
Sandrina mendapatkan sebuah pesan berupa sebuah foto yang dikirimkan oleh nomor tak dikenal yang mana foto tersebut memerlihatkan suaminya tengah memadu kasih dengan wanita lain yang tentu saja tidak lain dan tidak bukan adalah Sintia. Tentu saja Sandrina kesal bukan main dengan apa yang ia lihat ini, ia jadi berpikir kalau pantas saja semalam suaminya tidak kembali ke rumah rupanya Regan bermalam dengan wanita itu. Sandrina kemudian mengirimkan foto itu pada Helga supaya mertuanya tahu apa yang Regan lakukan, tidak lama kemudian menelponnya dan meminta maaf atas apa yang sudah Regan lakukan.
“Mama mohon jangan salah paham dulu dengan foto itu, ya? Mama akan segera melakukan investigasi mendalam mengenai ini.”
“Iya Ma, hanya saja kenapa wanita itu bisa bersama dengan Regan lagi?”
“Kamu jangan memikirkan itu, pokoknya soal wanita itu menjadi tanggung jawab Mama.”
Sandrina mengakhiri perbincangannya dengan Helga dan tidak lama kemudian Regan muncul di depan pintu, Sandrina tentu saja langsung menghampiri Regan dan bertanya dari mana saja pria itu namun Regan tidak mau menjawab pertanyaannya.
“Regan, aku ini bicara padamu, kenapa kamu mengacuhkan begitu?”
“Aku tidak mau bicara denganmu.”
“Apakah semalam kamu tidur dengan wanita pelakor itu?”
Regan menoleh ke arah Sandrina dan Regan pun mengakui semua itu, Regan mengatakan bahwa ia memang tidur dengan Sintia. Sandrina tentu saja marah dan mengatakan bahwa Regan tidak seharusnya melakukan itu.
“Sudah cukup menyakitkan aku melihatmu selalu mengharapkan Ambar untuk kembali padamu dan sekarang malah kamu bermain gila dengan wanita itu lagi?”
“Aku sudah mengatakan padamu sebelumnya bahwa aku tidak pernah mencintaimu, aku menikahimu karena terpaksa saja!”
“Namun tidak seharusnya kamu melakukan ini padaku!”
“Kalau kamu tidak suka dengan apa yang aku lakukan, maka mari kita berpisah.”
Namun Sandrina menolak itu, ia mengatakan sampai kapan pun dirinya tidak akan pernah mau berpisah dengan Regan.
****
Ariyani mengatakan pada Sakti untuk segera menemuinya sekarang juga di sebuah tempat yang sudah ditetapkan olehnya. Sakti awalnya menolak dengan permintaan Ariyani ini namun pada akhirnya Sakti pun pergi menemui sang mama, ketika dirinya tiba di sana nampak Ariyani telah menunggunya di sebuah meja dan Sakti segera duduk di kursi yang berhadapan dengannya.
“Kenapa Mama memanggilku ke sini?”
“Mama ingin membicarakan sesuatu hal yang penting padamu.”
__ADS_1
“Bukankah sudah tidak ada hal penting lagi yang perlu kita bicarakan?”
“Sakti, jangan macam-macam kamu.”
Sakti menghela napasnya panjang, Ariyani mengatakan bahwa ia mengundang Sakti datang ke sini karena ia ingin menjodohkan Sakti dengan seorang wanita yang menjadi pilihannya namun Sakti menolaknya. Sakti mengatakan bahwa ia hanya akan menikah dengan Ambar saja dan hal tersebut membuat Ariyani marah bukan main.
“Kenapa kamu masih saja keras kepala, Sakti? Mama melakukan semua ini supaya kamu tidak dimanfaatkan oleh wanita gila harta itu!”
“Aku tidak peduli dengan apa yang Mama bicarakan ini, pokoknya aku sudah menegaskan bahwa kalau tidak menikah dengan Ambar maka aku tidak akan pernah menikah selamanya.”
“Kamu jangan keras kepala begini, Sakti!”
“Aku sudah membuat keputusan dan tolong Mama mengerti dengan keputusanku ini.”
Setelah mengatakan itu Sakti langsung pergi dari tempat ini walaupun Ariyani memanggil namanya namun Sakti tetap saja tak peduli.
****
Ambar terkejut ketika menemukan Ariyani di depan rumahnya, Ambar mempersilakan Ariyani masuk namun wanita itu mengatakan tidak memiliki waktu untuk berbasa-basi dengan Ambar dan langsung saja mengatakan apa maksud dan tujuannya datang ke sini.
“Aku datang ke sini untuk mengingatkanmu jangan pernah dekat-dekat dengan anakku lagi, Ambar.”
“Dan juga jangan pernah mengira bahwa ibumu itu dapat memanfaatkan anakku seperti apa yang telah dia lakukan pada mantan suamimu karena aku tidak akan pernah memaafkannya.”
“Saya mengerti Nyonya, saya minta maaf atas apa yang ibu saya lakukan.”
“Satu hal lagi, kamu harus katakan secara tegas pada Sakti bahwa kamu menolaknya dan buat dia membencimu.”
“Saya akan coba melakukannya.”
Setelah puas mendengar jawaban Ambar, Ariyani pun segera berbalik badan dan pergi dari rumah ini, Ambar nampak menghela napasnya berat dan kembali masuk ke dalam rumah. Rupanya Warsinih mendengarkan percakapaan mereka tadi di depan dan ia merasa bersalah dengan apa yang pernah ia lakukan dulu.
“Ibu minta maaf padamu, Nak.”
“Kenapa Ibu harus meminta maaf? Ibu kan tidak salah apa pun di sini.”
__ADS_1
“Ibu minta maaf karena saat ini telah membuatmu menderita, Ibu sudah tidak jujur padamu kalau Ibu sebenarnya memanfaatkan Regan.”
“Sudahlah Bu, setidaknya sekarang Ibu sudah sadar kalau apa yang Ibu lakukan itu tidak baik.”
****
Sintia merasa bahwa ancaman Sakti itu hanya sebatas omong kosong saja karena buktinya sampai saat ini dirinya tidak ditangkap oleh polisi dan tentu saja hal itu membuat Sintia bahagia. Ia bisa leluasa menjalankan rencananya dan yang membuat ia bahagia adalah ia dapat tidur dengan Regan lagi dan bahkan Regan yang memintanya mengirimkan foto perselingkuhan mereka pada istrinya. Sintia benar-benar seperti merasa nostalgia dengan apa yang Regan lakukan dulu padanya ketika masih berstatus sebagai suami Ambar namun sayangnya kini Regan sudah menikah namun rumah tangga mereka tidak baik-baik saja.
“Mas Regan, aku akan selalu mencintai Mas, semoga saja setelah bercerai dengan wanita itu maka mas Regan akan dapat kembali padaku.”
Sintia mendengar suara bel apartemennya dibunyikan, Sintia langsung bergegas membukakan pintu untuk melihat siapa gerangan tamunya yang datang dan rupanya orang yang datang ke sini adalah Helga, wanita itu tanpa dipersilakan langsung menyerobot masuk saja dan duduk di sofa. Sintia tentu saja penasaran dengan apa yang membawa wanita ini sampai ke sini.
“Apakah kamu tidak tahu kenapa aku bisa datang ke sini?”
“Tidak, aku tidak tahu.”
“Apa yang sudah kamu dan Regan lakukan semalam?”
“Aku dan mas Regan?”
“Sudahlah Sintia jangan mengelak, aku sudah mengantongi semua buktinya.”
****
Sakti dapat mengetahui akhirnya di mana Ambar tinggal dan ia pun dengan suka cita pergi ke tempat di mana Ambar dan keluarganya tinggal. Sakti mengetuk pintu rumah itu dan tidak lama kemudian pintu terbuka dan menampakan sosok Ambar di sana, ketika Ambar membuka pintu dirinya nampak terkejut karena tidak menyangka kalau Sakti akan tahu di sini tempat tinggalnya.
“Sakti, bagaimana bisa kamu tahu aku tinggal di sini?”
“Sudahlah Ambar itu tidak penting, aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu.”
“Sakti ada sesuatu yang harus aku bicarakan denganmu.”
“Apa itu?”
“Tolong jangan dekat-dekat denganku lagi, aku tidak mau kamu mendapatkan masalah karena aku.”
__ADS_1
“Aku tidak peduli akan itu, aku akan selalu dekat denganmu karena aku mencintaimu.”
“Namun aku tidak mencintaimu! Satu-satunya orang yang aku cintai adalah papanya Daisy!”