
Pada akhirnya Sakti pun keluar untuk menemui sang mama yang sejak tadi sudah berisik sekali meminta Ambar untuk pergi menemuinya sekarang juga. Begitu Sakti membuka pintu Ariyani langsung memaksa Sakti untuk mau ikut dengannya pulang ke rumah akan tetapi tentu saja Sakti menolaknya dengan alasan bahwa ia ingin tetap di sini bersama dengan Ambar. Tentu saja hal tersebut tidak dapat untuk ia terima, Ariyani tetap memaksa Sakti untuk mau ikut pulang bersamanya.
"Ma, aku sudah mengatakannya bahwa aku tak akan pulang. Aku tetap ada di sini karena aku mencintai Ambar jadi tolong Mama jangan ikut campur dalam masalah rumah tangga kami."
"Mama tak akan ikut campur kalau wanita itu tidak membawa sial untukmu, Sakti! Apakah kamu ingat bahwa dulu kamu adalah anak yang baik dan menuruti apa yang Mama perintahkan namun semenjak wanita itu masuk ke dalam kehidupanmu maka kamu jadi berubah, kamu seperti ingin menentang Mama terus menerus, Mama melakukan semua ini karena sayang padamu, Nak."
"Aku melakukan semua ini karena aku mencintai Ambar, Ma! Lagi pula aku ini sudah dewasa dan Mama tak perlu mencampuri urusan pribadiku!"
"Sakti jangan membuat Mama bertambah murka, lebih baik sekarang juga kamu ikit dengan Mama pulang ke rumah!"
"Aku sudah berulang kali mengatakannya pada Mama bahwa aku tak akan oernah oergi dari tempat ini karena aku mencintai Ambar!"
Ariyani nampak kesal bukan main dengan sikap Sakti yang keras kepala dengan argumennya bahwa ia mencintai Ambar dan tentu saja karena hari juga sudah malam dan Ariyani tak mau membuat kegaduhan yang lain maka ia pun memutuskan untuk pergi dari rumah ini. Sakti dapat bernapas lega karena mamanya memutuskan untuk pergi dari rumah ini. Ketika Sakti masuk ke dalam rumah rupanya Ambar sudah menantinya karena ia sendiri sejak tadi mencuri dengar apa yang Sakti dan mamanya bicarakan.
"Kamu tak perlu memikirkan apa yang mamaku katakan barusan."
****
Sintia membujuk Valdo untuk percaya bahwa anak yang tengah ia kandung adalah darah dagingnya sendiri dan bukannya orang lain namun Valdo nampaknya masiu belum dapat memercayai apa yang Sintia katakan barusan apalagi Valdo juga tahu seperti apa masa lalu Sintia dan apa yang pernah ia lakukan dengan Sakti. Valdo mengatakan bahwa ia akan melakukan tes DNA setelah anak itu lahir ke dunia. Sintia pun pada akhirnya tak dapat berbuat apa-apa selain menuruti apa yang diinginkan oleh Valdo tersebut. Sintia sangat yakin bahwa anak yang dikandung olehnya ini adalah anak kandung Valdo dan tak ada alasan bagi pria itu untuk menolak anak yang ada di dalam kandungannya. Sintia tak lama kemudian mendapatkan telepon dari Helga yang mana wanita itu meminta Sintia untuk datang ke sebuah lokasi.
"Tempat apa ini, Tante?"
"Kamu jangan banyak tanya, pergi saja ke tempat yang sudah aku berikan alamatnya itu!"
__ADS_1
"Tapi tempat ini jauh sekali dari sini."
"Tentu saja memang jauh sekali dari sini, oleh sebab itu aku mengutusmu untuk pergi ke sana dan kalau kamu telah tiba di sana maka kamu harus segera menghubungiku!"
Helga langsung menutup sambungan teleponnya dan Sintia sendiri masih tak paham kenapa Helga memintanya pergi ke tempat yang sangat jauh itu. Karena didorong oleh rasa penasaran yang tinggi maka Sintia pun bergegas ke sana namun sebelumnya ia meninggalkan pesan untuk Valdo.
****
Ariyani keesokan harinya kembali menemui Ambar di rumah itu dan ia memang sengaja menunggu Sakti keluar sebentar supaya ia dapat bicara langsung dengan Ambar. Maka setelah Sakti pergi itu tanpa harus menunggu lama Ariyani bergegas menuju rumah dan melabrak Ambar, ia melemparkan surat cerai ke wajah Ambar dan memaksa wanita itu untuk menandatanganinya.
"Aku tak mau tahu, pokoknya sekarang juga kamu harus tanda tangani surat cerai utu!"
Ambar sendiri nampak bingung karena Ariyani datang ke rumahnya langsung melemparkan surat cerai dan mendesaknya tanda tangan di sana. Ambar menolak peemintaan Ariyani dan mencari alasan, Ariyani geram dengan tingkah Ambar yang sengaja mengulur waktu sampai Sakti kembali ke rumah.
"Tidak Nyonya, saya tak ada maksud seperti itu."
"Kalau memang kamu tak ada niatan seperti itu maka bukankah sejak tadi seharusnya kamu mau melakukan seperti apa yang aku perintahkan!"
"Maaf Nyonya kalau soal yang itu saya tak dapat melakukannya."
"Apa maksudmu kalau kamu tak dapat melakukannya? Kamu ingin menantangku?!"
"Sama sekali tidak Nyonya."
__ADS_1
****
Sakti akhirnya kembali tiba di rumah setelah membeli sarapan untuk istrinya dan saat ia kembali ke rumah alangkah terkejutnya ia melihat sang mama yang tengah melakukan hal yang buruk pada Ambar bahkan Ariyani yang geram langsung mendorong tubuh Ambar sampai jatuh ke lantai. Sakti tentu saja tak akan tinggal diam begitu saja saat melihat istrinya diperlakukan seperti itu oleh sang mama, ia membantu Ambar berdiri dan kemudian ia menyalahkan Ariyani atas apa yang telah mamanya lakukan ini.
"Apa yang telah Mama lakukan pada Ambar?"
"Kamu tak perlu tahu apa yang sudah mama lakukan pada wanita ini. Yang jelas wanita ini harus mendapatkan pelajaran karena berbuat kurang ajar padaku."
"Lebih baik Mama pergi saja dari sini dari pada Mama membuat masalah."
"Apa katamu? Apakah baru saja kamu mengusir Mamamu sendiri?"
"Iyam aku baru saja mengusir Mama dari sini karena sikap Mama pada Ambar sudah sangat keterlaluan."
Ariyani nampak tak habis pikir dengan anaknya yang sudah sedemikian rupa dimanipulasi oleh Ambar hingga mau saja melakukan seperti apa yang diperintahkan olehnya. Ariyani pun kemudian memutuskan untuk pergi dari sini namun sebelum ia benar-benar pergi ia mengatakan bahwa masalah di antara mereka sama sekali belum selesai dan ia akan kembali.
"Tunggu saja pembalasanku."
****
Sintia sudah tiba di lokasi tempat yang ditunjukan alamatnya oleh Helga namun ia belum tahu kenapa Helga memintanya untuk datang ke tempat ini hingga akhirnya ketika Sintia melihat Ambar keluar dari rumah ini maka Sintia tahu kenapa Helga memintanya datang. Sintia buru-buru menghubungi Helga untuk membuat laporan bahwa dirinya sudah sampai di lokasi akan tetapi Helga tak percaya begitu saja dengan Sintia, ia meminta Sintia melakuan video call dengannya sebagai bukti dan tentu saja Sintia mengabulkan itu karena saat ini dirinya tidak berdusta pada Helga.
"Jadi apa yang harus aku lakukan di tempat ini, Tante?"
__ADS_1
"Kamu harus membunuh Ambar bagaimanapun caranya aku tak peduli!"