Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Aku Tetap Pergi


__ADS_3

Helga tentu saja makin senang melihat Warsinih yang tidak suka ketika dirinya mengungkit soal apa yang telah Warsinih lakukan pada putranya di masa lalu. Warsinih meminta Helga untuk pergi dari sini namun tentu saja Helga menolak, wanita itu mengatakan kalau ada yang perlu pergi dari sini tentu saja adalah Warsinih dan bukannya dirinya.


“Apakah kamu tidak memiliki urat malu? Kamu menumpang di rumah ini namun kamu berlagak seperti pemilik rumah ini.”


“Pergi sekarang juga!”


“Justru harusnya kamu yang pergi dari sini, dasar wanita tidak tahu diri!”


Terjadilah perselisihan antara Helga dan Warsinih namun berhasil dilerai oleh Danu, Warsinih mengadukan apa yang telah Helga lakukan padanya dan Helga pun mengatakan pada Danu supaya memberitahu Warsinih agar wanita itu tidak sembarangan dalam mengakui apa yang bukan menjadi miliknya.


“Apakah kamu tidak sadar bahwa saat ini kamu tengah menguasai rumah yang seharusnya tidak layak untuk kamu tempati ini? Di mana rasa malumu?”


“Nyonya saya tahu apa yang istri saya lakukan ini memang salah, saya akan bicara dengannya namun tolong jangan membuat keributan di sini.”


Helga pun mengatakan bahwa ia akan selalu mengganggu Warsinih dan membuat keluarga ini pindah dari rumah yang tidak layak mereka tempati ini. Helga mengingatkan bahwa mereka hanya menumpang di rumah ini dan tidak seharusnya Warsinih begitu sombong ketika mengusirnya. Selepas Helga pergi nampak Warsinih masih kesal dengan kelakuan Helga yang memancing emosinya, Danu mengatakan pada Warsinih bahwa apa yang Helga katakan itu memang ada benarnya dan tentu saja ucapan Danu tersebut membuat Warsinih kesal bukan main, ia tak menyangka bahwa suaminya itu malah membela wanita yang membuat onar itu dibandingkan oleh istrinya sendiri.


“Sebenarnya siapa istrimu? Aku atau wanita itu?”


“Aku tidak membela wanita itu, akan tetapi apa yang dia katakan memang benar adanya, kita tidak berhak untuk tinggal di sini.”


Akan tetapi Warsinih tetap saja tak mau mendengarkan apa yang suaminya katakan dan malah memilih untuk pergi meninggalkannya.


****


Ambar sedang berjaga di tokonya hingga malam hari tiba dan akhirnya waktunya toko ditutup, Ambar pun segera melakukan tugasnya menutup toko dan ketika ia hendak pulang nampak Regan yang tengah menunggunya ditepi jalan. Awalnya Ambar tidak mau menyapa mantan suaminya itu namun justru Regan yang menyapanya dan menghampiri dirinya, Regan menawarkan Ambar untuk pulang bersama namun Ambar menolaknya.


“Maaf Mas, akan tetapi aku dapat pulang sendiri.”


“Tolong jangan bersikap seperti ini Ambar.”

__ADS_1


“Mas, kamu kan sudah menikah dengan wanita lain, apakah menurutmu pantas jika kamu masih saja mengejar wanita lain?”


“Aku tidak peduli dengan itu, asal kamu tahu saja Ambar, satu-satunya orang yang aku cintai adalah kamu.”


Ambar nampak menundukan kepalanya ketika Regan mengatakan itu, Ambar segera pamit untuk pergi menjauh dari Regan namun pria itu menahan tangan Ambar supaya tidak pergi. Regan memohon pada Ambar untuk jangan pergi namun Ambar meminta Regan untuk melepaskan tangannya saat ini.


“Mas tolong jangan lakukan ini.”


“Aku sudah mengatakannya bukan? Aku tidak akan membiarkan kamu pergi sebelum kamu mau diantarkan pulang olehku, lagi pula hari sudah malam dan aku khawatir dengan keselamatanmu, Ambar.”


Ketika Ambar dan Regan tengah bersitegang itulah nampak seseorang datang dan melerai perselisihan mereka dan orang itu ternyata tidak lain serta tidak bukan adalah Sakti.


****


Sakti sudah memerhatikan gerak-gerik Regan dari dalam mobinya sejak tadi namun Sakti menahan diri untuk tidak keluar dari dalam mobilnya karena tidak mau membuat keributan dengan pria itu namun akhirnya Sakti tidak dapat tinggal diam ketika Regan mulai melakukan perbuatan kasar pada Ambar, tentu saja Sakti harus menolong Ambar dan akhirnya Sakti pun langsung mendorong Regan supaya melepaskan Ambar. Tindakan Sakti ini membuat Regan marah dan nyaris saja Regan memukul Sakti andai saja Ambar tidak menghentikannya, Ambar meminta Regan untuk jangan menyakiti Sakti dan sikap Ambar yang membela Sakti ini tentu saja menyulut emosi Regan.


“Bagaimana bisa kamu membela pria ini, Ambar?”


“Sudahlah Ambar, lebih baik kita pulang saja.”


Ketika Sakti mengajak Ambar untuk pulang nampak sekali kalau Ambar tidak melakukan perlawanan dan cenderung menurut saja dengan yang dikatakan oleh Sakti. Tentu saja sikap Ambar yang seperti itu membuat Regan marah, ia tidak terima ketika justru Ambar lebih memilih Sakti dibandingkan dirinya.


“Ambar, bagaimana bisa kamu memilih dia dari pada aku?”


Namun Ambar bergeming dan masuk ke dalam mobil Sakti, Regan nampak uring-uringan dengan sikap Ambar yang mengacuhkannya dan memilih pulang dengan Sakti.


****


Di dalam mobil, Sakti dan Ambar sama sekali tidak berbicara dan mereka sibuk dengan pikiran masing-masing hingga akhirnya mobil telah tiba di depan rumah, Ambar segera membuka sabuk pengaman dan berterima kasih karena Sakti sudah mau menolongnya barusan namun ketika Ambar hendak turun dari dalam mobilnya nampak Sakti menahan tangan Ambar.

__ADS_1


“Tunggu dulu, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”


“Kenapa Sakti?”


“Kamu baik-baik saja kan? Dia sama sekali tidak melukaimu?”


“Tentu saja aku baik-baik saja dan Sakti aku ingin mengatakan bahwa aku dan keluarga akan pindah dari rumah ini besok.”


Sakti nampak terkejut mendengar ucapan Ambar, ia bertanya kenapa Ambar ingin pergi dari rumah ini dan Ambar mengatakan bahwa ia tidak enak pada Sakti karena sudah terlalu banyak membantunya lagi pula Ambar tidak mau kalau Sakti dimanfaatkan oleh ibunya seperti yang dulu pernah ibunya lakukan pada Regan ketika pria itu masih menjadi suaminya.


“Aku tidak ingin ibuku mengambil keuntungan darimu, Sakti.”


“Aku tidak masalah dengan hal itu, semua akan aku lakukan demi kamu, Ambar.”


Ambar menggelengkan kepalanya, Ambar mengatakan bahwa Sakti sudah dibodohi oleh cinta dan tidak seharusnya Sakti bersikap seperti itu.


“Secinta apa pun kamu padaku namun kamu tidak boleh membiarkan dirimu digunakan oleh orang lain, Sakti.”


Ucapan Ambar barusan membuat Sakti terdiam dan akhirnya Ambar pun segera turun dari dalam mobil Sakti dan langsung berjalan masuk ke dalam rumah tersebut.


****


Ambar masuk ke dalam rumah dan kemudian Warsinih pun menceritakan mengenai apa yang sudah Helga lakukan ketika tadi datang ke rumah ini. Ambar mengatakan pada Warsinih bahwa mereka akan segera pergi dari rumah ini besok dan tentu saja Warsinih terkejut dengan ucapan Ambar barusan.


“Kenapa kamu mengatakan itu, Nak?”


“Karena memang kita harus pergi dari rumah ini, aku sudah mengatakannya pada Sakti tadi.”


“Tidak Nak, kita tidak boleh pergi dari sini.”

__ADS_1


“Kalau memang Ibu ingin tetap di sini maka silakan saja namun aku tidak mau tinggal di sini.”


Ambar langsung berbalik badan dan masuk ke dalam kamarnya dan Warsinih mencoba untuk mengejar namun pintu kamar Ambar sudah ditutup, Ambar terduduk di lantai kamarnya sambil menangis sementara diluar sana nampak Warsinih mengetuk pintu kamar seraya memanggil namanya.


__ADS_2