saja Regan tidak menerima itu, Regan mengatakan bahwa ia tetap akan mencari di mana Ambar berada.
****
Sintia masih berusaha membuat Valdo jatuh cinta lagi padanya dan pada akhirnya rencana Sintia berhasil juga, ia sudah membuat Valdo jatuh cinta dan masuk ke dalam perangkapnya lagi dan Sintia pun mendesak Valdo untuk segera menikahinya dan pria itu pun seperti menuruti saja apa yang Sintia katakan. Sintia baru saja diantarkan pulang oleh Valdo ke apartemennya dan baru saja ia hendak masuk, ponselnya berdering dan ketika Sintia melihat siapa orang yang menelponnya rupanya itu adalah Helga.
“Mau apa lagi dia menelponku?”
Sintia kemudian segera menjawab telepon dari Helga, ia bertanya kenapa Helga menelponnya dan Helga pun mengatakan bahwa ia memiliki misi khusus untuk membuat celaka Warsinih. Sintia nampak heran dengan ucapan Helga barusan dan bertanya lebih lanjut mengenai apa yang harus ia lakukan untuk mencelakai wanita itu namun Helga sama sekali tidak peduli akan hal itu.
“Aku memberikan alamat di mana dia berada, kamu pergi ke sana dan bereskan wanita itu karena aku sudah muak sekali dengannya, dengan dia tidak ada maka aku bisa membunuh Ambar secara perlahan-lahan.”
Setelah mengatakan itu Helga mematikan sambungan teleponnya dan wanita itu memberikan alamat di mana Warsinih berada.
“Apakah dia sudah pindah rumah? Ini alamat yang berbeda dari alamat rumah mereka,” gumam Sintia ketika melihat alamat yang diberikan oleh Helga.
****
Sintia sudah berada di alamat di mana Warsinih tinggal namun ia tidak menemukan tanda-tanda wanita itu di sana, ia memilih berbalik badan dan hendak pergi dari sana namun baru saja ia hendak pergi, dirinya melihat wanita yang tengah dicari olehnya. Warsinih sedang sendirian dan ia nampak seperti sedang sedih dan linglung, Sintia langsung masuk ke dalam mobilnya dan inilah kesempatannya untuk membuat Warsinih celaka, ia menunggu sampai Warsinih menyebrang jalan dan saat itulah ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan menabrakan mobilnya pada Warsinih yang sedang menyebrang jalan dengan tidak fokus. Warsinih langsung jatuh tak sadarkan diri di aspal jalan sementara Sintia menyeringai dan kabur sebelum ada saksi yang melihat apa yang baru saja ia lakukan.
__ADS_1
“Aku berhasil.”