
Ambar berusaha melerai perkelahian yang terjadi di antara Sakti dan Regan, tidak lama kemudian mereka pun mengakhiri pertengkaran mereka dan Regan pun memutuskan untuk pergi namun sebelum pria itu pergi nampak
Regan mengatakan pada Sakti bahwa ia akan membuat Ambar kembali padanya. Ambar begitu khawatir dengan kondisi Sakti dan ingin memastikan bahwa pria itu baik-baik saja, Sakti sendiri baik-baik saja, ia justru malah penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Ambar dan Regan tadi sebelum ia datang ke sini.
“Mas Regan memintaku untuk kembali padanya.”
“Dan kamu mengiyakan apa yang dia inginkan?”
Ambar menggelengkan kepalanya dan tentu saja Sakti bahagia dengan jawaban Ambar barusan, Sakti mengatakan bahwa keputusan yang Ambar ambil adalah sebuah keputusan yang benar dan ia meminta Ambar untuk jangan mengubah pikirannya itu.
“Kamu benar-benar baik-baik saja kan?”
“Iya, aku baik-baik saja.”
“Tapi kenapa kamu tiba-tiba ada di sini?”
“Oh soal itu…sebenarnya aku ingin memastikan kalau kamu baik-baik saja.”
“Kenapa begitu?”
“Karena aku khawatir semenjak aku mengutarakan perasaanku maka kamu seperti belum dapat menerimanya.”
Ambar terdiam mendengar ucapan Sakti barusan, apa yang pria itu katakan memang benar adanya sampai saat ini Ambar memang belum ingin membuka hatinya pada siapa pun. Ambar meminta maaf pada Sakti akan hal itu namun Sakti mengatakan kalau Ambar tidak perlu meminta maaf padanya.
“Tolong kamu jangan pernah kembali padanya lagi, dia sudah mengkhianatimu dan kalau kamu sampai kembali padanya maka kamu pasti sudah tidak waras, Ambar.”
Ucapan Sakti barusan membuat Ambar terdiam sejenak, ia menghela napasnya dan kemudian Sakti pun pamit dan pergi meninggalkan Ambar. Selepas Sakti pergi kini Ambar kembali masuk ke dalam toko dan menghela napasnya, ia benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan Regan dan Sakti di waktu yang bersamaan seperti ini.
“Benar-benar hari yang tidak terduga.”
Sementara itu Sakti masuk ke dalam mobilnya dan ia nampak bahagia karena Ambar tidak akan kembali pada Regan.
****
Regan sendiri merasa marah karena Sakti ikut campur dalam masalahnya dengan Ambar, ia tidak ingin ada seorang pun yang ikut campur dalam masalahnya namun kini masalahnya adalah Regan sudah dijodohkan oleh
mamanya dengan Sandrina dan wanita itu pun sama sekali tidak menolak permintaan Helga untuk jadi menantunya. Sampai saat ini Regan tidak memiliki perasaan lebih pada Sandrina, ia hanya tertarik secara fisik saja pada wanita itu namun tidak dengan hatinya karena ia masih mencintai Ambar. Regan kembali ke rumahnya
__ADS_1
dan menemukan Sandrina tengah bermain dengan Daisy di rumah, Regan tentu saja terkejut karena wanita itu sudah mulai berani datang ke rumahnya tanpa ada dirinya dan mengajak Daisy bermain.
“Kamu sudah pulang?”
“Kenapa kamu ada di sini?”
“Memangnya aku tidak boleh di sini? Aku kan ingin bermain dengan Daisy.”
Regan tidak menjawab pertanyaan dari Sandrina, ia mengajak Daisy untuk masuk ke dalam kamar sebelum Regan kembali untuk bicara dengan Sandrina.
“Kamu pasti lelah ya? Aku akan buatkan minuman untukmu.”
“Sandrina, ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan denganmu.”
“Apa itu?”
Regan untuk sejenak ragu untuk mengatakan ini pada wanita itu namun walau bagaimanapun ia harus mengatakannya supaya Sandrina tahu.
“Aku masih mencintai mantan istriku.”
****
Sandrina pergi menemui Helga di rumahnya, tentu saja Helga bahagia sekali menerima kedatangan calon menantunya ini. Helga kemudian bertanya pada Sandrina kenapa datang ke sini, Sandrina tidak langsung
menjelaskan kenapa ia datang ke sini namun ia mengajak Helga bicara beberapa hal dulu sebelum masuk pada inti permasalahannya.
“Tante, bolehkah aku bertanya sesuatu?”
“Tentu saja, memangnya apa yang hendak kamu tanyakan?”
“Ini mengenai mantan istri Regan.”
Helga seketika terkejut mendengar ucapan Sandrina barusan, Helga pun kemudian penasaran kenapa Sandrina tiba-tiba saja mengungkit soal mantan istri anaknya.
“Apakah ada sesuatu dengan wanita itu?”
“Oh tidak, hanya saja aku ingin tahu seperti apa dia.”
__ADS_1
Helga kemudian menceritakan mengenai Ambar, Helga menceritakan bahwa ia sangat tidak suka pada Ambar yang datang dari keluarga miskin dan keluarganya suka meminta-minta pada anaknya untuk kehidupan sehari-hari. Helga juga mengatakan bahwa sebenarnya ia sudah mencoba menghentikan Regan untuk menikah dengan Ambar namun Regan tetap saja keras kepala hingga akhirnya Regan dan Ambar pun bercerai.
“Kalau aku boleh tahu kenapa mereka bisa bercerai?”
Helga terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh Sandrina barusan, Helga tentu saja khawatir kalau ia mengatakan yang sejujurnya maka Sandrina bisa saja membatalkan pernikahannya dengan Regan.
****
Ambar belakangan ini sering melamun dan rupanya Warsinih melihat itu, Warsinih sebagai seorang ibu tentu saja merasa khawatir dengan keadaan Ambar, ia takut kalau sesuatu hal yang buruk tengah menimpa Ambar hanya saja Ambar tidak mau mengatakannya. Warsinih menghampiri Ambar yang tengah memasak di dapur dan tentu saja Ambar terkejut dengan kedatangan sang ibu ini.
“Kenapa Ibu datang ke sini?”
“Jujurlah pada Ibu, Nak. Apakah ada sesuatu yang terjadi padamu?”
Ambar terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh ibunya, awalnya Ambar mengelak dan mengatakan bahwa ia baik-baik saja supaya tidak membuat Warsinih khawatir namun tentu saja Warsinih tidak dapat memercayai hal tersebut begitu saja. Warsinih yakin bahwa ada sesuatu hal yang terjadi pada Ambar dan meminta Ambar untuk jujur saja padanya.
“Ibu tahu kalau ada sesuatu hal yang mengganggumu saat ini, tidak apa kamu dapat bicara sejujurnya pada Ibu.”
Ambar tidak langsung mengatakan apa yang sedang ia pikirkan, melainkan ia terdiam beberapa saat dan kemudian ia pun mengatakan pada ibunya bahwa memang belakangan ini ada sesuatu yang tengah ia pikirkan.
“Barang kali setelah bercerita maka kamu dapat merasa sedikit lebih lega.”
Ambar awalnya ragu namun pada akhirnya ia pun memutuskan untuk menceritakan apa yang terjadi pada hidupnya belakangan ini.
****
Helga mendatangi rumah Regan namun ketika ia datang ke sana, ia tidak dapat menemukan Regan di rumah tersebut bahkan Daisy pun juga tidak ada. Ketika Helga bertanya ke mana Regan pergi pada asisten rumah tangga,
asisten rumah tangga tersebut mengatakan bahwa Regan dan Daisy tadi pergi namun ia tidak tahu pergi ke mana Regan saat ini.
“Jangan-jangan dia pergi menemui wanita itu?”
Helga mencoba menghubungi ponsel Regan namun teleponnya tidak dijawab, Helga tanpa membuang waktu langsung masuk ke dalam mobilnya dan terus mencoba menghubungi Regan sampai akhirnya Regan pun menjawab telepon darinya.
“Kenapa Mama menelponku?”
“Katakan di mana kamu sekarang!”
__ADS_1